You are here
Home > NULIS NULIS > Mitos Kuliah Jurusan Pariwisata.

Mitos Kuliah Jurusan Pariwisata.

Kuliah Jurusan Pariwisata itu bagaimana sih? Enak atau susah sih?

Banyak yang bilang enak, bisa jalan jalan trus.

Banyak juga yang bilang gak jelas, “jalan-jalan saja koq harus kuliah?”

Mhhh, mitos semua kali tuh…

1. Kuliahnya Gampang.

“Kuliah di Teknik susah ah, di Ekonomi apalagi, di jurusan Hukum males hapal undang-undang, di IT gak paham komputer, di Psikologi ga paham, Bahasa? Gak bisa ngomong, ya udah ambil pariwisata aja, kayaknya enak, bisa jalan-jalan”

Sumber: pspar.unud.ac.id
Sumber: pspar.unud.ac.id

Seperti itulah kira-kira bisikan iblis yang ke anak-anak takut menghadapi masa kuliah, kegalauan super duper galau. Kemudian terputuskanlah.

Kuliah yang gak banyak mikir, bisa bikin bahagia, ambil jurusan jalan-jalan, pa-ri-wi-sa-ta. Kelihatannya emang enak jurusan pariwisata, jalan-jalan, tapi tunggu dulu, gak segampang itu bung! Gak percaya? Yuk liat apa yang sebenarnya bakal dipelajari anak jurusan pariwisata.

  • Statistik pariwisata, Mata kuliah yang bakal ngitung-ngitung angka. Kayak ngitung jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata, trus prediksi dari demografinya, geografi, sampai ke psikografi, biar bisa tau kebijakan objek wisata itu mau di bawa kemana. Belajar menghitung bung!
  • Tourism behavior, kayak bahas perilaku wisatawan, belajar psikologi bung!
  • Ekonomi pariwisata, di sini membahas seberapa besar dampak pariwisata di suatu destinasi atau objek wisata, secara makro dan mikro. Belajar ekonomi bung!
  • Tourism law, belajar gimana aturan-aturan kalau buat objek wisata, hotel, restoran, dan usaha pariwisata lain. Belajar hukum bung!
  • Studi Wilayah atau perencanaan destinasi, belajar zonasi pengembangan kawasan wisata. Belajar teknik bung!
  • Manajemen objek wisata. Belajar manajemen bung!
  • Ekowisata, ini belajar tentang menembangkan pariwisata berbasis kepada alam. Belajar ilmu kehutanan atau lingkungan bung!
  • Tourism philosophy. Udah ketauan deh bakal belajar apa, ya tentang filosofi manusia melakukan perjalanan wisata. Belajar filsafat bung!
  • Bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Jepang, bahasa Mandarin. Belajar bahasa bung!
  • Geografi pariwisata. Ya bahas pemetaan potensi wisata, bisa daerah, provinsi, sampai nasional, pemetaan! Belajar geografi bung!
  • Pariwisata budaya. Tentang bagainama mengembangkan pariwisata yang didasarkan kepada kearifan budaya lokal. Belajar antropologi, sejarah, arkeologi bung!

Itu baru beberapa mata kuliah saja loh (tiap kampus beda-beda) yang lebih mengerikan masih banyak! So, welcome to the jungle! Anda zonk!

2. Jalan Jalan terus kerjaannya.

“Enak ya anak pariwisata ini, weekend kerjaannya ke objek wisata, ngerjain tugas sambil jalan-jalan, gak kayak aku anak farmasi, kalau ada tugas dari pagi sampai malam bisa sampai jereng di lab ngliatin alat-alat laboratorium”

Eh eh, itu kelihatannya saja bu. Ke objek wisata itu kerjaanya banyak bu, kalau mata kuliah Studi Wilayah (ilmu tata ruang) kita ke objek wisata bisa ngeliat atraksi yang ada, potensi yang ada bagaimana, wawancara dengan tokoh adat, masyarakat setempat, dimarah-marahin warga setempat karna dikira titipan dari caleg yang ingin pencitraan, sampai mau digebukin. Ya ada.

Melihat aksesbilitas, mengukur jalan ke objek wisata, menghitung jembatan, liat sarana dan prasarana lain. Mengkaji amenities destinasi wisata, kayak ngitungin tong sampah, kamar mandi, toko toko souvenir sampe pembuangan limbah, sampai melihat ancillary service, kayak brosur pemasaran, pintu gerbang, peta dan lain lain.

Bisa seminggu tuh di objek wisata, pagi sampai sore. Masih mau bilang tugasnya anak pariwisata enak-enak? Pernyataan anda harus dikaji ulang!

3. Nama jurusan kurang popular.

“Kamu kuliah ambil jurusan apa dek?” | “Pariwisata pak” | “wah, ada ya? Kerjaannya jalan-jalan ya?”

Pasti pernah deh walau sekali dapet pertanyaan seperti ini. Maklum dunia kepoisme jaman sekarang memang sedang semena-mena. Ya jawabnya pasti jujur juga kan? Gak mungkin jawab anak kedokteran, muka-muka anak pariwisata itu seperti objek wisata, penuh keindahan terselubung.

Memang sih jurusan pariwisata kurang populer dibanding jurusan lain seperti ekonomi, hukum, ilmu politik, psikologi, dan yang lainnya, ini karena pariwisata di Indonesia baru diakui sebagai ilmu pada tahun 2008 kemaren, dimana negara lain pariwisatanya udah maju jauh.

Meski baru seumur jagung yang udah hidup 6 tahun, di berbagai kota jurusan pariwisata menjadi yang favorit. Di fakultas ilmu budaya UGM, jurusan pariwisata menjadi yang favorit, mengalahkan IT dan ekonomi, di Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, Manajeman periwisata juga yang terfavorit, STP Trisakti, STP Bandung, STP Bali, sampai STP Ambarrukmo di Yogyakarta mengalami peningkatan pesat dari jumlah mahasiswa pariwisatanya. Itu bukti jurusan pariwisata mulai mengambil jatah jurusan lain, bersiap-siaplah tersingkir wahai jurusan lain.

4. Mahasiswa pariwisata tahu semua tentang pariwisata, objek wisata sampai hotel.

“bro, gue mau ke jogja seminggu nih, lu yang ajakin muter-muter keliling jogja ya?”

“mas, tau hotel pakuningratan gak? Katanya sih di daerah jogja”

“bosku mau ke jogja nih, mau ke Borobudur, tolongin jadi guide yah”

 

Banyak pasti yang bertanya atau minta tolong kayak gitu. Ya ia sih kita anak pariwisata, tapi gak semua objek wisata kita tau. Gak semua hotel di kita hafal, emang kita Dinas Pariwisata? Dan gak semua objek wisata kita tau ceritanya, objek wisata itu ada banyak bung! Please deh.

5. Paham tentang pengembangan desa wisata.

Sama seperti kasus di atas. Di kampus pariwisata nih, di beberapa kampus pariwisata seperti di STP Trisakti Jakarta, Ilmu Pariwisata ntar dibagi-bagi lagi spesialisasinya.

chef.jpg
https://www.flickr.com/photos/ericmcgregor/

Ada attractions and destination, human resource management in tourism, tourism marketing, MICE, lodging, heritage, sampai ke culinary. Nah kalau dapet anak pariwisata yang spesialisasinya culinary, dan kamu tanya tentang desa wisata, bisa digoreng hidup-hidup anda.

6. Penampilan sangat elegan.

  1. http://2.bp.blogspot.com/

     

Pernah maen ke STP Bali? STP Bandung atau NHI, atau ke STP Pelita harapan? STP Ambarrukmo, STP AMPTA? Celana kain, kemeja, dasi, jas, pantofel, sampai rambut klimis jadi keharusan mereka.

Ya seperti itulah sedikit kebiasaanya. Tetapi di belakang itu semua, mahasiswa yang dasinya gak dipakai, atau diturunin seperti drama korea juga ada, pantofel diganti jadi sepatu sneakers juga banyak, jasnya sampai buluk ada juga.

Ya intinya gak semua yang anda lihat itu seperti itu adanya. Liatlah ke mahasiswa kepariwisataan FIB UGM, ke universitas pancasila, semuanya berbeda ketika negara api menyerang. Sama seperti mahasiswa pada umumnya.

7. Kuliahnya mahal.

STP Pelita Harapan? Gak usah dilihat deh harganya, di STP Trisakti? STP Bandung? STP Sahid? STP Bali? Kepariwisataan di FIB UGM? Kalau woles, buka aja di web PMB, dan lihat berapa nominal rupiah yang haru anda keluarkan kalau ingin masuk ke kampus/jurusan pariwisata, bikin geleng-geleng kepala bapak deh.

Kalau dinalar memang mahal sih, karena biaya operasional untuk mengajar sambil jala-jalan itu tidak murah, tapi lihat ke kampus yang lain, yang juga buka jurusan pariwisata, STP AMPTA, STP Ambarrukmo, BSI, STIPARY, dan yang lainnya, banyak yang murah koq, yang lain mahal karena segmen mereka memang menengah keatas, dan citra mereka menutupi kampus lain, yang mengakibatkan efek stereotip yang menyatakan bahwa masuk jurusan pariwisata adalah mahal. Padahal tidak!

8. Proses kuliahnya gampang.

Gampang itu relatif sih ya. Tetapi, fikiran orang awam lagi-lagi menyatakan bahwa gampang banget kuliah di jurusan pariwisata, bisa difikir sambil baca komik.

Tunggu dulu, kita liat contoh kurikulum anak pariwisata di STP Ambarrukmo untuk S1 Pariwisata, semester II di samping kuliah regular, mereka harus buat jurnal tentang kasus pariwisata dalam negeri, atau disebut Domestic case study (DCS) dimana mahasiswa harus melakukan studi kasus di seluruh Indonesia untuk menganalisis objek wisata di tempat tersebut, selanjutnya semester IV harus FCS, atau Foreign Case Study, yang mengharuskan mahasiswa keluar negeri untuk mengkomparasi objek wisata di luar negeri dengan di Indonesia.

Selanjutnya ada magang kerja, bisa ke dinas pariwisata, ke bandara, imigrasi, hotel, tour and travel, dan industri pariwisata lain selama 3 bulan, atau bisa diganti dengan Job Arientasi ke luar negeri selama 6 bulan, selanjutnya harus KKN-Pariwisata, Proposal Skripsi, Seminar, dan Ujian akhir, dan bisa berulang dari awal kalau “bermasalah”. Belum kurikulum di kampus pariwisata lain. Gampang bukan?

9. Kalau lulus, kerjanya di objek wisata atau hotel.

Ms. Student Tourism Philippines 2010
https://www.flickr.com/photos/infiniteshutter/

 

Pariwisata itu basik ilmunya adalah hospitality atau keramahtamahan, yaitu ilmu tentang service, atau belajar bagaimana melayani guest. Ilmu ini memang banyak digunakan di Hotel, tetapi, di era sekarang, 60% dari produk barang adalah pelayanannya. Sebagus-bagusnya produk anda, kalau servicenya gak bagus, katanya your product is nothing!

Jadi ilmu tentang pelayanan bisa di aplikasikan ke berbagai industri, bisa di perusahaan perbankan, operator seluler sebagai customer service, maskapai penerbangan, Kereta Api, PELNI, ke pelayanan konsultan, PNS, bahkan sampai ke perusahaan pertambangan, sebagai orang yang suka nge-lobi, atau ngomong, karena katanya orang pariwisata itu katanya pinter banget melayani (baca: ngoceh).

Jadi, apakah harus kerja di objek wisata atau hotel saja?

10. Jalan jalan terus.

Tidak selamanya mendung itu hujan, tak selamanya anak pariwisata jalan-jalan, kuliah full 1 semester di dalam ruangan kelas sampai otak berbusa juga sering terlewati, mengantuk, tertidur, bolos, sampai merasa bahwa dunia ini akan berakhir juga pasti terasakan anak jurusan pariwisata.

Ini kuliah bung, kita ada digalaxy yang sama wahai mahasiswa, jadi karna judulnya masih kuliah ya harus ngerasain yang seperti itu. Di situlah siksaanya.

11. Skripsinya gampang.

"Ndapetin ijasah itu berat" Sumber : bersabda.com
“Ndapetin ijasah itu berat” Sumber : bersabda.com

Skripsi koq gampang. Gampang itu mbego-begoin ABG, kasih janji-janji manis, udah deh.

“PENGARUH NEGARA ASAL TEHADAP MOTIVASI WISATAWAN MENGUNJUNGI OBJEK WISATA CANDI PRAMBANAN”
“THE EFFECT OF ONLINE TRAVEL AGENCY CUSTOMER PERCEIVED VALUE TO SATISFACTION AND LOYALTY (A CASE STUDY AT VALADOO.COM)”
“HUBUNGAN KUALITAS PELAYAN, CITRA, DAN PROMOSI TERHADAP LENGTH OF STAY GUEST DI HOTEL ROYAL AMBARRUKMOYOGYAKARTA”
“MOTIVASI WISATAWAN MENGGUNAKAN PAKAIAN ADAT JAWA KETIKA MENGUNJUNGI OBJEK WISATA BUDAYA MAKAM RAJA-RAJA MATARAM IMOGIRI”
“STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI BARON BERBASIS KEPADA EKOWISATA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SECARA EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL”

Itu sekelumit judul-judul skripsi yang biasanya dipakai mahasiswa pariwisata kalau mau skripsi atau tugas akhir, Bab I,kulaitaitif, kuantitatif,  latar belakang masalah, Bab II, teori-teori, Bab III motodologi penelitian, pengambilan sampel, variable indipenden, dependen, moderator, parameter, iji f, uji t, regresi, sederhana, berganda, bermain dengan kuisioner, wawancara, SPSS juga pasti terlalui, di maki-maki dosen pembimbing sampai gak bisa tidur, dan berasa dunia sudah berakhir, semua pasti merasakannya. Gampang koq J

12. Kuliahnya lama.

Kelas Kewirausahaan
https://www.flickr.com/photos/wisnudewobroto/

 

Lagi-lagi ini merupakan penyimpulan yang membabibuta. Karna lama itu bukan tentang dimana dia kuliah dan mengambil jurusan, lama itu tentang bagaimana berkomitmen menyelesaikan kuliahnya. Itu.

13. Bacaannya buku objek wisata saja.

 

No no no no. liat poin pertama deh, hampir semua buku dilahap ama anak pariwisata, karena ketika mengembangkan sebuah destinasi wisata, atau objek wisata, kita harus belajar  semuanya tentang unsur-unsur yang ada di dalam kawasan wisata tersebut, sosial budaya, lingkungan, masyarakat, ekonomi, manajemen, keuangan, komunikasi, pemasaran, tata ruang.

Hampir semua lingkup kajian keilmuan dipelajari. Good bye buku-buku yang mengulas kunjungan ke objek wisata, itu hanya hiburan, seperti mahasiswa jurusan-jurusan lain.

14. Kuliahnya basi.

 

Basi itu bukan tentang jurusan kuliahnya tetapi tentang siapa dosennya. Setiap kampus pasti punya mahluk dosen terbasi yang selalu eksis di jamannya. Jadi nikmatilah kebasian tersebut, karena dikampus manapun itu kebasiismean dosen pasti selalu ada, mereka ada dimana-mana dan berkembangbiak. Jadi, nikmatilah, dan banyak berdoa.

 

Nah, masih mau jadi kuliah pariwisata?

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

135 thoughts on “Mitos Kuliah Jurusan Pariwisata.

    1. Yg salahnya skrg anak anak masuk pariwisata jurusan perhotelan krn mereka mau jadi chef. Dan chef di benak mereka sprt yg dilihat di TV. Perlu diingat chef. The real chef bkn di tv tp di dunia industri. Lah wong chef d tv. Pada asst smua yg kerja.

