You are here
Home > INFO & TIPS > Ini Alasan Kenapa Setiap Bandara Menggunakan Karpet Sebagai Pelapis Lantainya

Ini Alasan Kenapa Setiap Bandara Menggunakan Karpet Sebagai Pelapis Lantainya

Jika kamu sering menghabiskan banyak waktu untuk bepergian menggunakan pesawat, kamu mungkin mulai bertanya-tanya tentang kenapa sih kebanyakan bandara menggunakan karpet? (Gak penting-penting banget sih) 

Ah, yang bener? Ya memang sih, kalau kamu cuma main di teras bandara atau sampai ke tempat check-in, kebanyakan masih menggunakan keramik, atau marmer, atau material yang keras. Kenapa? agar pengunjung bisa dengan mudahnya mendorong troly atau menarik koper mereka, dan untuk memudahkan staf bandara untuk tetap menjaga kebersihan.

Tapi setelah masuk ke dalam bandara, dekat gate keberangkatan, karpet menjadi lapisan lantai bandara. Kenapa sih?

Baca juga:
Prahara di bandara ini Akan Selalu Kamu Temukan Di Setiap Bandara Indonesia.

Informasi Menarik Dari Angkasa Pura, Pengelola Bandara Di Indonesia.

Lakukan Hal Ini Agar Transit Berjam-Jam Di Bandara Tak Akan Pernah Membosankan Lagi.

Adalah salah satu dari banyak cara perencana bandara untuk  mempengaruhi suasana hati dan perilaku.

Seperti dijelaskan Mental Floss, banyak bandara memiliki area gate keberangkatan yang dilapisi karpet. Elemen desain sederhana ini membantu membuat pengunjung merasa lebih santai sebelum lepas landas, karena karpet memberikan perasaan lembut dan nyaman, seperti yang mungkin kamu temukan di ruang tamu rumah sendiri.

Fast Company menjelaskan juga bahwa karpet dan ditambah dengan langit-langit Gate di bandara yang lebih rendah, pencahayaan yang lebih alami, dan tempat duduk yang nyaman akan mendorong relaksasi di antara para pengunjung.

Penumpang akan merasakan santai, dan akhirnya belanja!

JESHOOTS / Pixabay

Mengapa harus santai? Karena ternyata ada manfaat besar ketika penumpang bisa merasa santai: Pertama, pengunjung akan merasakan nyamannya penerbangan, kedua, pengunjung yang senang dan santai cenderung menghabiskan sekitar 7% lebih banyak uang untuk berbelanja di ritel di dalam bandara.

Bahkan seperti dicatat Mental Floss, banyak bandara juga mengadopsi metode yang lebih radikal lagi agar bisa membuat pengunjungnya merasa santai.

Sebelum take off, pengunjung di bandara “dipaksa” untuk tetap menemukan ketenangan dengan ngopi-ngopi di warung kopi yang harga kopinya bisa untuk makan malam sekeluarga, menambahkan layanan spa di bandara, ruangan yoga, bioskop seperti di Changi Singapura, free wifi, dan bahkan di bandara di Amerika memberikan pelayanan “anjing terapi” ke terminal mereka.

Santai adalah sumber pemasukan bagi bandara.

Skitterphoto / Pixabay

Selanjutnya, kamu sadar nggak, untuk membuat kamu tetap belanja, bandara juga cenderung menggunakan lebih sedikit karyawan di stand mereka. Menurut Skift, sebuah survei oleh NCR menemukan bahwa 40% responden akan lebih memilih untuk menghindari interaksi manusia ketika berbelanja di bandara, kepana? ya agar tetap membuat mereka tenang. 

Makanya, di bandara, kamu akan jarang melihat pramuniaga yang banyak di setiap toko.

Ketenangan, dan santainya pengunjung bandara adalah penting.

Terbang, walaupun kamu sudah sangat sering, pasti tetap akan tidak tenang. Apalagi di kepala sudah membayangkan sesuatu yang tidak-tidak. Ketika intu terjadi, pengelola bandara sedikit telah gagal menyamankan pengunjungnya.

Maka dari itu bandara selalu berusaha dengan banyak cara agar pengunjungnya bisa merasa nyaman. Ujungnya agar, transportasi udara akan selalu menjadi pilihan ketika ingin bepergian.

 

Sumber: Travel and Leisure

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments