You are here
Home > NULIS NULIS > Traveling itu Mengajarkan untuk Menjadi Toleran, karena ini Tentang Merasakan sebuah Perbedaan.

Traveling itu Mengajarkan untuk Menjadi Toleran, karena ini Tentang Merasakan sebuah Perbedaan.

Travel teaches toleration
Travel teaches toleration


Walaupun bisa dikaitkan, tapi dasar tulisan ini tidak untuk menyindir berbagai kalangan yang mungkin kamu lihat sejauh ini berkecamuk dengan toleransi koq. Tenang ajah, web site ini tidak akan masuk ke politik praktis koq. 🙂

Walau belum ada penelitiannya, tetapi korelasi jika kamu suka traveling, hipotesisnya bisa diterima kalau kamu kemungkinan bisa toleran. Artinya, semakin sering kamu traveling, semakin besar kamu menjadi orang yang toleran.

Masa ia sih? coba baca sedikit penjelasan di bawah ini, walau tidak ilmiah, tetapi pendekatannya cukup empiris koq.


More: Ada dua jenis traveler di dunia ini, kamu yang mana kira-kira?

Traveling selalu dimulai dari pergi meninggalkan.

Traveling selalu diawali dengan meninggalkan, meninggalkan rumah, orang tua, saudara, orang terdekat, sampai ke kebiasaan sehari-hari.

Selanjutnya kamu masuk ke “dunia” baru yang berbeda dengan duniamu sebelumnya. Di sini kamu mulai bertemu dengan perbedaan.

Belajar untuk melihat dan menerima perbedaan.

Toleration
Belajar melihat perbedaan.

Di lingkungan baru, perbedaan adalah alas terindah dari traveling, yang akan menjadi guru terbaik dalam setiap perjalananmu.

Diawali dari melihat perbedaan, merasakannya, menghayati, kemudian belajar bahwa perbedaan itu yang membuat cerita perjalananmu semakin berarti. Di sini kamu akan menerima sebuah perbedaan.

Aku versus Mereka.

Ada dua kutup yang berbeda, kamu dengan jubah wisatawanmu, dan masyarakat yang menjadi tuan rumah dengan singgahsananya, panggung liburanmu dinyatakan telah dimulai.

Perbedaan suku, pandangan, pemikiran, kebiasaan, perilaku itu yang menjadikan liburanmu bisa “berputar” karena ada dua kutup berbeda di dalamnya. Di sini kamu akan melihat bahwa perbedaan adalah motor penggeraknya.

Bagaimana jika kita semua sama?

Perbedaan adalah anugerah, ini adalah alasan terbesar dari traveling.

Kamu traveling karena ingin melihat perbedaan di luar sana, bukan untuk mencari persamaan dari kebiasaan sehari-hari.

Karena hakekat traveling itu melihat dan merasakan sesuatu yang tidak pernah sama. Di sini kamu akan merasakan perbedaan itu semakin nyata.

Toleration
Menerima segala perbedaan.

Saling menghormati dan menghargai adalah keharusan dalam traveling.

Dimanapun kamu pergi, ke destinasi manapun, saling menghormati dan menghargai adalah kunci untuk membuka gembok agar bisa masuk ke ruang baru di sebuah destinasi.

Tanpa bisa menghormati dan menghargai, kamu tak akan pernah merasakan damainya liburan. DI sini kamu telah diajari oleh perbedaan.

Travelers menjadi seutuhnya ketika kamu bisa menerima segala perbedaan.

Ketika kamu memberi vonis kepada dirimu menjadi seorang traveler, kamu akan dipaksa untuk pergi meninggalkan kehidupan sehari-hari, untuk pergi melihat sebuah perbedaan.

Kemudian akan belajar dari perbedaan itu, karena ketika kamu datang, otomatis kamu telah menjadi faktor pembuat sebuah perbedaan. Di sini kamu akan menjadikan perbedaan sebagai guru.

Semua didasarkan dari perbedaan, karena apalah arti traveling kalau tak ada perbedaan! Jadi, Ketika kamu masih tidak bisa toleran, mungkin kamu kurang piknik!

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments