You are here
Home > NULIS NULIS > Kenyataan Hidup yang Pahit Ini Akan Membuat Kamu untuk Rehat Sejenak dan Pergi Liburan.

Kenyataan Hidup yang Pahit Ini Akan Membuat Kamu untuk Rehat Sejenak dan Pergi Liburan.

Kenyataan hidup itu kadang pahit, dan harus tetap kita lalui. Tak ada tombol untuk jeda, semuanya akan tetap berjalan, dari sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga, dan ada di penghujung usia.

Banyak masalah yang datang, itu pasti. Kebahagiaan juga, akan datang dan pergi. Tetapi kita punya hak untuk memilih koq, ingin banyak menikmati yang bagian mana.

Ingin banyak waktu di depan meja atau liburan di pantai indah? Karena pahitnya hidup ini kadang membuat kita untuk sedikit beranjak, untuk memilih, “ah, bodo amat, mau liburan ke pantai ah!”

Baca juga: Sering Liburan Tetapi Belum Bahagia, Kenapa? Kata Booking.Com Dan Research Now, Karena Beberapa Hal Ini.

Hidup itu ternyata singkat: Lahir, bertumbuh, sekolah, kerja, pensiun, tua, dan selesai.

Kemarin perasaan baru susah cari SMA, sekarang sudah mau kuliah ajah. Kemarin masih maba, sekarang sudah mau wisuda saja, kemarin baru mau nikah, sekarang anak sudah masuk SD.

Ya, kadang setiap hari dalam hidup ini tak terasa, semuanya berjalan cepat. Ketika kamu sadar akan hal ini, koq hidup cepet banget gini sih? hidup di meja sekolah, dan meja kerja saja.

Kapan berani beli tiket pesawat dan pergi liburannya? kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bingung, ini dia 14 alasan untuk berani ambil jatah cuti kerja dan pergi liburan.

Kamu akan hidup di kehidupan yang kamu buat sendiri.

Tirachard Kumtanom

Hidup katanya sederhanya, yang buat ribet, ketika kamu membuat standar hidupmu dengan orang lain. Kamu memaksakan hidup di cara hidup orang lain. Padahal kamu harusnya hidup di duniamu yang kamu buat sendiri.

Walau sudah demikian, kadang masih saja ada tekanan. Ah, mungkin mendaki gunung, melihat matahari terbit, berselimutkan dinginya pagi adalah yang terbaik.

Menjadi sibuk tidak selalu berarti menjadi produktif.

Menyibukan diri, dengan berbagai kegiatan, dar pagi sampai malam, dari senin sampai senin lagi. Tetapi koq cicilan tak berkesudahan begini?

Ingat, sibukmu mungkin belum tentu produktif loh. Mungkin liburan adalah salah tau hal yang belum kamu penuhin. Karena berwisatalah ketika kamu bisa, karena itu akan membuatmu semakin cerdas.

Mencetak lembar rupiah juga tidak selamanya menjamin hidupmu bahagia.

Artem Bali

Becalah buku biografi dari para milioner, merka pasti akan menyatakan ini, bahwa tidak selamanya lembaran uangmu akan bisa menjamin kamu akan bahagia selamanya.

Beberapa jenis kegagalan akan terjadi sebelum kesuksesan datang.

Kenyataan yang ingin dihindari, dan membuat kenyataan baru yang mendekati keajaiban, jarang banget terjadi. Kesuksesan datang bak mukjizat.

Seperti di kantor, tidak selamanya langsung sukses, makanya kalau kantormu tidak mau kerjaanmu terganggu, maka kalau liburan, jangan mau kantor mengganggumu.

Berfikir dan aksi adalah dua hal yang berbeda.

Sering bercampur, kadang aksi duluan, kadang kelamaan berfikirnya, porsinya berantakan, membuat semakin lelah dengan kenyataan yang pait ini.

Biar teratir, mungkin kamu butuh menyehatkan dengan liburan.

Kamu tidak harus menunggu permohonan maaf untuk bisa memaafkan.

rawpixel.com

Hukum-nya sih begitu, walau kadang hati ini susah untuk melakukannya. Setimpuk kecil ego yang mengendap di hatipun sudah bisa mengendapkan rasa untuk memaafkan.

Liburanlah, meluaskan hati, untuk memberi ruang untuk memafkan.

Tidak semua orang sama seperti maunya kamu.

Tidak semua orang mempunyai pemikiran dan kesamaan seperti yang kamu mau. Bahkan orang terdekatpun, sahabat terbaik, atau pasangan hidup kita.

Pengen memaksakan semua seperti maunya kamu itu buang-buang energi. Mending liburan, jauh berfaedah.

Bukan pekerjaan orang lain yang terbaik, apa yang kamu kerjakanlah.

Mungkin terlihat terbaik, tatapi sebaik apapun itu, sadarilah, yang terbaik itu adalah yang kamu lakukan, karena itu untuk kamu, dari kamu. Membandingkan dengan pekerjaan orang lain akan membuat kamu tidak bekerja di duniamu, akhirnya, kamu tidak menjadi seperti kamu.

Victor Freitas

Apa yang kamu miliki tidak selalu mencerminkan dirimu.

Nilai kuliahmu tidak selamanya tentang kamu yang sebenarnya, apa yang kamu miliki belum tentu mencerminkan kamu. Bahkan liburan yang kamu lakukan belum tentu tentang kamu. Ah, tapi setidaknya liburan, dari pada tidak.

Segalanya akan berubah, setiap detiknya.

Tidak bisa kita tolak, teman, saudara, bahkan diri sendiripun, akan dan bisa berubah hanya dalam beberapa detik. Segalanya berubah, seperti lagunya Keane, everybody’s changing.

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Leave a Reply

Top