You are here
Home > NULIS NULIS > Pesan Buat Anak (Gaul) yang Suka Traveling.

Pesan Buat Anak (Gaul) yang Suka Traveling.

Fenomena anak muda jaman sekarang semakin pelik untuk diamati. Salah satunya adalah kegiatan mereka ketika berwisata. Terkadang lucu, baik, namun tak sedikit juga cenderung dipaksakan untuk mengejar status anak gaul.

Di fase hidup ini, menjadi anak muda dengan luapan emosi tak terkontrol memang menjadi salah satu fase terkeren, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian adalah tujuannya, makanya tak sedikit anak muda yang berwisata ke objek wisata atau destinasi adalah untuk mencari perhatian dan eksistensi, terutama untuk menjadi anak gaul.

Buddies!
Anak Gaul.

Ada yang salah? dasarnya nggak ada yang salah, kalau dilihat secara mikro, asal mereka bahagia dengan yang dijalani. Tetapi, ketika dilihat ke atas, secara makro, kegiatan wisata itu harusnya bisa memberikan dampak positif ke wisatawannya dan objek yang dikunjunginya.

Kadang, karena kebutuhan pengen keren, sesuatu yang harusnya positif bisa bergeser ke negatif, dan ini yang harus dihindari.

Makanya, kita akan ngasih pesan ke kalian para anak gaul se Indonesia, biar wisatamu tetep keren, ini pesen dari kita.

Baca juga:

1. MY TRIP, MY ADVENTURE? Ingat simbok di rumah, nyari duitnya susah nak.

Aduh dek, kalau liburanmu yang dipamerin itu masih dari hasil keringat orang tua, apa ya kalian gak punya rasa sayang ke orang tua yang sudah bekerja keras untuk membantumu bisa sekolah atau kuliah dengan nyaman?

Play hard, work hard. Kerja keras, trus liburan suka suka kemana saja. 🙂

Bapak & Ibu Mulyono
Simbok.

2. Parameter anak gaul itu indikatornya gak cuma keliatan bisa main ke banyak objek wisata keren koq.

Ini beneran koq, indokator gaul itu bisa karena prestasimu di sekolah atau kuliah keren, pergaulan dengan sahabat-sahabatmu selalu saling mendukung, bisa membantu orang tua, dan banyak lagi. Jalan-jalan ke banyak objek wisata bisa jadi hanya jadi bebanmu untuk jadi gaul.

Travel makes one modest, you see what a tiny place you occupy in the world
Gak cuma jalan-jalan koq.

3. Malu lah dengan hastag di IG yang lebih banyak dari pada peran baikmu di objek wisata.

Ya, kalau bisa aja sih. Kadang di IG captionsnya kayak menasbihkan diri sebagai anak traveler super duper pecah ajaib sejati, tetapi ke objek wisata banyaknya gak peduli dengan yang terjadi.

Smartphone - Lovebot Toronto
Malu sama hastag di IG.

4. Seringan kakimu melangkah ke puncak gunung, harusnya seringan itu bebanmu untuk membawa turun sampahmu.

Naik gunung aja gaya nomer satu, ngalahin pendaki-pendaki profesional, kamera, tripod, actions camera gak pernah lepas, jaketnya pake bulu-bulu kayak di eropa, pokoknya hits bingit deh. tetapi sampai di atas buang sampah sembarangan dan gak mau di bawa turun. Ya ela dek, mending bobok di rumah aja, sambil belajar jadi anak yang soleh aja deh. Kamu belum sanggup berteman dengan alam.

Hang En Cave 27
Bawa turun sampahmu.

5. Sebangganya kamu sudah snorkeling di Derawan, lombok, atau Wakatobi, harusnya berbanding lurus dengan banggamu menjaga alam.

Harusnya sih gitu, tapi kadang pamernya di ke orang lain lebih besar dari pada bangganya bisa menjaga alam yang kamu datangin untuk sementara itu.

My Brother & His Followers!
Bangga juga jaga alamnya, jangan cuma sama jalan-jalannya.

6. Level terendah dari berwisata adalah pamer di sosial media.

Sekali lagi:

“Level terendah dari menikmati kegiatan wisata adalah pamer di sosial media”

Instagram and other Social Media Apps
Orang yang sudah sering bakal jarang pamer.

7. …makanya, kalau ada objek wisata alam yang bagus, jangan suka di share lokasi do sosial media, ntar dirusak anak hitz.

katya899 / Pixabay

Pesen sederhana tapi efeknya bakal besar banget kalau bisa kamu lakuin. Karena tidak semua objek wisata alam yang keren harus di share di sosial media, kadang harus “disembunyikan” dari mereka biar umurnya bisa lama.

8. Boleh sih bilang “ya liburan kan liburan gue, gaya gaya gue, ya suka suka gue, yang penting bahagiya..” Ya kalau mikro itu bener, kalau lihatnya secara makro, kamu egois, dan ucapanmu harus dikaji ulang.

Karena liburan bukan tentang urusanmu sendiri dengan kebahagiaanmu sendiri juga, banyak unsur yang harus kamu perhatikan juga. Alam yang kamu datangin, masyarakatnya, lingkungannya, budayanya, sampai ke semua aktifitasnya. Sedikit besarkan egomu untuk bisa peduli dengan menghapis “is” dibelakang ego-mu.

Hue Imperial City 33
Berfikirlah secara luas, biar tahu kalau kamu itu kecil.

9. Berat loh bebannya pakai kaos NG traveler, MTMA, jalan jalan men? atau apalah yang lainnya. Setidaknya kalau kamu ngeti apa konsep mereka.

Ya setidaknya untuk yang paham ajah, walau kenyataannya jauh sama sekali. Memakai kaos dengan brand tertentu hanya untuk keren-kerenan semata, mengejar eksistensi sebagai anak super duper gaul abies. Malulah sama anak yang mash pake seragam putih merah yang mungkin lebih mengerti apa arti dari uniform yang mereka pakai.

Addicted To Travel Tee
Bebanmu berat loh, ya kalau tau sih.

10. Jangan piknik biar keliatan keren, tetapi kerenlah kamu dalam berwisata.

Kerenlah dalam bertindak, berfikir, dan berkelakuan. Kadang banyak kalau liburan gitu isi kepalanya terlupakan di rumah, jadinya ya liburannya, yaa gitu deh. 🙂 Giliran ngomongin apa yang harus dibawa aja, otaknya jalan. 🙂

Tourists
Liburan juga harus cerdas.

11. Kalau kamu sudah lulus SD, SMP, SMA mungkin, atau sudah Kuliah, tetapi masih buang sampah sembarangan di objek wisata, sebenarnya di sekolah kamu belajar apa sih?

Belajar apa selama ini?

Pantai Timur
Jangan buang sampah sembarangan.

Nah, jadi gaul tak masalah, asal tetap beriwisata engan bijak.

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

One thought on “Pesan Buat Anak (Gaul) yang Suka Traveling.

Leave a Reply

Top