You are here
Home > NULIS NULIS > Hanya Anak Perhotelan yang Merasakan Beberapa Hal ini.

Hanya Anak Perhotelan yang Merasakan Beberapa Hal ini.




Anak kuliahan itu identik dengan anak muda yang sedang berjuang menggali ilmu untuk bertarung di dunia kerja besok.

Di samping itu anak kuliah adalah mereka dengan kebebasan, karena sudah 18+, sudah menentukan kedepannya hidup itu seperti apa, sudah menjadi sosok manusia dewasa yang bisa mempertanggungjawabkan setiap tawa dan tangis di perjalanan hidupnya.

Anak yang kuliah di perhotelan juga sama, mereka merasakan hal yang sama. Tetapi dibalik kesamaan itu, kami memiliki beberapa rasa yang harus kami lewati untuk menjadi orang yang bisa membuat orang tua berlinang air mata kebahagiaan.

Inilah kami anak perhotelan, inilah beberapa yang kami rasakan, diluar yang lain lihat.

More: 20+ Jurusan perhotelan dan pariwisata yang wajib kamu pertimbangkan.

1. Kuliah perhotelan itu untuk apa?

mphunp.blogspot.com

Ini adalah pertanyaan yang paling sering mampir ke telinga anak yang kuliah perhotelan, “Kamu kuliah perhotelan itu untuk apa sih?”.

Mulai dari teman, saudara, sampai ke orang tua mungkin juga menanyakan hal yang sama. Sepertinya mereka khawatir dengan masa depan, ketika mengambil jurusan kuliah yang bernama, PERHOTELAN.

2. STPB: Sekolah Tinggi Pembantu Bersertifikat.

go.stp-bandung.ac.id

Selanjutnya ada yang ngoceh “kuliah susah susah, mahal mahal, ujung ujungnya jadi babu juga kan?” | Heh, orang seperti ini sepertinya jaringan otaknya tercipta untuk di pakai di abad ke 15, gak cocok di pakai di era milenium ini.

Presidenpun adalah pelayan juga, pelayan bagi masyarakat, Polisi adalah pelayan, para hakim juga memberi pelayanan, sama seperti anak perhotelan, memberikan pelayanan.

Babu itu untuk mereka yang bekerja menggunakan otak saja, tidak menggunakan otak dan hati. Anak perhotelan belajar susah tentang psikologi pelayanan, komunikasi, sampai bahasa untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, dan itu menggunakan otak dan hati. So, upgrade otak dulu kalau mau berasumsi.

3. Hotel? pasti mengurus sesuatu yang negatif.

Ini juga nih, pemikiran yang teramat sangat sempit, menganggap perhotelan adalah sesuatu yang berhubungan dengan yang negatif.

Kalau otak anda negatif, gak usah di bawa bawa ke pekerjaan orang dong. Orang kalau mau negatif, kerja di Departemen agama juga bisa, bisa korupsi di kementian agama juga ada kan? Kalau kami mau jadi baik, kerja di hotel itu selalu bisa menjadi penyalur berkat bagi hidup. *naik darah*

Karena bukan kerjaan yang membuat orang jadi negatif, tetapi pola fikir. Pariwisata itu dikelola dengan profesional, kuliahnya saja gak gampang.

4. Pasti jago masak nih kalau anak perhotelan, lulusnya jadi chef.

stipram.blogspot.com

Kebanyakan nonton sinetron ya seperti ini, gampang banget menyimpulkan, otaknya tidak terlatih untuk kritis.

Hotel itu, minimal ada tujuh departemen, dan anak perhotelan di beberapa kampus akan memilih konsentrasi, spesialisasi, atau penjurusan sesuai minat kami, ada Front Office, House Keeping, F&B Product, F&B Service, Marketing, Acounting, HRD, sampai ingkin ke departmen loundry.

Nah, anak yang bisa masak itu ambil spesialisasi F&B product, itu saja di bagi lagi, bisa ke Hot and Cold Kitchen, atau Pastry anda Bakery, ribet deh.

So, kalau anak perhotelan itu disimpulkan bisa masak dan jadi cheef semua, pesannya, jangan sering sering nonton sinetron atau FTV.

5. Kuliahnya belajar membereskan tempat tidur aja gak sih?

mahadhika3.blogspot.com

Ini sama aja seperti nomor empat, penyimpulan yang membabibuta. DI era sekarang hotel tidak selamanya hanya menjual kamar saja, hotel bisa menjual F&B sebagai kekuatan hotelnya, ruang meeting untuk kegiatan MICE, atau hiburan lain.

More: Kuliah perhotelan bakal belajar apa saja? baca di sini.

