You are here
Home > INFO & TIPS > Tips Traveling Berkualitas No 17 Buat Kamu

Tips Traveling Berkualitas No 17 Buat Kamu

Liburan, punya fungsi utama untuk menyegarkan jasmani, rohani, dan intelektual.

Pulang dari liburan harusnya badan menjadi segar, spiritual menjadi damai, dan semakin membuat kita kritis dalam berfikir.

Tetapi kadang kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan.

Sepulang dari liburan, yang terjadi adalah badan malah bertambah lelah, hati semakin gundah, fikiran semakin kacau.

Kenapa bisa seperti itu?

“Level terendah Dari liburan adalah untuk pamer di sosial media”

Kita mulai dari quote di atas.

Kebanyakan, kenapa kita bisa tidak bisa maksimal menikmati liburan adalah, karena kita liburan bukan untuk memuaskan diri kita, tetapi untuk membuat orang lain puas.

Kita liburan untuk membentuk image eksternal, sesuatu yang ada di luar diri kita. Padahal fungsi wisata adalah untuk menyehatkan hati, fikiran, dan fisik. Sesuatu yang ada di dalam, internal.

Jadi, kalau liburanmu untuk menyenangkan orang lain, kamu menjalankan fungsai wisata secara salah.

Nah, bagaimana biar tidak salah?

Tips sederhana pakai banget tetapi susahnya minta ampun.

Ketika sampai di atraksi wisata, diam sejenak, lupakan kamera, smartphone, stori IG, status di FB atau sosial media manapun, tarik nafas, buka mata, dan nikmatilah keindahan yang ada di depanmu.

Twitter: @sabdabersabda

“Live the moment, leave the phone”

Lagi-lagi memang tidaklah mudah, tetapi oleh oleh terbaik dari liburan adalah pengalaman indah yang tersimpan di dalam hati dan kepala kita, bukan dalam memory card smartphone kita.

Sesuatu yang akan selalu terkenang, dan bisa diceritakan di masa depan. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa.

Belajarlah dari bule-bule yang liburan, adakah mereka sibuk foto-foto atau update di sosmed mereka? Membuat stori, atau live dari tempat wisata? Tidak, mereka liburan bukan untuk memuaskan orang lain, mereka liburan untuk memuaskan diri sendiri, level yang lebih tinggi dari pada sekedar hanya untuk pamer di sosial media.

Ya memang, karakteristik wisatawan di negara kita yang sedang berkembang ini adalah jenis wisatawan yang baru merasakan nikmatnya liburan, sehingga ketika ia berwisata ke manapun, semua orang harus tahu Ia sedang dimana, agar orang lain tahu bahwa Ia sanggup liburan keren.

Sehingga yang didapatkan hanya pengakuan itu saja, dirinya tidak mendapatkan fungsi sebenarnya dari sebuah liburan.

Karena, katanya orang yang sering pameri liburannya (kecuali itu kerjaannya) adalah orang yang jarang liburan loh.  Jadi, kalau kamu sering pamer, mungkin karena kamu jarang jarang liburan.

Dan satu lagi, dari hasil riset, bahwa sampai 70% orang tidak suka dengan postingan foto liburan loh. yang suka hanya kamu saja, dan kenarsisanmu.

Ya, sebenarnya ini kembali lagi ke kamu, kecenderungan setiap wisatawan tentunya berbeda-beda, tetapi jika mengacu dengan standar umum, harusnya berwisata itu bisa untuk memuaskan diri sendiri, dan untuk memperkaya pengalaman pribadi, bukan untuk membuat orang lain terpuaskan.

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments