You are here
Home > NULIS NULIS > Kalau Kamu Anak Petualang Sejati, Pasti Sedih Mendengar Berita tentang Sampah Plastik di Laut Bali ini.

Kalau Kamu Anak Petualang Sejati, Pasti Sedih Mendengar Berita tentang Sampah Plastik di Laut Bali ini.

Pariwisata Indonesia yang selalu menakjubkan pasti sangat mudah untuk mengundang media asing untuk datang dan meliput. Kebanggan bagi kita orang Indonesia, karena akhirnya Indonesia semakin terkenal, dan itu positif.

Tetapi bagaimana kalau kali ini yang diliput adalah sesuatu yang tidak menyenangkan? sesuatu yang negatif? Ya, media bisa menyebarkan sesuatu yang baik, tetapi juga akan memberitahukan tentang sesuatu negatif yang terjadi.

Beberapa hari ini, dunia sempat diramaikan tentang berita yang dimuat oleh BBC, sebuah kantor berita yang bermarkas di United Kingdom. Tentang apa? tentang sampah plastik yang ada di perairan Bali.

Video di atas diambil pada awal Maret, rekaman oleh Rich Horner menunjukkan dia sedang berenang di Manta Point, sebuah tempat menyelam yang terkenal berlokasi sekitar 20 km dari pulau Bali, dia mengatakan bahwa apa yang dia lihat itu mengerikan.

Baca juga: Negara Yang Katanya Surganya Menyelam Dunia, Tetapi Data Terumbu Karangnya Mengkhawatirkan.

Apakah normal melihat begitu banyak plastik di perairan Bali?

Photo: travel.detik

Sebenarnya masalah sampah di Bali bukan rahasia lagi, tapi Horner mengatakan bahwa walau Bali memproduksi sampah yang banyak, tetapi dia tidak pernah melihat banyaknya sampah seperti ini sebelumnya.

Demikian pula dikatakan oleh seorang konsultan perjalanan untuk diving di Bali, ia mengatakan bahwa ini hal yang sangat tidak biasa, ada terlalu banyak sampah, dan tiba-tiba. Mereka membawa wisatawan pergi ke Manta Point hanya satu hari sebelum Horner menyelam di situ dan mereka menikmati laut yang indah, belum ada sampah.

Baca juga: 10+ Fakta Dan Info Terumbu Karang Yang Harus Kamu Tahu, Agar Kamu Semakin Bisa Menjaganya.

Terus, dari mana datangnya sampah?

Photo: travel.detik

Secara geografis, letak Bali berada di tengah arus melintas Indonesia, arus yang mengalir dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia melalui selat Indonesia. Ini berarti sampah plastik bisa lokal atau dibawa dari sejauh Samudera Pasifik.

Plastik yang saya lihat terutama memiliki label Indonesia tapi karena arusnya bisa datang dari manapun, bisa jadi sampah di sini datang dari Indonesia, Filipina, Malaysia atau dari tempat lain. Ini juga berarti sampah plastik itu bisa hanyut dalam hitungan beberapa hari atau bahkan hanya hitungan jam, semuanya tergantung arus yang membawanya.

Selanjutnya, keesokan harinya, para penyelam yang pergi ke Manta Point dan melaporkan bahwa mereka sama sekali tidak melihat sampah plastik. Ini berarti, para sampah plastik itu melanjutkan perjalanannya, masuk ke Samudra Hindia.

Baca juga: Kamu Suka Diving? Harusnya Kamu Paham Dengan Etika Diving Ini.

Apa yang pemerintah lakukan tentang ini?

Photo: travel.detik

Tahun lalu, pemerintah di Bali mendeklarasikan keadaan darurat sampah. Di pantai sepanjang 6km, pemerintah Bali mengerahkan 700 pembersih dan 35 truk. Dalam beberapa hari Pemda Bali mengumpulkan hingga 100 ton sampah.

Namun masalahnya tidak hanya terbatas pada Bali, masalahnya adalah bahwa banyak sampah datang ke Bali dari Pulau Jawa, pulau terpadat di Indonesia.

Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik kedua di dunia.

Photo: travel.detik

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia  mengungkapkan kesedihan atas tumpukan sampah di Manta Point, mengatakan bahwa Indonesia harus membuat lautan seperti teras depan kita, bukan halaman belakang rumah, agar kita selalu menjaga kebersihannya.

Dari info yang ada, Indonesia saat ini memang menyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, setelah China. Kementrian kelautan akan mengurangi sampah plastik laut sebesar 70% pada tahun 2025, akan banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar target itu tercapai.

 

Sumber: Bbc.com

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Leave a Reply

Top