So, hotel tidak identik dengan kamar dan tempat tidur, memang ia anak perhotelan belajar tentang itu, khususnya anak House Keeping tetapi tidak selamanya anak hotel ngurusin kamar.

6. Kayaknya kuliahnya gampang deh, cuma gitu gitu aja sepertinya.

adhstpbali.org

Kuliah kog gampang, gampang itu tidur tiduran di rumah.

Selama masih kuliah, mau jurusan apa aja itu, pasti ada sisi susahnya, sama denga kuliah perhotelan. Belajar Ilmu Komunikasi, psikologi pelayanan, belajar manajemen perhotelan juga, belajar hitung hitungan untuk anak acounting, belajar marketing, belajar beberapa bahasa.

Anak Food and Beverage akan belajar di dapur, mulai dari tehnik knifing, atau menggunakan pisau, jenis jenis rempah, bumbu dan terminologinya, seni merasik makanan, mati aja deh di dapur, bisa kebakar hidup hidup kalau salah sedikit, belum lagi anak pastry and bakery, sekali bantet rotinya, ngulang lagi deh, sampai bego deh.

Intinya belajar di perhotelan itu tidak segampang yang anda fikirkan bung!

7. Wah, kuliahnya mahal. Tapi kerjanya jadi babu di hotel saja.

www.easyuni.com

Mahal? anda kira ketika kami praktek di dapur motong daging ayam atau sapi itu terbuat dari karet? atau praktek membersihkan kamar itu pakai komputer biar seperti main game? belajar memberikan pelayanan terbaik itu di ruang kelas? NO NO NO,

Kampus perhotelan pasti punya laboratoriun Kitchen dan itu tidak murah, Laboratorium Pastry, Laboratorium Restoran yang harus seperti restoran pada umumnya, lengkap dengan peralatan mulai dari segala macam jenis piring, pisau, fork, goblet dan semuanya, laboratorium House Keeping, laundry dan semua yang ada di hotel.

Itu butuh modal yang besar bung, jadi wajarlah kalau sekolah perhotelan itu bukan kuliah yang murah.

Setelah lulus anak perhotelan tidak selamanya akan bergelut di dunia itu, kerjaan lain selain di hotel juga banyak, dan tak selamanya akan jadi pekerja, anak perhotelan bisa buat hotel sendiri atau restoran minimal.

8. Kemampuan berkomunikasi dan berbahasa asingnya pasti maut.

kuliahperhotelanbali.blogdetik.com

Mhhh, sedikit banyak pastinya ia, tetapi di hotel ada yang kerjanya di depan, bertemu dengan guest atau tamu, dan ada yang di belakang layar.

Kalau masalah komunikasi sepertinya hampir semua kerjaan membutuhkan, tetapi kemampuan bahasa memang harus dimiliki oleh yang job desknya selalu berinteraksi dengan tamu.

Untuk mereka yang bekerja jarang atau tidak pernah berinteraksi dengan tamu juga banyak yang kemampuan bahasanya memprihatinkan, mungkin seperti di acounting, ada store atau purchasing, human resource departmen, yang memang job desknya tidak berhubungan dengan tamu.

Ya walau ada beberapa hotel besar dan yang chains internasional harus dan mewajibkan semua lini karyawannya harus jago bahasa asing, minimal Inggris.

9. Kerjanya dalam gedung keren, di ruangan ber AC, pakai jas, keren banget kayaknya.

hospitalityriskupdate.com

Ini orang jarang jarang main ke hotel sepertinya, kalau seringpun mungkin hanya kalau ada undangan ke hotel, jadi lihatnya yang enak enaknya saja.

Itu yang terlihat bung, berjas, atau pakaian yang super duper keren, kayak di film film, di ruangan ber AC, gedungnya mewah, dibalik semuanya, ada beberapa sisi “keberantakan” hotel yang memang akan bisa terlihat kalau kamu jadi orang dalam dulu, atau bekerja di hotel.

Karena tidak mungkin hotel akan menampilkan sesuatu yang tidak enak, baik, atau pantas ke para tamunya atau pihak eksternal. Semua punya sisi jeleknya juga.

10. Anak perhotelan itu mereka yang siap memeras keringat menjadi rupiah.

Mau di departemen apa di suatu hotel, nyaris tidak ada pekerjaan yang enteng-enteng atau bisa dikerjakan dengan baca komik, anak perhotelan adalah mereka yang selalu memeras keringat, bekerja keras untuk menjadikannya lembaran rupiah.

Di Front Office, dituntut selalu segar, tersenyum, menjawab setiap pertanyaan tamu, keinginan tamu yang aneh aneh, yang tidak ada diajarkan ketika kuliah, apalagi GRO, atau Guest Relation Officer, udah deh, gak bakal nyantai kalau hotel ramai. Anak marketing, harus kejar target penjualan kamar dan F&B, anak kitchen harus bekerja dengan konsentrasi tinggi, anak house keeping harus bisa kejar kejarang dengan waktu.

