You are here
Home > NULIS NULIS > Sebelum Kerja di Hotel, Kamu Harus Tahu Tentang Jam Kerja, Lembur, Cuti, dan Liburnya yang Seru

Sebelum Kerja di Hotel, Kamu Harus Tahu Tentang Jam Kerja, Lembur, Cuti, dan Liburnya yang Seru

Dunia kerja itu dunia yang kejam, dunia yang sesungguhnya. Seperti masuk ke belantara rimba yang kamu gak tau kalau kamu di belantara rimba.

Hehehehe, gak sedramatis itu sih, kerja itu enak, bisa terima gaji, dan bisa belanja sesukanya sehabis gajian, dan liburan dengan duit gaji sendiri, bahagianya.

Kerja itu bisa bangga kalau sudah bisa mandiri, berpijak di kaki sendiri, dan menjalani pasion yang kita inginkan. Tapi Boong. Hahahaha. tetap aja dunia kerja itu kedjam bung.

Dari sekian banyak kerja impian, kerja di luar negeri, jadi Dokter, Pilot, Polisi, Pengacara, Karyawan BUMN, sampai impian menjadi PNS, mungkin sekarang yang lagi digandrungi anak muda adalah bisa bekerja di hotel.

Kayaknya keren, cakep, bersih, kerja di tempat yang prestisius.

Nah, ketika pengen bekerja di hotel, banyak yang bertanya tantang banyak hal, mulai dari gaji, karir, sampai ke tips biar bisa kerja di hotel. tetapi paling sering adalah soal jam kerja, cuti dan sistem libur di hotel.

Jam kerja di hotel

Pertama, karena hotel itu sistem kerjanya berbasiskan pelayanan, seperti rumah sakit, atau kantor polisi, maka jam kerja di hotel gak bakalan sama kaya yang kerja kantoran, pergi pagi pulang sore, atau agak malaman dikit.

Gak, kerja di hotel itu bisa 24 jam, mirip apotek deh.

Umumnya hotel-hotel menerapkan sistem jam kerja 5 – 1 atau 6 – 1. Sistem jam kerja 5 – 1 artinya kamu kerja lima hari dan libur (day off) satu hari, sistem begini enaknya kamu bisa rolling hari libur, jadi ga monoton libur di hari itu – itu aja. Kalau 6 – 1 artinya kerja 6 hari dan libur 1 hari, hari liburnya bakalan fix di hari itu – itu aja.

Untuk jam kerja, sesuai peraturan pemerintah adalah 8 jam (sudah termasuk break time/ istirahat) per hari.

Lembur (Over Time)

Tapi, perlu diperhatikan, terkadang hotel meminta kalian untuk Over Time (lembur) saat dibutuhkan, biasanya saat high dan peak season, pas liburan sekolah, tanggal merah atau akhir tahun.

Tapi, tenang saja, lemburnya pasti dibayar! besarannya sesuai dengan gaji per jam pro rata (gaji pokok sebulan dibagi jumlah hari kerja per bulan, dibagi lagi dengan jam kerja per hari).

Terus kerjanya dibagi menjadi 3 bagian (shift) pukul 07.00-15.00, 15.00-23.00, sama pukul 23.00-07.00, ada juga yang mulai pukul 08.00. Kalau lembur ya tingal ditambah lagi. Tetapi sesuai aturan pemerintah biasanya yang shift malam itu cowok cowok kok.

Jadi, teman kerja, kita kerja, teman liburan, kita gak libur, teman masuk kerja lagi, kita masih kerja. hahahahaha.

Tanggal merah dan libur

Free-Photos / Pixabay

Saat di bulan berjalan ada tanggal merah (libur nasional) dan kamu kebetulan in charge (kerja) di hari yang bersangkutan, hotel memiliki kebijakan untuk mengganti hari libur tersebut, bisa diambil di hari lain. Istilahnya dikenal dengan nama Day Off Payment (DP), semacam dapat extra libur karena sudah bekerja extra di hari libur nasional.

Tapi biasanya bagi para pegawai berstatus Daily Worker, mereka tidak dapat DP tersebut, Hahahaha, nasib Daily Worker.

Schedule kerja per departemen, biasanya diatur oleh Head Departement atau Supervisor. Berharaplah kalian tidak mendapatkan Jumping Schedule (contoh : hari pertama Morning Schedule, hari berikutnya Evening Schedule, berikutnya lagi masuk Night Schedule, dan lanjut Morning Schedule, begitu terus sampai negara api menyerang) karena sungguh Jumping Schedule itu capeknya luar biasa, belum lagi kalau ketiban Over Time karena back up teman yang tidak masuk/ kekosongan di posisi)

Cuti Kerja

Untuk masalah cuti, ada hotel yang menerapkan setelah selesai probation (masa percobaan, umumnya 3 bulan) langsung mendapatkan cuti, ada pula yang setelah satu tahun bekerja baru mendapatkan jatah cuti tahunan. Cuti tahunan sebanyak 12 hari per tahun. Boleh diambil kapan saja kecuali saat periode Black Out.

Periode Black Out adalah periode disaat occupancy (tingkat hunian/kunjungan) hotel sedang ramai – ramainya, biasanya disebut High Season atau Peak Season. Contoh seperti saat Natal, Tahun Baru, Idul Fitri, dan bulan Juli hingga September (saat libur panjang).

Disaat seperti itu, haram hukumnya mengambil cuti, kecuali dengan alasan mendesak seperti sakit atau keluarga meninggal dunia. Bahkan, pada saat Peak Season melanda, seperti contoh kasus Natal dan Tahun Baru, tidak ada staff yang diperkenankan mengambil libur selama 1 minggu, Malam Tahun Baru pun harus Full Team sampai pagi, mampush. 🙂

Maka, berterimakasihlah kepada para staff hotel, disaat kalian bercengkerama menikmati setiap moment liburan pergantian tahun, berpesta ria, disana ada mereka yang standby 24 jam memastikan semua kebutuhan kalian berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Sungguh kerja di hotel itu capek, kalau tidak punya fisik dan mental yang kuat, dijamin bakalan segera resign. Selelah apapun, kita tetap diwajibkan tampil maksimal. Penampilan harus rapi dan bersih, senyum harus tetap diperlihatkan, tidak boleh menunjukkan wajah lelah sedikit pun.

Bagi para rekan hotelier, semangat jangan pernah padam ! bagi yang berniat terjun ke dunia hotelier, siapkan mental dan fisik ya ! Tuhan bersama para hotelier.

Gimana, masih pengen kerja di Hotel?

hahahahahahhaha. Mamam!

 

Sumber: Dari sini

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments