You are here
Home > INFO & TIPS > Kalau Kantormu Tidak Mau Kerjaanmu Terganggu, Maka Kalau Liburan, Jangan Mau Kantor Mengganggumu.

Kalau Kantormu Tidak Mau Kerjaanmu Terganggu, Maka Kalau Liburan, Jangan Mau Kantor Mengganggumu.

Ketika kamu kerja di kantor, kamu dituntut untuk fokus pada jobdesk dan fokus kerjanmu, jangan sampai diganggu oleh fokus yang lain. Gak boleh ada smartphone, gak boleh foto-foto, gak boleh browsing-browsing, apalagi browsing info libuan, gak boleh!

Ya kalau itu aturan memang dibuat berkorelasi dengan kinerja karyawan dalam bekerja ya itu resikomu menjadi karyawan. Kalau tidak, dan kamu gak berani untuk protes karena takut di PHK, ya nikmatilah bung, dunia itu kadang harus keras koq. ­čśŤ

Nah, kadang balas dendam itu asik, bisa bikin senyum teruntai panjang, dengan tatapan sinis penuh kemenangan. Ya walau gak dibolehin sama agama nih kayaknya, tetapi balas dendam ke kantor yang gak mau diganggu ketika kita sedang kerja itu sedikit-sedikit harus juga, seperti gak mau diganggu juga dong ketika sedang liburan.

Kenapa kamu harus berani mematikan sebentar hubungan dengan kantor ketika kamu liburan? mungkin mematikan handphone, log-out email kamu dari smartphone, atau memutilasi spartphone kamu dengan memisah misahkan antara sim card, memori, smartphone, dan mungkin baterainya.

Hidupmu gak 24 jam sehari, 7 hari seminggu harus direnggut oleh kantormu. Kamu kuliah mahal-mahal mau jadi robot?

The Office
Sumber: https://www.flickr.com/photos/paulmccoubrie/14054127617/

 

Duh nak, papa mamamu menyekolahkanmu mahal-mahal loh, koq cuma jadi robot yang tunduk sama aturan bosmu? masa ia hidupmu habis hanya untuk mengurus kantor terus sih? gak kasian sama dirimu? kesehatanmu loh, jiwa dan ragamu.

Masa ia tenagamu habis untuk memperkaya bos-bos di kantormu? Trus kamu kapan kayanya?

27B-stroke-6! Bloody paperwork!
Sumber: https://www.flickr.com/photos/theeerin/145287882/

 

Kamu sibuk banget ngurusin kantor, seperti semuanya akan kamu nikmati bersama keluarga kecilmu.

Yakin? yang bisa liburan ke singapura sekarang siapa? yang bisa nongkrong nungguin istri belanja di Mall sambil ngopi di starb*cks siapa? lah koq kamu rela menghabiskan semua tenagamu untuk mereka?

Kerjaan itu mau sampai akhir hayat menjemputpun gak bakal habis. Rela liburannmu gak ada karena sibuk ngurusin kantor?

dont-live-to-work-work-to-live
Sumber: https://www.flickr.com/photos/137300524@N08/24601757523/in/dateposted-public/

 

“Gus, kalau laporan bulan Januari sudah selesai, kamu langsung ke yang bulan selanjutnya ya, dibuat daily report biar saya gampang meriksanya” Kata bosmu di sore hari yang cerah di akhir pekan.

Itu akan begitu terus sampai kamu dapat dana pensiun gak seberapa. Koq kasihan ya!

Keluargamu itu lebih berharga dari urusan kantormu. Kalau kamu down, yang ada keluargamu, bukan kantormu.

Family Shoot 5
Sumber: https://www.flickr.com/photos/left-hand/2058055360/

 

Ketika kamu terpuruk, tiba-tiba di meja makan, atau di ruang tamu, atau di kamarmu, datanglah bosmu, menenangkanmu, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan kamu mendapa pelukan hangat. Stop! itu gak mungkin, dan kayaknya koq gak enak dapet pelukan dari bosmu di ruang tamumu.

Keluargamu, ibumu, ayahmu, istrimu, atau mungkin anakmu yang bisa menghapus segala getirnya hidup dan melukis indahnya senyuman di bibirmu.

Perusahaan yang membutuhkanmu atau kamu yang membutuhkan perusahaan? Kalau kamu punya kompetensi, perusahaan akan menjagamu, kalau gak ya pasti akan dibuanglah.

working.
Sumber: https://www.flickr.com/photos/jenkim/2248275918/

 

Kalau kamu punya kompetensi, kamu akan dihargai perusahaan, kalian akan saling membutuhkan. Ketika kamu merasa tidak punya kompetensi dalam berfikir, yang ada kamu akan dibuang, atau kalau tidak akan terproduksilah karyawan yang cari muka dan suka menjilat, karena hanya itu kemampuan mereka.

Kalau kamu cerdas, gak usah takutlah.

Dongeng membagakan untuk anak cucu adalah ketika kamu bisa bercerita tentang liarnya alam papua atau indahnya wakatobi, bukan rumus MS excel atau laporan tahunan yang dapat tepuk tangan bos.

Drowning under a mountain of paper
Sumber: https://www.flickr.com/photos/wheatfields/4774087006/

 

“dulu kakek┬áini cu, dapet tepuk tangan dari bos karena target penjualan kakek melebihi target” cerita kakek dengan bangga di depan cucu-cucunya yang mulai kasihan dengan kakeknya.

“Kakek dulu, pas masih muda, gunung Rinjani sudah eyang takhlukan, pernah diving di Derawan, ke suku anak dalam di Jambi, sama naik motor dari Makassar sampai Manado” cerita seorang kakek dengan bangga kepada cucu-cucunya.

Asik mana coba dongengnya?

Pantai, pulau, gunung, danau dan semua yang indah ini ada di Indonesia, masih mau nongkrong di depan komputer kantor saja?

Family
Sumber: https://www.flickr.com/photos/hernanpc/18967435489/

 

Ini pilihan sih, gak bisa dipaksain juga. Tetapi koq kasihan ya kalau hidup yang indah ini hanya habis di depan meja kantor, depan komputer, berkutat dengan tombol-tombol berisikan huruf dan angka-angka, dan merangkainya menjadi tulisan.

Padahal Indonesia itu indah banget loh.

Waktu itu cepat berlalu, waktu indah gak akan ada terus. Live to work? or Work to Live?

REMEMBER YOU WORK TO LIVE
Sumber: https://www.flickr.com/photos/jnthnhys/471972490/

 

Kemaren masih SMA, trus kuliah, trus sekarang kerja, koq udah usia kepala tiga belum pernah menengok indahnya bawah laut indonesia? mau kapan lagi?

Sebelum tabung oksigen selalu menemanimu di samping kursi roda, baiknya tabung oksigen itu ada di pundakmu di dalamya laut Raja Ampat.

Ingat quotes di bawah ini, kalau kamu gak paham, berarti kamu butuh piknik, gak kerja terus.

Liberaci├│n
Sumber: https://www.flickr.com/photos/diogeneselfilosofo/13390076425/

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Leave a Reply

Top