You are here
Home > INFO & TIPS > Tahu Gak Kamu Kenapa Buah Nanas Menjadi Simbol Internasional dari Hospitality?

Tahu Gak Kamu Kenapa Buah Nanas Menjadi Simbol Internasional dari Hospitality?

Kamu sudah tahu belum kalau buah nanas itu merupakan simbol internasional bagi hospitality atau industri perhotelan?

Kenapa harus nanas sih? koq gak rajanya buah, seperti durian? naga, atau manggis? atau buah lainnya? siapa sih yang iseng dengan buah ini?

Biar pertanyaanmu itu tidak mengendap kemudian terbuang, kali ini kita akan kasih info tentang, kenapa sih simbol dari hospitality atau industri perhotelan itu adalah buah nanas?

Awalnya Sejarahnya.

Cerita tentang dijadikannya nanas sebagai simbol hospitality ini berawal dari masa kolonial Inggris. Dimana buah nanas merupakan buah tropis yang sangat langka dan susah di dapatkan di sana.

Orang yang mengenalkan nanas ke daerah Eropa adalah Christhoper Columbus, dalam pelayaran keduanya ke daerah Karibia. Ketika di sana, pelaut eropa  menemukan buah aneh yang tidak seperti kebanyakan buah di Eropa. Singkatnya, mereka memakannya, takjub, akan bentuknya, dan suka.

Ketika mereka kembali ke Eropa, di sana gula dan buah-buahan sangat langka, maka dikenalkannyalah buah nanas. Dengan usaha yang cukup lama, akhirnya nanas bisa diterima, dan dibudidayakan, karena cukup susah, jadilah buah nanas sebagai buah yang istimewa. Bahkan nanas dijadikan hadiah istimewa untuk kaum kerajaan.

Di tempat lain, penduduk kota-kota kecil dan para kolonial amerika bekerja sama untuk membuat reputasi nanas sebagai buah yang mempunyai status tinggi, kerena pasokan jarang, tetapi permintaan sangat tinggi. Nanas di packing sedemikian rupa agar bisa dikirim ke amerika dalam kondisi baik, dibuat manisan, diawetkan, dikemas dengan baik.

Pada saat itu, hanya kapal yang cepat dan terbaik yang bisa membawa nanas sampai ke Boston, Philadelphia, Annapolis, dan Williamsburg dalam kondisi baik. Membuat nanas menjadi buah yang memiliki status prestisius. Hanya orang kaya yang bisa menikmatinya, atau hanya di hotel-hotel orang bisa menikmati nikmatnya buah tropis ini.

Hotel terbaik pasti menyajikan buah nanas, disinilah awal buah nanas menjadi primadona di hotel.

More: Yang harus kamu tahu tentang penggunaan logo wonderful Indonesia, gak boleh ngasal loh ya.

XOKA3523bs-hdr
Nenas. Source: https://www.flickr.com/photos/linvoyage/26324961600/

Tradisi.

Di sisi lain, dahulu pada masa kolonial Amerika, ada sebuah ibu rumah tangga yang gemar memasak. Ia suka menghiasi buah nanas untuk sebuah jamuan makan yang penting. Kunjungan kala itu merupakan hal penting dalam pertukaran budaya dan hiburan, sehingga konsep melayani mulai muncul, seperti di hotel.

Kemudian nanas itu kemudian melambangkan sambutan hangat tuan rumah kepada tamunya yang berkunjung, dan menjadikan nanas sebagai makanan penutup. Hingga akhirnya nanas menjadi simbol sambutan yang hangat kepada tamu yang berkunjung.

Selanjutnya diadopsi hotel dalam menyambut tamu, menjadikan nanas sebagai simbol dari keramah-tamahan.

Pineapples of Hospitality
Nanas. Source: https://www.flickr.com/photos/teamtiredfeet/362975765/

Legenda.

Terakhir, dulu ada kapten dari New England suka berdagang di daerah Karibia. Kalau pulang dia selalu membawa barang-barang berharga, dari rempah-rempah, rum, dan beragam buah buahan, termasuk di dalamnya adalah nanas.

Ketika sudah bersandar di dermaga, dan menurunkan barang-barangnya, kapten akan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, sebelum masuk ia akan menancapkan buah nanas di pagar depan rumahnya. Hal ini membuat teman-temannya tahu kalau ia sudah pulang dengan selamat. Selanjutnya nanas dijadikan tanda untuk mengundang untuk dikunjungi, berbagi makanan, minuman dan mendengarkan kisah pelayarannya.

Kemudian tradisi memasang nanas itu berlanjut, penginapan di waktu itu juga memasang nanas untuk mengungang tamu. Memasukan unsur nanas dalam iklan mereka, mendesain bagian tempat tidur seperti nanas juga.

Tidak mengherankan kemudian nanas dijadikan sombol pertemanan dan perhotelan. Tahun 1963 ada hotel di Virginia membuat atapnya menyerupai buah nanas. Kemudian tradisi ini berkembang sampai sekarang.

Hal ini berkembang perlahan, merekam dari sejarah yang terlewati, dari tradisi dan cerita yang berkembang, hingga akhirnya tanpa dideklarasikan secara besar.

Perlahan tapi pasti dan tanpa disadari, buah nanas telah merasuk dengan sedirinya, menjadi nyawa dari pelayanan, dari keramah-tamahan. Di sinilah akhirnya nanas identik dengan hotel yang memberikan pelayanan.

Sumber: Southernliving.com

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments