You are here
Home > NULIS NULIS > Renungan Menyentuh untuk Kamu yang Mengabaikan Keluarga demi Pekerjaan.

Renungan Menyentuh untuk Kamu yang Mengabaikan Keluarga demi Pekerjaan.

Bekerja dan keluarga, dua bagian yang harus jalan bersama untuk membahagiakan hidup. Ketika ada satu hal yang membutuhkan prioritas lebih, manakah yang kamu pilih? Bekerja untuk keluarga, atau karena keluarga kamu bekerja?

“Cintai pekerjaanmu, tetapi jangan cintai perusahaanmu, karena kamu tidak akan tahu ketika perusahaanmu berhenti membutuhkanmu”

 

1. Always leave your office on time.

Meninggalkan kantor tepat waktu berarti kamu bisa bekerja efisien, mempunyai kehidupan sosial yang baik, dan kualitas bersama keluarga yang baik.

Meninggalkan kantor selalu terlambat itu berarti kamu tidak efisien dan berkompeten di bidangmu, tidak mempunyai kehidupan sosial yang baik, dan less family life.

2. Work is never ending process. It can never be completed, until you die!

StartupStockPhotos / Pixabay

Ketika sibuk kerja, dan akhirnya terlambat makan siang, kami sekumpulan karyawan berdasi diceramahin uda penjual nasi padang deket kantor yang membuat hati ini tersentuh

“kerjaan itu mau sampai mati juga gak bakal abis mas, berhenti bentar untuk makan sianglah”. – Uda Edo (RM Padang Sabana Murah Jogja)

3. Interest of a client is important. So is your family?

Kepuasan client kerja itu memang penting, tetapi melihat senyuman anak, suami atau istri di rumah itu jauh lebih mendamaikan hidup. Kamu kerja untuk mereka kan? agar mereka bisa selalu menyajikan senyuman. Bukan untuk bosmu!

4. If your fail in your life, neither your boss nor client will offer you a hand helping; your family and friend will.

Ketika kamu ada masalah, kegagalan hidup, tak akan ada bos atau clintmu datang membantumu, memberikan dorongan atau motivasi. Keluargamu dan sahabatmu yang ada di sana.

.

5. Life is not only about work, office, and client. There is more to life. You need to socialize, entertain, relax and excercise. Don’t let life be meaningless.

Hidupmu yang 8 jam sehari atau lebih itu untuk di kantor saja, menjadi stress setiap hari? Come on, hidup gak sesusah itu, ada kehidupan yang harusnya kamu nikmati diluar sana.

Berliburlah, tertawalah, berbahagialah disana dengan sahabat dan keluargamu. Jangan birakan hidupmu tak bisa menceritakan sesuatu yang indah.

6. A Person who stay late at the office is not a hardworking person. Instead he/she is a fool who does not know how to manage work within the stipulated time. He/she is inefficient and incompetent in his work.

Orang selalu bekerja sampai larut malam di kantor, atau selalu terlambat, berarti dia tidak bisa bekerja dengan baik, tidak bisa memanajemen waktu dengan baik, dan pastinya tidak bekerja sepenuhnya dengan otak.

Apa bedanya dengan babu? Dia tidak mempunyai kompetensi dalam bekerja.

7. You did not study hard and strunggle in life to become a machine.

StockSnap / Pixabay

Kuliah dari Diploma III, Strata I, sampai pasca sarjana yang susah susah banget itu bukan untuk membuatmu menjadi mesin pekerja untuk mengkayakan orang lain.

Hal terberat dari manusia itu bukan untuk menjadi yang terbaik, juara, bisa segalanya, tetapi bagaimana menjadi humanis.

8. Pikirkan lagi!

“Ketika kamu meninggal, perusahaanmu akan sedih, tetapi 1-3 hari akan ada orang yang bisa menggantikanmu di sana dan semuanya menjadi baik baik saja. Tetapi keluargamu, mereka akan merasa sangat kehilangan, selamanya”

Tentukan pilihanmu!

9. If your boss forces you to work late, he/she may be ineffective and have meaningless life too; so forward this to him/her.

Forward ke bosmu! kalau brani sih.

Resiko tanggung sendiri yah. 🙂

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments