You are here
Home > JALAN JALAN > Kenapa Traveling Semakin ke Sini Semakin Banyak Saja Pemujanya yang Semena-mena?

Kenapa Traveling Semakin ke Sini Semakin Banyak Saja Pemujanya yang Semena-mena?

Travel
Traveling kemana saja | https://www.flickr.com/photos/aigle_dore


Traveling? siapa sih yang gak pengen? Sekarang traveling sudah menjadi bagian yang integral dalam kebutuhan hidup, mulai bergeser dari dahulunya hanya di kebutuhan tersier atau sekunder, menjadi kebutuhan primer, harus ada.
Semakin ke sini, traveling memang sudah menjadi candu, menjadi gaya hidup, menjadi standar hidup keren, dan semakin banyak pemujanya. Kenapa fenomena ini semakin menjamur? secara teori ada karena push factor dan pull factor, tetapi lupakan itu, karena kamipun sudah lupa, tetapi secara sederhana inilah alasan kenapa berwisata semakin integral di era kekinian ini.

Orang sekarang mulai gampang bosen dengan kegiatan sehari-hari yang biasa saja. Normal is boring!

Bisa nggak kamu dalam sebulan hanya melakukan kegiatan atau rutinitas yang itu-itu saja? sebulan full hanya kuliah dan belajar, atau sebulan hanya berkutan dengan kantor saja? Tinggal tunggu bentar lagi, otakmu pasti over dosis.
Sekarang, berwisata itu sudah menjadi kegiatan integral bagi manusia. Jangankan sebulan, seminggu saja tidak main ke atraksi wisata, badan pasti udah gatel-gatel, poto profil sudah habis, dan banyak mati gaya.
Kecenderungan cepat jenuh dengan rutinitas harian adalah faktor besar kenapa orang menjadikan berwisata sebagai “pelarian” mencari sesuatu yang menyegarkan.
Makanya, orang-orang mulai cepat packing tasnya, siapin kamera, duit, dan pergi liburan.

Semakin ringannya orang berkemas, siapin atribut liburan dan lembaran rupiah kemudian pergi liburan.

Tenzing Scales Machu Picchu
Liburan itu semakin gampang.


Tidak seperti dulu, liburan itu terencana sangat matang beberapa bulan sebelumnya, sekarang Jumat siang masih di kantor, sore ke Soetta, malamnya sudah ada di Jimbaran, Bali.
Jangan lupa bahagia! Siapa sih yang kalau main-main sambil liburan gak akan bahagia? menjadi orang yang bukan seperti biasanya.
Dengan liburan, tertawa lepas dan menangkap kebahagiaan itu berlangsung cepat. Liburan bisa mengekstrak setiap langkan dan cerita liburan ke dalam formula bahagia.
Bahkan di beberapa penelitian, liburan berada di atas meningkatnya karir, dan pendapatan sebagai faktor penentu bahagia.
Jadi, karena beberapa alasan inilah liburan dijadikan mesin pencetak bahagia.
Orang pengen semakin mempererat sebuah hubungan, dengan teman, atau dengan keluarga.
Berada dalam satu kendaraan, berpegagan tangan ke pantai, makan bersama, mencairkan hubungan dalam gelak tawa. Liburan adalah media yang membuat hubungan menjadi baik. Tidak hanya kepada pasangan, kepada keluarga, atau sahabatpun demikian.

Liburan kini sudah dijadikan gaya hidup. Gak liburan = gak keren.

“Wah, si rere keren yah, abis liburan dari Ausi”
“ih, ia ya? sama si Margono juga abis dari Paris, keren banget deh”

“Ih gue dong, liburannya ke Alaska, dingin, jauh, emang situ liburannya hanya di Umbul Ponggok!”
“Liburan keren itu ke pedalaman Kalimantan, cinta dalam negri, bukan sok-sokan ke luar negeri trus jadi kere”

Begitulah kira-kira gumanan para pemuja liburan membahas tentang liburan orang lain atau diri sendiri.
Liburan memang sudah dijadikan gaya hidup, bahkan ntuk mengangkat gengsi seseorang. Rela menghabiskan uang, waktu, energi dan psikologi untuk mencapai liburan yang super duper keren abis.

Orang ingin belajar dengan masyarakat lokal lain.

Mentawai--041
Bisa belajar ke masyarakat lokal.


Dengan liburan, kita bisa semakin dekat dengan budaya orang lain, dan dari situlah ada keinginan untuk belajar budaya orang lain.
Belajar budaya orang lain bisa menambah wawasan bagi wisatawan, menambah pengetahuan juga, untuk memperkaya sebuah ilmu.

Liburan itu romantis, yang bilang nggak, berarti liburannya di belakang rumah saja.

Siapa sih yang gak ingin memberikan sesuatu yang romantis bagi pasangannya? mengajak liburan ke pulau kecil di Wakatobi atau Derawan?
Liburan adalah ekspresi keromantisan bagi sebuah hubungan, bisa menjelajah alam bersama seakan mengukuhkan bahwa ikatan yang ada itu bukan sekedar mainan biasa.

Liburan bisa dijadikan sebuah pembelajaran hidup yang paling keren.

Pulang dari liburan, harusnya bisa menghasilkan sebuah pembelajaran hidup.

“The best education you will ever get is traveling. Nothing teaches you more than exploring the worl and accumulating experiences”

Dengan liburan wisatawan bisa semakin mengenali dirinya sendiri.
Model mengenal diri sendiri paling baik adalah dengan melakukan perjalanan wisata. Dengan traveling kita bisa mengenal kemampuan diri sendiri, kekuatan kita, kelemahan.
Liburan adalah cerminan untuk intropeksi diri sendiri, menampakkan seberapa tinggi kita, dan harusnya bagaimana kita harusnya bersikap.

Liburan, mimpi sederhanya yang gak gampang.

Paris
Liburan adalah mimpi sederhana.


Liburan dijadikan sebiah mimpi sederhanya pemompa motivasi untuk cepat menyelesaikan kuliah, atau sukses dengan cara tertentu agar bisa liburan ke destinasi impian.
Banyak pengorbanan terlaksana, untuk sebuah mimpi kecil, bisa liburan bersama keluarga ke London.

Sekarang, semakin banyak atraksi wisata keren yang bermunculan.

Mau ke pantai yang berbagaimacam model, yang berkarang, pantai hitam, yang putih, sampai pasir pink, tinggal dipilih.
Mau liburan sambil belajar membatik, melihat tarian khas daerah, mencoba kuliner juga tinggal pilih.
Ingin naik ke puncak gunung, turun ke dalam gua, terbang di angkasa, atau turun ke dalam indahnya laut indonesia, juga lengkap.
Berterima kasihlah kepada Tuhan, kerena kamu dilairkan di Indonesia, di negara yang super duper keren ini.

Semakin banyak festival-festival yang keren-keren bermunculan.

Mau lihat carnival fashion keren yang ada di Jember? meu lihat festival musik jazz di metropolitan jakarta, ada java jazz, mau lihat jazz yang ada di pelosok desa terpencil, ada ngayogjazz di jogja. Festival kuliner, budaya, bahari, dan segala macamnya banyak di Indonesia.
Setiap daerah berlomba-lomba menasbihkan daerah sebagai daerah tujuan wisata paling favorit.
Sekarang, objek dan daya tarik wisata di indonesia ada ribuan. Setiap daerah berlomba-lomba menasbihkan dirinya sebagai destinasi favorit.
Promosi gencar dilakukan, kerjasama dengan hotel biar meberikan promo, dengan maskapai penerbangan agar membuat rute baru, membuat semakin inginnya kita berwisata dengan aman nyaman, dan murah.

Penerbangan ke mana saja sudah ada, dan gampang banget ndapetinnya.

Airport
Mau kemana saja ada.


Tidak harus ke travel agent, dengan menggunakan smartphonemu saja, kamu bisa mencari dan memesan tiket kemana saja.
Rute penerbangan ke mana saja di indonesia ini ada banyak, dan murah, inilah pendorong pengen liburan yang lumayan paling besar.

Jenis transportasi mulai beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan semua lapisan.

Mau naik motor ke karimun dari jogja juga memungkinkan, naik mobil ramai-ramai ke bangsring banyuwangi juga no problem, naik kapal laut ke Wakatobi dari Surabaya juga bukan masalah besar.

Liburan kini semakin gampang, karena moda transportasi sekarang sudah banyak, tinggal pilih, menyesuaikan dengan keinginan, dan kantong tentunya.

Tumbuhnya hotel-hotel baru yang keren-keren, modal 200ribuan saja udah dapat yang keren.

hotel
Hotel semakin banyak.

Ditambah lagi sekarang hotel menjamur bak jamur di musim hujan. Hotel sekarang tak hanya ada di kota-kota besar, di pulau kecil di derawanpun sekarang hotelnya ada, di wonosobupun kini hotel gampang banget ditemukan.
Ketakutan liburan nanti karena tidak ada hotel sepertinya susah deh, hotel dari harga 100 ribuan sampai jutaan permalampun sekarang sudah banyak.

Terdorongnya kegiatan wisata cerdas yang berkelanjutan. #tourismart

Karena bertumbuhnya kegiatan manusia berwisata, tentunya meberikan dampak. Dampak negatif tentunya tak akan terelakan, semakin banyak atraksi wisata yang tereksploitasi sehinggga mengarah kepada kerusakan.
Atas dasar kecintaan terhadap alam ini, akhirnya banyak orang ingin melakukan perjalanan wisata yang cerdas, berkelanjutan, denga pelaksanaan yang berdasarkan kepada kearifan lokal, budaya, dan lingkungan.

Merencanakan perjalanan bisa dibuat dengan hanya menggoyangkan jempol di smartphone aja.

Nomofobia
Pakai smartphone saja bisa.


Liburan sekarang bisa diurus sendiri, mau kemana, dengan siapa, menggunakan transportasi apa, menginap dimana, atraksinya apa, dan semuanya.
Bahkan itu semua bisa dilakukan hanya dari smartphone di genggaman tangan saja. Semakin gampang deh berwisatanya.

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

2 thoughts on “Kenapa Traveling Semakin ke Sini Semakin Banyak Saja Pemujanya yang Semena-mena?

Leave a Reply

Top