You are here
Home > INFO & TIPS > Kalau Kamu Sayang Bintang Laut, Harusnya Kamu Tidak Melakukan Ini, Karena Gak Keren!

Kalau Kamu Sayang Bintang Laut, Harusnya Kamu Tidak Melakukan Ini, Karena Gak Keren!

Pariwisata yang berkembang pesat, berbading lurus juga dengan dampak negatif yang dihasilkannya. Banyak banget kasus dari perkembangan pariwisata yang mengarah ke sesuatu yang negatif. Dan lagi-lagi dari dia yang disebut wisatawan.

Dari sekian banyak, kali ini kita akan membahas tentang bintang laut atau starfish yang dalam bahasa latinnya (Echinodermata) yang kini selalu menjadi korban keganasan anak hits, yang ingin terlihat keren di sosial media. Mereka yang foto bareng dengan bintang lait di permukaan, menyusun, memegang dan berfoto lagi.

More: 10+ Fakta Dan Info Terumbu Karang Yang Harus Kamu Tahu, Agar Kamu Semakin Bisa Menjaganya.

Bintang laut dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish (ikan bintang), walau hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan.

Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. (wikipedia)

Bintang laut akan mati kalau kamu mengangkat dia dari dalam air.

Seperti semua hewan laut lainnya, bintang laut bernafas mengunakan popula atau respiratity tree yang membuat mereka tidak bisa menghirup udara langsung, seperti pada ikan.

Mungkin kamu pernah mendengar orang mengatakan bahwa jika kamu mengambil bintang laut keluar dari air asal tidak lebih dari 5 menit dia tak akan mati.

Padahal itu tidak selamanya benar, ada beberapa bintang laut yang bisa mati hanya dalam waktu 30 detik. Sama seperti manusia, ada yang bisa tahan nafas sampai 5 menit, ada yang baru 30 detik sudah mau mati.

Bintang laut mati karena tidak bisa bernafas di permukaan.

StockSnap / Pixabay

Menurut penjelasan ilmiah, bintang laut memiliki popula di permukaan tubuh yang juga disebut insang kulit yang digunakan untuk bernafas, masing-masing papula dinding tipis merupakan perpanjangan dari celoma, sehingga secara otomatis mengganti antara cairan coelomic dan air menjadi oksigen.

Secara sederhana, ini berarti bahwa bintang laut menangkap oksigen di dalam air untuk proses pernapasan melalui insang kulit ini dan saat spesies ini dikeluarkan dari habitat perairan mereka, mereka tidak dapat melakukan pertukaran oksigen untuk siklus hidup mereka, yang menyebabkan keracunan dioksida atau karbon monoksida dan mereka mati dalam waktu singkat, itu berarti mereka bisa mati dalam beberapa detik sampai 5 menit tergantung spesimennya.

Starfish bisa mati karena stress juga.

Bahkan tanpa mengeluarkan bintang laut keluar dari air, ketika kamu terus-menerus pegang, menggeser, menumpuk dan menaruhnya berkali-kali, berfoto lagi dengan mereka. Menempatkannya di atas satu sama lain seolah-olah itu mainan untuk kreativitamu. Untuk kalian ketauhi, merekapun bisa mati!

Coba kamu bayangkan kalau kamu akan melakukan pemotretan dalam air, kamu harus tahan nafas, mesuk ke dalam air, di foto, kemudian naik sesaan, berfoto lagi, tidah sampai berapa jam kamu masti stress.

Dalam beberapa kasus, dalam studi ilmiah tentang bintang laut, di mana ahli biologi mengeluarkannya hanya beberapa detik untuk memotret dan mengambil data. Ahli meperlakukan mereka dengan sangat hati-hati dan menggunakan sarung tangan untuk melindungi pH tubuh.

Faktanya adalah, bintang laut memiliki kulit yang berduri tidak berarti mereka bisa ada di semua medan. Ketika kamu mulai memegangnya, dan membawa keluar dari air, menunjukan ke teman, dan berfoto untuk pamer di sosial media, itu berarti ada hewan malang yang sedang menderita.

Selalu menjadi korban Starfame of anak hits.

PublicDomainPictures / Pixabay

Banyak sekali foto-foto yang diambil orang (wisatawan) dengan bintang laut. Coba kamu cari di internet, dengan kata kunci “starfish” atau “bintang laut” akan lebih banyak foto bintang laut yang ada ditangan wisatawan dibanding dengan yang ada di laut.

Apakah itu membuat semakin keren dan hits? untuk sesama anak yang kurang belajar, mungkin keren, tetapi bagi orang yang paham, itu menjijikan!

Apa yang sebenarnya mereka lakukan? mempromosikan sebuah pertunjukan kebodohan? atau ingin  menyiarkan pesan yang menyatakan tentang rendahnya tingkat penggunaan otak?

Apapun alasannya, sebagai wisatawan, harusnya lebih berfikir panjang, itu akan membuat bintang laut mati.

“STOP TAKE A STARFISH OUT OF WATER!”

Bagaimana cara kamu bisa membantu melindungi mereka?

 

  • Bintang laut bisa  diamati dari luar atau dari dalam dengan Snorkel, tanpa mengeluarkannya dari air, itu sudah cukup baik koq untuk berfoto bersama.
  • Dan jika kamu tidak tahu dan telah melakukannya, Kami berharap untuk tidak membagi foto kamu secara online, biar orang lain tidak meniru kesalahanmu itu.
  • Bila kamu melihat seseorang melakukan ini, tak usah sungkan untuk memberi tahu, mereka melakukan itu, karena belum tau. Berbagi, menyebarkan ilmu.
  • Bagikan informasi ini dengan teman dan kenalan. Semakin banyak orang tahu, semakin cepat kita akan berhenti mempraktikkan kebiasaan buruk ini yang merusak harta karun alami laut kita ini.

If you love a starfish, don’t pick it up.
Because if you pick it up it dies and it ceases to be what you love.
So if you love a starfish, let it be.
Love is not about possession.
Love is about appreciation. – sanblassailing.com

Informasi tentang kamu yang cinta bintang laut, bisa lihat di starfishprotection.weebly.com

 

Sumber: Dragondeluz

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Leave a Reply

Top