    2. Ngerasain kuliah di pariwisata tuh ,memang banyak orang bilang enak ya kuliahnya jalan-jalan ,jangan salah jalan-jalannya ga bisa tidur tenang ,contoh merhatiin temen nge guide dan merhatiin jalanan yang dilewati buat ke objek wisata tersebut ,belum nungguin giliran nge guide nya :p

    3. Ngerasain kuliah di pariwisata tuh ,memang banyak orang bilang enak ya kuliahnya jalan-jalan ,jangan salah jalan-jalannya ga bisa tidur tenang ,contoh merhatiin temen nge guide dan merhatiin jalanan yang dilewati buat ke objek wisata tersebut ,belum nungguin giliran nge guide nya :p

  1. Good,, kebanyakan orang awam yang sering beranganggap pariwisata seperti itu,,
    Apalagi orang2 yang belum tahu tentang pariwisata sebenarnya,,
    Ada juga orang yang masih memikirkan “kalau kuliah di pariwisata besok kerjanya mau jadi apa ?”
    Padahal semua itu berawal dari diri kita masing2
    Like this

  2. Wah setuju banget sama masbro, pengalaman pas ditanya kuliah jurusan apa, eh malah diketawain, dikira enak jalan2 terus. Gua yakin Pariwisata itu jurusan tepat buat prospek jangka panjang, pariwisata urutan 5 penyumbang devisa terbesar negara setelah migas, sda dll yg nanti bakal abis, beda sama Pariwisata. Selama ada manusia, pariwisata gak bakal pernah abis. 😀

  3. Thanks dah repot-repot dibikinin tulisan ini. Saking pengen muntahnya sih gw ga akan serajin mimin hehe :p Sebagai salah satu almamater pariwisata gw sangat setuju. Boleh ditambah lagi nih hasil pengalaman gw selama ini, nomor kesekian tentang pertanyaan yang suka muncul bahwa : “kenapa kamu jalan – jalan terus sih? Enaak bgt” Jawabannya “kalau ga jalan – jalan gimana mau tau dan membandingkan odtw a dan b, gimana bisa ngembangin, kita anak pariwisata ga hanya jalan-jalan, kepekaan akan berbeda, itu pasti” #imho *esmosi* Btw lanjutkan ! Hahay

    1. Sabar bro, kita gak sendiri, banyak yang senasip ama kita 🙁 maklum, “mereka” gak tau apa apa tentang pariwisata, biarin ajah, ya walau kadang kuping pengen meledak juga sih. makanya curhat di sini 🙂

  4. n yg paling mainstream terjadi adalah….
    a: kuliah dimana mas?
    b: di STP xxx
    a: apa itu?
    b: pariwisata (-_-)
    a: wah enak ya jalan-jalan terus
    b: hehe..lha kamu kuliah dimana?
    a: di Uxx mas..
    b: jurusan?
    a: pertanian
    b: (mau blg”wah ga enak ya, nyangkul di sawah terus” tapi kok ga tega)

    1. Saya lanjutin
      Saya : Enhaii, enhaii…
      people: oooh enhaii, pinter masak dong.
      saya: engga , itu mah beda jurusan
      People: Emang jurusan apa?
      saya : Perjalanan
      People : Itu ngapain??
      dan sisanya gamungkin kita jelasin semuaa yg kita pelajari selama 4 tahun beserta prospek kerja nya. sampai akhirnya kita milih mengakhiri percakapan. btw mau koreksi aja, di sekolah Tinggi Pariwisata khususnya STP Bandung, lepas dasi, pake sneakers dll sama aja cari mati . 🙂 jadi ga semua Jurusan pariwisata bisa se longgar itu yaa ..

    2. bener bangeet!! kadang harus keluar nama Enhaii dulu baru org tau.. dan blg ooohh.. kemudian akan ada beberapa yg nanya balik “Pinter masak dong ya?” nah kalo udh gini pasti kita bingung deh ngejelasinnya kalo ga semua anak Enhaii itu jurusan kitchen :’)
      dan sisanya gamungkin kita jelasin semuaa yg kita pelajari selama 4 tahun beserta prospek kerja nya. sampai akhirnya kita milih mengakhiri percakapan. btw mau koreksi aja, di sekolah Tinggi Pariwisata khususnya STP Bandung, lepas dasi, pake sneakers dll sama aja cari mati . 🙂 jadi ga semua Jurusan pariwisata bisa se longgar itu yaa ..

  5. Kuliah di pariwisata / perhotelan tidak semudah yang dibayangkan….kuliah di pariwisata setelah lulus banyak peluang kerja utk lulusannya dan tdk hanya di bidang pariwisata / perhotelan saja. Bangga menjadi lulusan pariwisata, semoga universitas atau sekolah tnggi pariwisata yg ada di indonesia makin maju. STP Triskati ud pakai lift??? Istimewa sangat super sekali akhirnya punya lift.

      1. kuliah dimana pariwisata ,enak dong jalan-jalan terus nah lu kuliah jurusan apa aku jurusan pertanian wah parah lu berati tiap hari nyangkul disawah ya jwabannya enggak lah kita juga belajar industri pertanian juga belajar agama,kita juga bljar pancasila dan kita juga gx pernah nyangkul disawah nahhhh itu dia jangn bilang anak pariwisata itu kerjaanya jalan jalan kita tuh juga belajar yang kyak gituan dan kita juga kalau pun jalan jlan itu nggak gampang bro kita harus terbangun terus,kita harus menyusuri objek wisata kita harus bisa berinteraksi dengan orang2 baru kita juga harus mengenal budaya dan adanya nahh emang itu gampang jwabannya TIDAK semua itu sagat bnyak butuh persiaapan bro so,jangan menilai pariwisata itu gampil tidak ada sesuatu yang sukses itu tdk berproses bro semua kita berawal dari proses

  6. Hahahah..Om Sabda bener bgt membedahnya…
    Jurusan pariwisatanya dicek dulu dia ambil apa,,,culinary ato travel ato destinasi pariwisata..hahah
    Yang pasti semua musti belajar deeeh…^_^

    *foto-fotonya ada yg aku kenal :p*

  7. Bangga dan sukses selalu untuk seluruh anak anak perhotelan dan pariwisata,khususnya indonesia.
    Tunjukan kita terbaik di Asia tenggara dan diperhitungkan keunggulannya di Dunia.

  8. Bener Min, kalo di UGM karena masuk ilmu budaya jadi banyak tereduksi ilmu-ilmu jurusan lain. Pariwisata UGM coraknya lebih ke wisata dan budaya dengan segala dinamikanya. Meskipun mata kuliah ekonomi dab bla bla bla di atas itu tetep ada. Kebetulan saya dah lulus, skripsinya anak parwi gampang? Susah bero saking luasnya ilmu kita harus fokus terhadap kajian yg mau kita ambil. Bagaimana membeda dinamika pariwisata dengan teori2 antropologi? Sebagai anak bungsu filsafat wajar kalo ilmu ini belum terkenal seperti kedokteran dan ekonomi, ya wajar ilmu kita baru di akui sebagai ilmu tahun 2008.

  9. Sepertiinya kita coba buat forum atau group di sosmed untuk Mahasiswa Pariwisata, agar menambah wawasan dan networking untuk kalangan mahasiswa pariwisata.

    Salam Tourism

  10. Hahahaha can’t stop smiling to this.
    Andai sepuluh tahun yang lalu internet penetrasinya sudah seperti sekarang dan postingan anda ini sudah ada mungkin gelar yang muncul di belakang nama gue bukan SST.Par seperti sekarang.
    anw kalo ngeliat dari satu tahun ke atas dan ke bawah dari angkatan gue yang tercinta, mayoritas lulusan kerja di hotel (padahal jurusan kepariwisataan yang notabene ga diajarin operasional hotel waktu kuliah, at all, miris banget :P), peringkat kedua memilih berkarir di bidang MICE (PCO, EO, dll), dan sisa lainnya bermacam-macam, dari PNS, konsultan pariwisata, tour and travel, entrepreneur, dan bank.

  11. salam sapta pesona 😀

    akhirnya ada yang ngangkat jurusan pariwisata juga.
    keliatannya aja gampang kuliah pariwisata, begitu ketemu pencarian data yang berakhir bias atau terhalang birokrasi rumit.
    aaa matek.

    keuntungan masuk pariwisata itu kita mau kerja ke bidang lain, masih pede.
    akunting, admin, hukum, lingkungan, budaya, sastra, ekonomi, perencanaan, you can named it.
    lha wong pariwisata itu ilmu yg ga bisa berdiri sendiri tanpa ilmu2 lain.

    btw,
    ijin share di kaskus ya ?
    biar anak pariwisata lebih kedengaran gaungnya

    terima kasih ~

  12. Statistik… perpajakan… manajemen a,b,c,d bla bla bla… akutansi… MICE… International Tourism… TI… Semua semua semua di lahab bro. Saya bahkan belajar bahasa Jerman, Rusia, Korea.. dan mau mulai bahasa jepang. It is true that pariwisata isnt as easy as you think

  13. salam dari Pariwisata Bali..
    kerenn gan foto paling pertama,,dari kampus ane 😛
    bener2 bgt tuh sih gan mitosnya..
    yaaaa…maju trs mahasiswa pariwisata

  14. Whaaaa….
    Akhirnya ada yg mengungkapkan perasaan di lubuk hatiku yg terdalam.
    Memang selama ini orang underestimate banget sama anak2 tourism n hospitality..
    Tapi in fact, saat ini hampir setiap perguruan tinggi punya jurists pariwisata, yg artinya jurusan ini semakin diminati dan progress ke Depannya sangat menjanjikan, asalkan kita bisa menggigil kemampuan kita…

    Dan… Selamat datang di industri ”sandiwara” hehe..

  15. Salam dari lulusan AMPTA Jogja tahun 2007 (keliatan tuanya bro) hahaha..

    Paradigma soal anak pariwisata kuliahnya enak sih sudah ada dari dulu…meski itu cuma tampak luarnya saja. Bagi kita-kita praktisi yang menjalani baru ngerti gimana suka duka dan seluk beluknya. Tapi yang lebih penting dari itu gimana setelah kita lulusnya…bisa gak kita menerapkan ilmu yang kita pelajari semasa kuliah dengan baik. Karena seperti yang agan bilang kita bisa masuk ke banyak bidang usaha..karena ilmu terapan yang kita pelajari banyak. Ibarat perang kita uda menang amunisi duluan nih.. Karena percuma kita fight soal jurusan apa yang lebih baik, yang lebih gampang/susah tapi kalo ketika lulus ya ujungnya gitu-gitu aja..

    So pesen aja buat yang baca baik yang masih kuliah, lagi skripsi atau baru lulus kuliah, kembangkan potensi terbesar yang kalian punya, maksimalkan itu, serap ilmu sebanyak-banyaknya (meski dosen nyebelin, bencilah dosennya tapi jangan ilmunya) karena itu modal yang penting ketika kalian terjun ke dunia usaha yang sebenarnya.

    Good luck friend… 🙂 GBU!!

  16. hey… saya udah tertarik sama pariwisata sejak lama, sekarang sy bru naik kelas 12 SMA and pengen lanjutin study ke jurusan pariwista ini.. bahkan saat ini gua udah nyambi di tour and travel di daerah gua.

    So, pd akhirnya gua pngen nanya masalah universitas dan STP yang menurut kalian itu baik itu yg mana? Soalnya bukan cuma gua aja yg bingung saat ini, pasti kalian juga dulu mungkin juga bingung buat milih univeristas ato STP.

    So, bantuannya dunk buat anak newbie ini.
    hehehe…

    1. Intinya ikut passion ajah, kalau kamu udah seneng sama sesuatu (jurusan pariwisata) sesusah apapun itu pasti gampang njalaninnya, sebaliknya segampang apapun kuliahnya, kalau gak suka bakal sulit njalaninnya. Tapi over all, jurusan pariwisata menjanjikan koq kedepannya 🙂

  17. Wah.jadi makin mantap dan bangga mempelajari ilmu kepariwisataan, terimakasih bung sabda untuk tulisannya yang memang curahan hati mahasiswa/i pariwisata, tentang tragedi kepoisme *halah* dari saudara,teman maupun tetangga sudah saya rasakan, yang paling jleb itu kalau yang tanya tidak kenal nama STP nya, pasti tanyanya “hah? STP xx apa itu? Dimana itu?” Kesel banget yaudah aku jawab “coba di google deh” selalu begitu hahaha terus lulusannya S1 pariwisata dibilangnya gini “oh ntar lulus jadi tour guide? Jadi tour guide gue ya, sama temen gratis dong” yaudah aku iyain aja biar cepet selese males ngomongnya hahaha.
    Salam dari maba Stipram Yogyakarta/STP Ambarrukmo 2015.

  18. Dilema ni gue ..
    Pilih pariwisata tapi takutnya ntr ga sanggup jalaninnya
    Maaf kaka2 smua . Gue dari smk emang jurusan pariwisata tapi gue masih bingung tetap milih pariwisata kedepannya atau ga
    Soalnya pariwisata di smk sama kuliah pasti jauh beda..
    Sarannya dong kak biar ga bingung 🙁

    1. Kalo saran sih ikut passion ajah..kalo udah passion, mau sesusah apapun bakal jadi gampang, soalnya di senengin. Kalau bicara susah, yang namanya kuliah gak ada yang gampang, gampang tuh tidur2an di rumah..ahahahahahahahaha… semangat 🙂

    1. Setiap kampus beda beda aturannya, ada beberapa kampus yang nggak boleh tatoan, tapi ada beberapa yang boleh, STPBandung bisa tatoan kayaknya, STP Trisakti juga kyaknya bisa, STP Ambarrukmo jogja bisa. STP bali nggak tau, pariwisata UGM gak bisa. beda2 lah… kalau kesehatan mah standar gan, asal bebas narkoba, ga buta warna, mah udah bisa. Aturan2 lain itu ntar otonom setiap kampus. 🙂

  19. Hi kakak2…. saya juga minat kuliah jurusan pariwisata, sy trtarik jurusan pariwisata karena tmn kk saya yg kuliah diprodi pariwisata dia cuma kuliah 9bln dan 3 bln prktk lgsg di kapal pesiar, dan bbrp minggu kemudian lgsg mau prktk keluar negeri dan saya ingin sprti itu… sayapun sudah fix mau kuliah jurusan pariwisata setelah baca ini saya jadi ragu lagi. Mohon minta pendapat dan masukan kakak2 yaa

  20. salam…STiPRAM Jogja S1HOSPITALITY
    kuliah dimana pariwisata ,enak dong jalan-jalan terus nah lu kuliah jurusan apa aku jurusan pertanian wah parah lu berati tiap hari nyangkul disawah ya jwabannya enggak lah kita juga belajar industri pertanian juga belajar agama,kita juga bljar pancasila dan kita juga gx pernah nyangkul disawah nahhhh itu dia jangn bilang anak pariwisata itu kerjaanya jalan jalan kita tuh juga belajar yang kyak gituan dan kita juga kalau pun jalan jlan itu nggak gampang bro kita harus terbangun terus,kita harus menyusuri objek wisata kita harus bisa berinteraksi dengan orang2 baru kita juga harus mengenal budaya dan adatnya nahh emang itu gampang jwabannya TIDAK semua itu sagat bnyak butuh persiaapan bro so,jangan menilai pariwisata itu gampil tidak ada sesuatu yang sukses itu tdk berproses bro semua kita berawal dari proses

  21. Kaa, aku anak sma nih. Pengen masuk jurusan pariwisata tapi masih bingung soalnya inggris aku rada jeblok gitu hehe. Sm takut juga gabisa nguasain yg dijelasin kaka diatas tadi, saran dong ka masuknya jurusan hospitality ato yg lain?aku masih bibgung nihh:” thanks before~

  22. Nice Artikel kak, jadi makin semangat mau ngedaftar Prodi Pariwisata .. Ilmu dan Prospek kerjanya sejalan sama yang gua bayangkan, btw kemaren syarat” kakak buat masuk pariwisata apa aja ? kalo aku punya grafik nilai naik dari semester 1-5 trus aku juga punya banyak sertifikat akademik sama non akademik kira” bisa ga ya kak ?
    Thanks ^_^

  23. Baca komen dari awal sampe habis bikin saya tambah bingung. Nih saya boleh mnta pendapat ? Saya sudah mendaftar di STIPram dan Alhamdulillah diterima, tapi disisi lain saya tertantang untuk masuk di STPBandung. Mnurut kalian bagaimana? Apakah saya mengambil kesempatan pertama atau melewatinya untuk kesempatan kedua yg belum pasti? Mohon bantuannya ya gann

  24. Sempat memiliki pemikiran seperti itu, tapi ternyata banyak hal yang juga di pelajari di ilmu pariwisata ini. Malah banyak bidang yang harus dikuasai. Jadi jangan pernah mengecilkan suatu jurusan, karena setiap jurusan itu baik, dan memiliki kesulitannya masing-masing.

  25. Setuju banget… saya dr universitas politeknik negeri kupang jurusan pariwisata,bangga loh karna kmpus saya adl satu”nya kampus di NTT yg punya jrusan pariwisata,,ia walaupun jrusan priwisata d kmpus saya bsa d blang anak bungsu (jurusan baru),,,
    Salam pariwisata,,,

  26. Bro @Sabda, ada satu mitos lagi nih yg mnurut aku banyak kaum awam yang berkata seperti ini…
    A : Jurusan apa?
    B : Pariwisata
    A : Ohh, berarti pandai bahasa inggris lah yaa
    B : Lu pikir gua org inggris (dalam hati gua,haha)

  27. Bro @Sabda, ada satu mitos lagi nih yg mnurut aku banyak kaum awam yang berkata seperti ini…
    A : Jurusan apa?
    B : Pariwisata
    A : Ohh, berarti pandai bahasa inggris lah yaa
    B : Lu pikir gua org inggris (dalam hati gua,haha)

    Salam, Ella Gustina Yusril-Riau (Boleh yang anak pariwisata add line gua ELLAGY)
    THANKS:)

  28. Gue ngakak sekaligus mikir setelah selesai baca tulisan ini. Hampir semua yg ditulis di pos ini emang pernah kejadian minimal sekali di hidup gue sebagai pelajar pariwisata. Yang paling ngehe ya kalo ditanya “jalan-jalan terus dong, mas?”

    Anywayyy, setelah 6 semester sekolah dan 6 semester kuliah, makin sadar kalo ga salah pilih disiplin ilmu. Pariwisata Indonesia sedang berkembang, tinggal bagaimana kita sebagai SDM-nya bisa bantu mengelola apa yg sudah disiapkan pemerintah. Apalagi menjelang MEA, sektor pariwisata juga bakalan jadi sasaran empuk untuk pendapatan negara. Yang paling penting, bangunlah pariwisata di negeri sendiri dulu, barulah eksplor pariwisata mancanegara.

    Salam hangat untuk semua insan pariwisata Indonesia,

    Kaca L.
    Sahid Institute of Tourism

  29. kak aku mau minta saran dong, taun ini aku lulus sma dan aku milih jurusan pariwisata, tapi aku bingung mau milih jurusan pariwisata diptn kaya pariwisata ugm atau pariwisata ui, atau milih di akademik pariwisata ya? trus mapel buat tes masuk akademik pariwisata bandung itu cuma bhs.inggris aja ya ka? plis ans ya kaa, makasiih:)

  30. Ka, aku lulusan baru tahun ini dan buat kuliah aku udah fix buat masuk pariwisata.. Kira-kira apa aja ya ka yg harus disiapin buat jurusan ini? Harus punya perlengkapan apa gitu?

    1. Siapin apa ya? sama seperti kalau mau kuliah sih, mentalnya disiapin, karena kuliah sama sekolah beda jauh, tugas tugas pasti lebih banyak dan gak masuk akal kadang 🙂
      Tapi tetep semangat, kalau pasionnya udah di pariwisata, mau susah bakal jadi gampang koq. 🙂 kalau mau spesifik, siapin belajar bahasa ya. 🙂

  31. Aku masuk smk pariwisata 57 jurusan perjalanan dan….
    Hampir dibuat gila wkwk. Kata guruku kalau lulus sudah setara D3. Entahlah lelah. Hampir 99999% menggunakan otak dibanding otot.

  32. Ka aku kelas XI udah Ada niatan nih buat masuk jurusan pariwisata tahun depan hehe tapi masih gak ngerti sama D1,D2 atau S1?? Mending mana ka????
    Mohon di jawab ya kaa

  33. W msuk pariwisata krna lari dari rumus” matematika yg bikin pecah otak.. Lumayan lah skarang udah smster 8 d STP MANADO.. satu”nya d indonesia bagian timur. Hanya krna pariwisata udah bisa bikin singapore lbih keren dri indonesia.. Thailand jdi tujuan wisata terhebring.. Pariwisata itu mnyangkut smua hal.. Saat wisatawan datang k suatu objek pasti dia nyari souvenir, makan , minum , kamar kecil, tempat istirahat, transportasi.. Jdi pariwisata itu ga ada habis”nya .. Jadi sangat menguntungkan untuk lbih d majukan lgi..

    Salam sapta pesona .. Heheh

  34. Aku bneran salut deh sama tulisannya. .bner bngtz semua ny. .
    Org od blng kuliah pariwisata enak jalan2 trs. .jalan2 ndas kale y. .jalan2 cuman numpang lewat tugas nya kyk gunung. .
    Keluar negri trs y?
    Klw ada duit ny y bsa prg trs.
    Bahasa inggris. Jpng. Prancis. Cina
    Bsa d bayangin aja it 4 bhsa asing. .yg satu aja rsa ny kpla udh muter2 apa lg 4 gt. .jgn nyepelein anak pariwisata deh inti nya. .

  35. Saya ngajar di BPLP Nusa Dua Bali (sekarang STP Bali) 1979 – 1991 dan BPLP Ujung Pandang (sekarang Politeknik Pariwisata Makassar) 1991-2014. Saya alami lebih banyak suka daripada dukanya. Tentu saja harus bermodal juga (kemampuan berbahasa asing, fisik bugar, sedikit komedian).
    Bagaimana menuntut mahasiswa berbahasa asing kalo diri sendiri “bisu”, bagaimana nerangin Daya Tarik Wisata kalo nggak pernah main, bagaimana membuat mahasiswa tertarik kalo penyajiannya “kering?” Walau saya sudah pensiun (1 Oktober 2014) sampai sekarang saya masih aktif mengajar.
    Kenali negerimu, cintai negerimu …

  36. kalau kuliah pariwsata rasanya kayak kita berada di surga…kalau gak percaya…coba refleksikan lebih mendalam…..secara singkat perngertianya pariwisata” meninggalkan temapat tinggalnya untuk melakukan kegiatan wisata ke tempat lain dengan tujuan” menikmati”, refresing, istirahat, olahraga dll. kalau kegiatan yang dilakukannya tdk memberikan sesuatu hal uang baru buat jiwa dan raganya setelah melakukan kegiatan wisata berarti itu bukanlah kegiatan pariwisata……

  37. kalau kuliah pariwsata rasanya kayak kita berada di surga…kalau gak percaya…coba refleksikan lebih mendalam…..secara singkat perngertianya pariwisata” meninggalkan temapat tinggalnya untuk melakukan kegiatan wisata ke tempat lain dengan tujuan” menikmati”, refresing, istirahat, olahraga dll. kalau kegiatan yang dilakukannya tdk memberikan sesuatu hal yang baru buat jiwa dan raganya setelah melakukan kegiatan wisata berarti itu bukanlah kegiatan pariwisata……

  38. dpt info drmna anda bisa blg org Jawa 100 jt jiwa? informasi anda mnyesatkan. OH BTW, mayoritas org Jawa Timur gak mw disebut org Jawa krn konotasi ke Jawa Tengah. mrk lbh suka dsebut bdasar region asalnya mereka. msalnya arek Suroboyo, arek malang, cak Madura dll.

  39. Gan mau nanya, kalo kita masuk jurusan pariwisata nih. Emang kerjanya itu susah buat dapet yang bisa pake kerudung?. Berdasarkan cerita temen yang pengalaman, mereka disuruh buka kerudung kalo mau kerja. Terus yang pake kerudung gimana?

    1. Itu tergantung kampusnya koq, di beberapa kampus seperti STP trisakti di Jakarta, atau STP Ambarrukmo di Jogja, yang pakai kerudung banyak koq. Nanti selanjutnya kalau mau magang dimana itu tergantung hotelnya, kalau magang di Thailand atau eropa biasanya g harus berhijab, tetapi kalau magang di dalam negeri atau kuala lumpur, masih boleh koq. 🙂

  40. Assalamualaikum mau nanya boleh gak ?saya hobbinya jalan jalan termsuk jalan kaki gitu . Trus saya pengen banget masuk jurusan pariwisata tpi saya gak terlalu suka sama matematika nya gitu . Ada sokusi lain gak . Hmmm emang kalo boleh thu kalo ngambil jurusan pariwisata itu yang paling menonjol materi apa nya .. Kalo komunikasi sih saya insya allah bisa dikit dikit sih . Mohon di bales yah please . Wassalam.

    1. Pariwisata itu ilmu yang kurang lebih mempelajari kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang yang mengunjungi destinasi atau objek dan daya tarik wisata… Kajiannya banyak, bisa ekonomi, lingkungan, budaya, statistik, dan salah satunya matematis… Kalau memang lemah di matematis ambil jurusan tour and travel, kmungkinan keinginan bisa jalan jalan terwujud deh..tpi ya gak dalam proses kuliah itung2ngan gak bisa dihindari. ngitung regres wisatawan, tingkat kepuasan, prakiraan jumlah kunjungan wisata, dll…. banyak deh,,, 🙂

  41. Assalamualaikum kak ada line atau bbm gitu .. Maaf kalo saya gak sopan sama kak . Wassalam mohon di bles ya kak kak sebenarnya saya pengen kuliah tpi kalo boleh thu kuliah itu ada materi matematika di jurusan semuanya gak sih kak . Mohn solusinya ya kak . Wassalam

    1. Di beberapa kampus nanti untuk Diploma 3 Perhotelan akan dibagi-bagi lagi, ada FO, HK, Accounting, Marketing, Hot and Cold Kitchen, Pastry, dll, sesuai kampusnya koq. 🙂

  42. Postingannya cetar bingitss pak..
    Setelah ku flasback several months ago, ternyata postingan ini pernah ku baca dulu, dan menjadi salah satu alasan mengapa harus ambil jurusan pariwisata (setelah masa-masa GEGANA dulu karena ga bisa ambil jurusan HI -.-) dan juga pendorong untuk semakin yakin mengambil jurusan pariwisata.
    Dan ternyata oh ternyata, ini postingannya dosenku sendiri.
    Mantap jiwa! Sangat berfaedah!

Leave a Reply

Top