You are here
Home > INFO & TIPS > Pariwisata Indonesia tumbuh dua kali lebih cepat dari rata-rata global

Pariwisata Indonesia tumbuh dua kali lebih cepat dari rata-rata global

Pariwisata Indonesia tumbuh 7.8%

Pariwisata di Indonesia tumbuh 7,8% pada tahun 2018, yaitu dua kali lipat rata-rata global, yakni 3,9% dan di ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,1% tahun lalu.

Pada tahun 2018, Pariwisata menyumbang IDR 890.428 miliar (USD $ 62,6 miliar) dan hampir 13 juta pekerjaan bagi perekonomian Indonesia.

Ini menjadikan Indonesia ekonomi Pariwisata terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Filipina.

Pengeluaran wisatawan hingga Rp 221.000 Miliar.

Secara total, wisatawan mancanegara menghabiskan hampir IDR 221.000 miliar (USD $ 15,5 miliar) di Indonesia tahun lalu, terhitung 6,8% dari total ekspor.

Pasar internasional inbound terbesar adalah Singapura (15%); Malaysia (14%); China (13%); Australia (11%); dan Jepang (5%).

Dikombinasikan dengan pengeluaran domestik, Pariwisata mendukung 6,0% dari PDB nasional pada tahun 2018.

Photo: Twitter @WTTC

Selama lebih dari 25 tahun, World Travel & Tourism Council (WTTC), yang mewakili sektor swasta global Travel & Tourism, telah menghasilkan penelitian otoritatif tentang kontribusi ekonomi sektor tersebut.

Penelitian tahun ini menunjukkan bahwa:

  1. Pariwisata di Indonesia tumbuh 7,8% tahun lalu, dua kali lipat rata-rata global, yakni 3,9%
  2. Memberikan kontribusi 6,0% terhadap PDB Indonesia, senilai Rp 890.428 miliar (USD $ 62,6 miliar) yang memiliki dampak langsung dan tidak langsung.
  3. Pariwisata mendukung 10,3% dari semua tenaga kerja di Indonesia, atau 13 juta pekerjaan
  4. Kontribusi PDB diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,2% pada tahun 2019
  5. Ada peningkatan yang luar biasa dalam pengeluaran bisnis tahun lalu, yang menyumbang 30% dari pengeluaran wisatawan di Indonesia, yang datang 70% untuk liburan.

Presiden & CEO WTTC Gloria Guevara berkomentar, “Kami memberi selamat kepada Indonesia atas pertumbuhan luar biasa yang dialami selama dekade terakhir, dan khususnya pada tahun 2018, karena telah bekerja secara baik untuk menaikan ekonomi dari  pariwisata, yang kini berkontribusi lebih dari US $ 60 miliar kepada ekonomi Indonesia, dimana pada tahun 2008 hanya US $ 38 miliar.

Ini mengikuti sejumlah reformasi visa yang selalu membantu dengan menambah laju pariwisata, dan yang memungkinkan Pariwisata untuk terus menambah wisatawan mancanegara ke Indonesia maupun meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang menyediakan layanan di industri pariwisata, yang membuat satu dari sepuluh dari semua pekerja di dunia adalah dari industri kepariwisataan.

Sumber: WTTC

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments