You are here
Home > NULIS NULIS > Karena Cinta Pariwisata itu Tidak Sama Dengan Harus Mendatangi Semua Objek dan Daya Tarik Wisata di Indonesia.

Karena Cinta Pariwisata itu Tidak Sama Dengan Harus Mendatangi Semua Objek dan Daya Tarik Wisata di Indonesia.

Dunia kepariwisataan yang sedang menjadi trend dewasa ini, setiap orang berlomba-lomba untuk bisa datang ke sebuah objek dan daya tarik wisata. Ke-eksistensian menjadi salah satu motivasinya, diakui di lingkungannya kalau dialah yang paling keren.

Perilaku yang demikian akhirnya menjadikan banyak destinasi wisata yang menjadi rusak. Apakah dengan begitu kita sudah sukses menjadi orang yang paling mencintai (pariwisata) Indonesia?

More: Pesan Buat Anak (Gaul) yang Suka Traveling.

Ketika kamu datang ke objek dan daya tarik wisata yang sedang ramai, kamu masuk ke dalam proses rusaknya atraksi tersebut.

karimunjawa
Mass tourism


Separuh lebih kerusakan objek dan daya tarik wisata itu datang dari wisatawan yang berkunjung, yang selanjutnya adalah dari kesalahan pengelola, dan yang paling kecil karena alam. Dari wisatawan yang datang, sumbangan kerusakan sebuah atraksi wisata itu banyak datang oleh jenis wisatawan masal, atau mass tourism.

Dari pernyataan di atas, sangatlah jelas bahwa semakin banyak manusia atau wisatawan datang ke suatu objek dan daya tarik wisata, akan berbanding lurus dengan kerusakan yang dihasilkannya. Maka dari itu, jika kamu sayang sama sebuah objek dan daya tarik wisata, ikut-ikutan pengen keren untuk mendatangi sebaiknya kamu urungkan terlebih dahulu.

Bisa memegang, memeluk dan mengabadikan momen indah dengan satwa liar memang indah, tetapi kehidupan indah mereka ada di alam bebas sana.

“Love is about set they are free”

karimunjawa
Bebaskan mereka.

Tak ada salahnya mendatangi semua pantai indah di negeri ini, semuanya akan salah ketika kamu hanya mendatangi, dan pulang.

Karimunjawa
Traveling ke pantai.


Level terendah dari wisatawan adalah “travel” dan ini dilakukan hampir semua wisatawan Indonesia, yaitu datang ke objek wisata dan pulang, level selanjutnya adalah “eksplore” tidak hanya datang dan pulang, tetapi mulai mengeksplore, kuliner, budaya, alam, dan lainnya. Level selanjutnya yang masih jarang dilakukan wisatawan likan adalah “embrace”, “learn”, dan “life”
Sudah seberapa besar efek baikmu ke objek dan daya tarik wisata yang sudah kamu kunjungi? sudah merasa banyak?

Setiap jengkal indahnya alam selalu menarik untuk disambangi, tetapi dia lebih suka menerima sikap pedulimu, bukan sekedar hanya kedatanganmu.

Green Home...
Biarlah hijau.

Hutan yang baik adalah hutan yang bisa berkembang tanpa ada bantuan manusia, karena kitalah yang butuh hutan, bukan sebaliknya.

karimunjawa
Hutanku.

Merasa bangga bisa masuk ke hutan rimba yang baru pertama kali dimasukin manusia?
Ketika kamu pergi ke suatu daerah untuk belajar budaya orang lain, ingat kedatanganmu di situ juga adalah materi yang akan mereka terima, tetaplah santun dalam segala hal.

Pengen belajar budaya suku asli Mentawai, dan kamu pergi ke sana dengan membawa kebiasaanmu di kota, berpakaian mini, bertutur kata kurang baik, dan berperilaku tak santun?
Ingatlah, ketika kamu datang ke suatu daerah untuk mengenal budayanya, ingatlah, kedatanganmu di situ adalah materi yang bisa sedikit demi sedikit mengkikis kearifan lokal mereka, tetaplah sopan dan santun.

Lengkapnya koleksi foto tempat keren di hardisk-mu akan sia-sia ketika sikapmu terhadap alam tidak lengkap.

Karimunjawa
Kemampauan seseorang.


Kamu tahu, kalau kamu tidak begitu mahir berenang, kenapa harus dipaksakan turun melihat bawah laut? yang ada terumbu karang akan rusak.

Salah satu indokator dari kerusakan objek dan daya tarik wisata adalah ketika wisatawan tidak mengerti batasan dari kempuan dirinya. Sehingga yang terjadi, mereka memaksakan untuk bisa, dan dari proses memaksa itu, akan ada sesuatu yang terkorbankan.

Wisatawan sadar, dia tidak begitu baik dalam menyelam, tetapi karwna ingin melihat keindahan laut Indonesia, akhirnya dia memaksakan dirinya untuk bisa belihat karang, yang terjadi adalah kerusakan dari karang itu sendiri. Kemampuan/keahlian seseorang bersanding dengan alam akan berbanding lurus dengan pedulinya dia terhadap alam.

Ketika kamu mengajak semua orang untuk tidak hanya diam di rumah, tetapi harus pergi hilang melihat indahnya Indonesia, mungkin besok indahnya Indonesia akan mengilang.

Traveler
Indahnya Indonesia.

 

Ada ratusan puncak indah di Indonesia ini yang bisa kamu datangin, tetapi tidak semuanya siap untuk dieksplorasi banyak wisatawan.

Ke puncak Gunung Lawu sudah, ke muncak tertinggi Jawa di Semeru juga sudah, Gunung Rinjani juga sudah terdaki, selanjutnya gunung mana lagi ya?

Kemampuan manusia akan selalu bisa ter-upgrade dengan selalu melakukan perjalanan, tetapi apakah puncak gunung bisa selamanya tanggung menerima kedatangan kalian?

Karena indahnya Indonesia itu tidak selalu untuk didatangi, tetapi untuk berilah sedikit ruang agar dia bisa melindungi kita dengan caranya.

traveler
Nikmatilah, dan bersyukur.

 

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments