You are here
Home > NULIS NULIS > Prahara di Bandara ini Akan Selalu Kamu Temukan di Setiap Bandara Indonesia.

Prahara di Bandara ini Akan Selalu Kamu Temukan di Setiap Bandara Indonesia.

Kamu sering main ke bandara? atau mungkin malah bekerja di bandara?

Sebagai warga negara kelas menengah yang juga menggantungkan perjalannya dengan transportasi udara ini, tentunya sudah tidak akan asing lagi dengan suasana bandara.

Mulai dari pesan tiket pesawat, ke bandara pagi pagi karena beli tiket murah yang rata-rata penerbangannya pagi-pagi. Ribet dengan tiket, checkin yang selalu panjang, berkejar-kejaran dengan waktu yang berasa cepat, tetapi serasa berhenti lama ketika sudah di ruang tunggu.

Bandara dengan segala praharanya, selalu menjadi bagian menarik kala kita sedang di bandara. Dari banyaknya kejadian yang sering terlihat, mungkin ini yang bakal sering kita temuin kalau kita ada di bandara. Khususnnya bandara di Indonesia.

Kadang lucu, tapi banyaknya menjengkelkan sih. 🙂

More: Informasi dari ankasa pura ini sangat informatif.

Selalu datang ke bandara mepet banget waktunya, selalu hampir telat.

Ini menang Indonesia banget, selalu santai dengan waktu. Turun dari taxi, langsung lari-larian ke dalam bandara, pemandangan yang sepertinya sangat lazim terjadi di bandara Indonesia.

Kenapa bisa hampir telat? Pertama, dandannya (khusus cewek terutama mak-mak) itu seperti mau ke kondangannya anak Mentri Kelautan Republik Indonesia.

Penyebab telatnya kadang, karena memang harus berangkat pagi, ditambah lagi dandannya itu loh, seperti mau ke mantenan anaknya jendral. Gak harus cewek sih, cowok juga kadang.

Ditambah lagi dengan bawaan yang super rempong, palahal penerbanyan cuma dari JOG-CGK.

Kedua, barang bawaannya itu, seperti mau pindah warga negara, semua dibawa.

Secara ilmiah ini benar, seorang dosen Antropologi yang banyak meneliti tentang austrenesia Asal Amerika, Ronny Hatley yang mengajar di beberapa kampus di Indonesia seperti UGM dan Unair menyatakan bahwa, salah satu ciri orang austronesia (Indonesia di dalamnya) itu adalah kalau bepergian, barang bawaannya selalu banyak, pakai gerdus, di bawah kursi kereta, di plastik, ini menunjukan bahwa orang austronesia itu tingkat sosialnya sangat tinggi, peduli kepada orang yang dia kenal.

Bener sih, orang Indonesia itu, kayaknya gak afdhol kalau gak bawa buah tangan untuk handai taulan di negeri seberang sana. Alhasil barang bawannya, banya banget. Bahkan kalau kamu ke luar negeri seperti ke Kuala Lumpur, kalau di KLIA2 nemu gerdus diikat tali rafia, pasti itu dari Indonesia.

MichaelGaida / Pixabay

Biasanya di pemeriksaan x-ray awal, ribet ngeluarin segala macam barang bawaan di kantong, bingung.

Ditambah sekarang ada aturan baru dari kementrian perhubungan, yang harus mengeluarkan leptop, semakin remponglah orang lokal. Handphone rata-rata ada dua, lepas jam tangan, ikat pinggang bagi yang cowok, dompet, kamera, power bank.

Pemandangan yang Indonesia sekali.

More: kamu tetap bisa membawa leptop ketika terbang menggunakan pesawat koq.

Kalau belum check-in, biasanya bakal susah yang namanya antri, habis antri, terus bingung. (Indonesia banget)

Di antrian check-in saja, ada aja kejadian, yang bingung, clingak clinguk, nyerobot antrian, sampai yang mukanya hopeless.

Biasanya ada yang bawa koper besar, tapi gak mau dimasukin bagasi, ada juga yang bawanya untuk bagasi banyak banget.

Ini banyak banget, akhirnya bikin reibet kalau mau keluar dari pesawat, mengganggu penumpang lain.

More: menggembok kopermu ketika masukin ke bagasi pesawat itu percuma, ini buktinya.

Masuk ke x-ray kedua, semakin ribet dengan segala aksesoris.

Kalau penerbangan internasional, setelah imigrasi, ada lagi pemeriksaan X-ray, kasussnya ya sama saja, kadang lebih parah. hand and boddy lotions 1 liter kadang kebawa itu. hedeh.

Selanjutnya biasanya bingung, berangkat lewat Gate mana.

Padahal di tiket sudah tertulis, tapi ya mungkin jarang main ke bandara, pasti puyenglah tuh kepala.

Bandara angkasa pura
Angkasa pura.

 

Di ruang tunggu, ada yang lesehan, foto pesawat, satu bangku panjang untuk sendiri, sama sibuk didamping colokan.

Ini bikin semakin menasbihkan kerennya bandara di Indonesia.

More: Lakukan ini, agar transitmu di bandara tak membosankan.

Pas di pesawat, kadang kursi no 32, tapi masuknya lewat depan, bikin ribet satu pesawat deh.

Ini kurang pengalaman, sama kirang mikir kadang.

Selanjutnya, sudah ada peringatan untuk menonaktifkan seluler, masih aja ada yang telfonan, chat, atau selfie-selfie. Indonesia banget.

Mulai gak paham sama maunya mereka. Mau eksis atau gimana sih?

Sudah mau landing, pada ngeluarin hape, foto-foto dari jendela, padahal kan itu bahaya banget.

Take-off dan landing itu, harusnya semua jenis alat komunikasi harus off, gak cuma plane mode loh harusnya. Tapi ya gitu, Indonesia.

More: Ini yang harus kamu dapatkan kalau pesawatmu delay.

Baru pesawat menyentuh tanah, bunyi sabuk pengaman terdengar di semua lini, padahal kan belum boleh. Semakin Indonesia.

Ini sering sering banget terjadi, mo buru buru ke mana sih? pesawatnya aja belum berhenti, dan tanda menggunakan sabuk pengaman masih menyala, santai bentar kenapa sih?

Skitterphoto / Pixabay

Trus, pesawat masih jalan, sudah ada kedengaran “hallo, aku baru landing ini, jemput sekarang ya!” | atau bunyi notifikasi chat masuk semua. Semakin Indonesia.

Hahahahahaha, ini pasti kamu bisa bayangin muka dari oran ini, nyeselin!

Pesawat belum sampai berhenti sempurna, sudah pada berdiri, mau ngambil tasnya di kabin. Sabar dikit napa, masih lama oii. Indonesia sangat!

Semakin memnuat lengkap deh gen indonesia ini.

More: life-hack keren ketika kamu di bandara

Skip, langsung aja ke pengambilan bagasi.

Harusnya antri di belakang garis kuning kan? biar penumpang lain bisa gampang maju ke depan untuk mengambil tasnya. Tapi ini, semua berkumpul dekat dengan (apaan sih namanya yang berjanan-jalan tuh) pokoknya itu deh, kita kan jadi susah ambil tas kita. Hedeh.

Sudah sampai di luar, banyak yang nawarin transportasi, murah murah semua.

Ya walaupun belum ke semua bandara di Indonesia, mau di Jogja, Jakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, Palu, Balikpapan, semuanya sama!

 

Terlepas dari semuanya, itu hanya oknum yang mungkin belum banyak belajar koq. selebihnya, apapun yang terjadi di bandara Indonesia, pilihan liburan atau bepergian, tetap pesawat koq.

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments