You are here
Home > INFO & TIPS > Slow traveling, Gaya traveling yang bakal populer di tahun ini

Slow traveling, Gaya traveling yang bakal populer di tahun ini

Cara orang traveling itu beda beda, ada yang gaya backpacker, flashpacker, gaya koper, solo traveling, dan masih banyak lagi.

Tahun 2019 kemaren,  solo traveling menjadi gaya liburan yang paling populer yang dilakukan. Menurut penelitian dari hasil survei web perjalanan Skyscanner, sebanyak 22 persen responden melakukan solo traveling pada tahun 2019.

Nah, tahun 2020 ini, kira kira gaya traveling apa yang akan populer? dari penelitian yang sama, tahun 2019 slow traveling memiliki peminat 18 persen dan diprediksi tahun 2020 ini kan menjadi 24 persen, peningkatan yang cukup baik untuk jadi populer.

Sebenarnya slow traveling itu apa?

Pernah gak balik dari liburan kamu malah tambah capek secara fisik?

Kenapa capek fisik, mungkin karena dalam liburan kamu berpindah pindah dari satu atraksi wisata ke atraksi wisata yang lain, seharian kamu bisa berpindah tiga, empat atau bahkan lebih atraksi wisata, nah lelahnya datang dari situ.

Kamu berambisi untuk mendatangi sebanyak mungkin atraksi dalam satu hari, kamu melihat kuantitas. Pagi harus ke Borobudur, siang ke Merapi, Sore ke Parangtritis, malam ke malioboro.

Apa yang kamu dapat dari pergi ke banyak atraksi wisata? Capek.

Nah, slow traveling adalah antitesis dari kegiatan wisata pada umumnya itu, mencoba untuk menukmati secara berkualitas etraksi yang kamu kunjungi, tidak melihat kuantitas atau jumlah atraksi yang kamu kunjungi.

Kegiatan slow traveling apa saja?

Awalnya, pilih satu, atau maksimal dia atraksi wisata yang akan kamu kunjungi, selanjutnya buat atau cari kegiatan yang bisa membuatmu berkualitas dengan atraksi tersebut, bisa dipadukan dengan hobimu mungkin.

Seperti kalau kamu liburan ke jogja, kamu bisa pergi ke daerah alun alun utara, kamu bisa pilih ke mAsjid kauman sebelah barat alun alun, kamu pesan minum, duduk dekan tukang becak,sambil bercanda, kamu keluarkan alat menggambar kamu, sambil santai di bawah pohon beringin, kamu bisa bikin sket dari masjid Agung Kauman.

Menarik kan?

 

 

Sumber foto: Detik Travel

Kemudian, selepas siang, setelah dari Masjid kauman, kamu bisa bergeser ke Bukit Pengger Yogyakarta, bawa hammock, pasang di pinggir tebing sisi barat, kamu bisa santai sambil membaca buku, menunggu matahari terbenam, melihat gunung merapi kalau suaca cerah, sampai melihat kerlip lampu kota kala malam menyambut.

Santuy maksimal.

Pexels / Pixabay

Dan, masih banyak cara liburan yang slow. Intinya bukan seberapa banyak atraksi wisata yang kamu kunjungu dalam satu hari atau ketika beriwisata.

Tetapi lihatlah kualitas beriwisatamu, dari situ kamu akan sangat bisa menikmati liburanmu.

Dengan melakukan ini kamu telah berkontribusi menjalankan kampanye smart tourism, agar pariwisata bisa menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Selamat berwisata.

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments