You are here
Home > INFO & TIPS > Jenis Temen yang Gak Usah Diajak Liburan Bareng!

Jenis Temen yang Gak Usah Diajak Liburan Bareng!

Sering liburan? yang difikirkan pertama kali apaan biar liburannya lancar? Tempatnya? biayanya? atau akomodasinya?

Kamu sempet mikirin teman liburannya juga gak? mungkin ada yang pertama banget temen liburan, tapi ada juga yang gak.

Padahal temen liburan itu adalah salah satu faktor penentu suksesnya liburanmu loh, karena salah milih teman, mau sebagus apa liburannya bakan percum tak bergun. 🙂

Nah, kamu punya teman yang bakal diajak liburan? dari pada liburanmu gak asik, mending cek dulu, tipe teman yang gak usah diajak kalau liburan. Dari pada bikin liburanmu jadi lumanyun.

More: Tips pergi traveling tanpa wacana!

Terlalu sibuk dengan gadget. Dikit dikit cek smartphone, buka apps, pencet home, scroll atas, scroll bawah, trus di lock, trus dibuka lagi.

Nomofobia
Nomophobia. Source: https://www.flickr.com/photos/oscarfh/22189445618/

*baru sampe ke objek wisata* Ngeluarin BB, foto pantainya, trus ganti DP. Ngeluarin Smartphone untuk twitpict. Ngeluarin tablet pc untuk check in di path, ambil DSLR untuk foto-foto, trus ribet trus dengan segala macam device yang dibawa. | Hidupmu koq gak asik banget sih?

“Liburan yang asik adalah ketika kamu bisa melupakan apa itu handphone”

Kayaknya pernyataan itu benar, dengan terlalu sibuk dengan getjetmu, itu akan membuat keindahan tempat berwisatamu semu, kayak kamu belum siap melakukan kagiatan wisatamu.

Coba deh, sampai ke objek wisata, satu menit saja gak usah bersentuhan ama getjetmu langsung liat ke semua arah, tarik nafas, rasakan aura dari daya tarik wisata di objek tersebut, mungkin itu bisa bertambah jadi dua menit, tiga menit, trus rasain deh, kamu bisa benar benar menikmati liburanmu, dan menyatu dengan alam di situ.

Terlalu takut dengan yang belum terjadi, yang jadinya mengekang datangnya sebuah keseruan.

“Gak usah kesana deh, jalannya katanya gak bagus, batu batu gitu, trus kayaknya pantainya gak bagus bagus amat, mending kita ke pantai yang biasanya aja”

khawatir adalah kebodohan, karena kamu memikirkan sesuatu yang belum terjadi dan membuatmu ketakutan gak jelas”

Be free
Gak usah takut. Source: https://www.flickr.com/photos/dariobn/15460074140

Kayaknya quote di atas memang pas untuk mendeskripsiin keasikan liburanmu. Terlalu khawatir dengan sesuatu yang bak terjadi membuat ekspresifmu yang harusnya lepas menjadi terkekang. Ketakutan dari sesuatu yang belum ada dan itu dari kamu sendiri yang buat.

Ngopy dari nike, just do it! Inilah liburan dimana kamu harus bisa menjadi bukan kamu yang biasanya yang seperti setiap hari. Lakukan kegilaan, karena gak ada cerita indah dari kegiatan yang bisa bisa aja. Normal is Boring bro!

Selalu sibuk dengan posting (pamer) di sosial media.

“Level terendah dari menikmati kegiatan wisata adalah memamerkan kegiatan (wisata) tersebut”

Selfie
Pamer. Source: https://www.flickr.com/photos/tomicpasko/14139726176

Faktanya, dari teori motivasi orang melakukan kegiatan wisata, menempatkan pamer adalah tahapan pertama orang menikmati kegiatan liburannya.

Secara empiris memang ia sih, kalau orang sudah sering liburan, untuk apa dia memamerkan kegiatan liburannya, dia gak butuh pengakuan orang lain atas hal itu, dia hanya ingin dia bisa menikmati kegiatannya secara personal.

Liat aja bule bule yang maen ke Indonesia, mana ada dia ketika ke objek wisata sibuk dengan posting hasil berwisatanya ke social media? Itu karena motivasi mereka berwisata adalah untuk mendapatkan pengalaman yang baru untuk dirinya, level yang jauh lebih tinggi dari sekedar hanya pamer ke orang lain ke sosial media.

Terlalu perhitungan dalam mengeluarkan duit, seperti bendahara RT.

Tourist at the Brandenburg Gate
Pelit. Source: https://www.flickr.com/photos/danielfoster/14836725526

 

 “Travel where you young and able. Don’t worry about money, just make it work. Experience is far more valuable than money will ever be”

Kalau liburan masih mikir terlalu kikir untuk ngeluarin duit, mending tiduran di rumah, itu zero cost. Jadi, kalau liburan, janganlah terlalu perhitungan dengan rupiah yang kamu keluarkan, berilah reward ke dirimu yang sudah bekerja untuk membuatmu jadi seperti itu.

Pengalaman itu mahal, lebih dari yang duit bisa lakuin, duit masih bisa dicari, kesempatan belum tentu. Liburan gak seharusnya perhitungan ama duit.

Kebanyakan mikir, kayak mau buat skripsi.

tourists in istanbul 3
Kebanyakan Mikir. Source: https://www.flickr.com/photos/immmu/433660039

 

“ntar sampe di dermaga, langsung cari kapal, mmhh, kapalnya yang gede aja, trus, mmhhh makan dulu atau langsung brangkat? Atau foto foto dulu? Atau nyari perlengkapan untuk di pulau? Tapi kayaknya enak santai santai di pinggir pantai dulu deh, baru ngurus ke sananya”

“Kebanyakan liburan yang berkesan adalah ketika tak terencana”

Yah, banyak benernya, kebanyak mikir, malah gak jadi jadi, udahlah, let’s go with the flow. Liburan itu bukan kayak buat skripsi yang harus banyak difikir. Karena hakekat liburan adalah bahagia, dan kebahagiaan itu kadang dating dari sesuatu yang tidak terduga.

Terlalu terburu-buru dalam waktu. Woles bro, ini bukan ngejar target sales bulanan di kantor, ini liburan bro.

 

busy schedule?
Terburu-buru. Source: https://www.flickr.com/photos/flik/2533996623/

“Cepetan, ntar keburu tutup nih pasar wisatanya. Cepetan, ntar ktinggalan mobil. Ayo, buruan, ntar sunrisenya dah tinggi, dan blab la bla la…”

“Karena bagian terindah dari sebuah perjalan wisata adalah ketika di perjalanan”

Kadang kita lupa dengan perjalanan, proses sampai ke tujuan. Dari Jogja kalau liburan ke bali naik kendaraan pribadi bareng temen-temen, untuk pulang pergi ada kurang lebih 50 jam kalian bersama, mungkin intensnya labih sering dari pada kalian berlibur di Balinya.

Trus? Ya kegilaan bisa dimulai dari mesin mobil itu dibunyikan ketika di Jogja. Terburu buru adalah karena tidak bisa memanajemen dengan baik, kalau mau liat sunrise, ya bangun lebih awal, jangan mepet mepet, gak asik jadinya, cukup di kantor di kejar kejar deadline laporan, liburan jangan sampe gitu juga deh.

Kebanyakan barang yang dibawa, sampai gak bisa bedain ini mau liburan atau minggat.

Tourists heading for the touters...
Rempong. Source: https://www.flickr.com/photos/klearchos/4682767367

Ke pantai sehari aja bawaannya kayak mau agresi militer, satu lemari kebawa semua. Ia sih bagus menyiapkan segala sesuatunya, tapi kan gak harus semuanya dibawa juga, bawalah yang memang dibutuhkan. Karena, kadang keterbatasan ketika melakukan liburan itu adalah bagian tersyahdunya.

Terlalu individualistis, seakan dia lupa kalau manusia itu hakekatnya adalah mahluk sosial.

Tourist reading a map
Individualistis. Source: https://www.flickr.com/photos/pedrosimoes7/8150135751

“Liburan yang sempurna adalah ketika itu kamu lakukan bersama dengan orang terdekatmu”

Nah, liburan bareng temen-temen, ada yang malah sibuk sendiri, tentang apa sajalah, dari jalan sendiri, duduk sendiri, di suruh bantuin bawa tas kecil aja gak mau, dia cukup bawa barangnya sendiri dan hidup di planetnya sendiri.

Orang seperti ini, baiknya kalo liburan ke pulau, pas perjalanan tengah laut, langsung di larung saja, dibekali doa saja, dan mungkin sedikit sesajen.

N.O.R.A.K.!

Tourist Attack!
Norak! Source: https://www.flickr.com/photos/giantginkgo/59678626

Norak ama ngelakuin kegilaan bersama itu beda jauh. Ketika di gili trawangan, kalian dengan geng cowokmu cuma pake boxer, topless naik sepeda sambil nyeburin semuanya ke laut, itu kegilaan, tapi norak adalah temenmu dah tau di pantai, pake pantofel, batik, clana kain dan merasa sok keren. Itu gila beneran tuh orang, langsung dikremasi aja tuh orang.

Kebanyakan Nyuruh-nyuruh. Apa-apa nyuruh, ada itu nyuruh, pokoknya nyuruh trus deh kerjanya.

Tourists!
Tukang nyuruh. Source: https://www.flickr.com/photos/gdominici/7676003318

Nah, ini juga jenis yang memuakan. Tukang nyuruh-nyuruh, atau banyak perintah, kayak bos besar aja, apa yang dia mauin harus terpenuhi. Jenis ini, kalau kita maik ke Uluwatu Bali, baiknya didorong ke laut aja bagusnya, gak ada cara lain. 🙂

Sialnya, di lingkungan kita orang seperti itu pasti ada. Mereka mengancamnya lebih bahaya dari bos yang lagi dimarahin istri di rumah. Jadi, waspadalah, dan banyakin berdoa dan berpasrah kepada-Nya.

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

5 thoughts on “Jenis Temen yang Gak Usah Diajak Liburan Bareng!

Leave a Reply

Top