Sekali lagi tidak ada di hotel yang kerjanya santai, anak perhotelan adalah pekerja keras.

11. Merokok di sela sela jeda kerja adalah surga kecil bagi anak food product dan Service.

www.tobaccoreviews.net

Ini lebih banyak dinikmati anak food product dan anak service. Dua devisi ini adalah yang selalu perang urat syaraf ketika bekerja, Service salah menulis pesan tamu untuk makanan tertentu, anak kitchen yang salah karena harus buat lagi, harus perfect, harus harus dan harus, melelahkan.

Tetapi ketika jeda merokok di belakang hotel, syurga baru datang menghampiri, seakan lupa semua yang telah terjadi, nikmatnya bisa lupa kalau sedang bekerja.

12. Bagi yang cewek, digodain om om mungkin sedikit ujian kesabaran bagi kami.

desertsand.com.au

Kalau bagian yang ini mungkin sering didapatkan kaum hawa, walaupun kaum adam mungkin juga ada sedikit.

Ini efek orang yang otaknya negatif tadi, lagian kebanyakan yang kerja di hotel pasti memiliki fisik yang baik, jadi digodain adalah sebagian dari ujian kesabaran bagi anak perhotelan, khususnya cewek.

13. Bermain dengan waktu yang cepat adalah makanan kami sehari hari.

gofaztrack.com

Ketika high season, atau musim ramai tamu, bernafas seperti biasa jarang dirasakan anak hotel. Anak FO atau font office tidak pernah berhenti berkata, tamu yang satu ke tamu yang lain, belum lagi terima telfon dari tamu lainnya, berkoordinasi dengan House Keeping untuk kamar yang harus dibersihkan dan yang sudah bisa dijual, yang di dapur harus kerja cepat menyediakan breakfast untuk 200 guest.

Manajemen waktu itu harus ngerti, miss komunikasi sedikit, kacau deh semua. kejar kejaran ama waktu itu mainan anak hotel.

14. Training di hotel dengan seragam hitam putih itu adalah langkah kecil yang harus kami lalui menuju sukses.

Waiter & Waitress!
https://www.flickr.com/photos/beskalpancit/

Yah, ini bagian tersulit sekaligus mengenangkan dari fase metamorfosis anak perhotelan. Harus menjalani masa training kerja, job orientasi, atau magang kerja ke hotel.

Walau tidak semua hotel mengharuskan si anak magang pakai baju hitam putih itu, tetapi setelan ini menjadi lompatan anak perhotelan untuk meraih bintang.

Awal training masih canggung, gak tau mau kerja apa, kemudian hari berjalan, bulan terlewati, dan akhirnya tidak mau pergi dari hotel tempat magang karena sudah nyaman, tipikal orang gagal move on. 🙂

15. Di bully jajaran mereka yang merasa senior di suatu hotel itu harus diterima dengan lapang dada.

Tidak semua hotel sih, tetapi perasaan ketika masuk ke lingkungan kerja yang baru dengan status newbetol alias newbe tolol atau fresh graduate tentunya akan menjadi tantangan tersendiri.

Menjadi orang baru di lingkungan baru yang tidak tahu apa apa, di suruh suruh masih mau mau saja, itu adalah sasaran empuk bagi senior senior “nakalmu” untuk mengambil peluang, dengan memberikan pekerjaan yang sedikit banyak dengan alasan agar anak perhotelan cepat belajarnya.

Akhirnya membuat anak newbetol selalu overtime. Tami meraka suka koq.

16. Guest Complain itu bagian dari keseharian kami.

myfunfoodiary.com

Dengerin tamu pakai bahasa Rusia marah marah, tamu dari jepang menggerutu dengan bahasa planetnya, Orang Manado yang protes kenapa air panas untuk mandi dikamarnya tidak berfungsi, belum lagi komplen tamu tentang makanan yang kepedasan, terlalu asin, kurang pedas, hambar, dan segala alasan “sang raja” lainnya, adalah keseharian anak perhotelan.

Mulai dari alasan yang kecil sampai alasan yang tidak masuk akal seperti tamu ingin pindah kamar karena dikamarnya ada dinosaurus juga ada, yah itulah anak perhotelan.

17. Anak Food Product paling rentan dengan resiko gagal diet.

Valentines: countdown begins
https://www.flickr.com/photos/miss_pupik/

 

“Yah, coklatnya eman eman, dimakan aja. | Yah, cherrynya sayang kalau dibuang, dimakan saja. | Yah, koq “remukan” steak ada sih? makan aja ahh…”

Seperti itulah nasib mereka, bahagia dengan makanan yang ada. Itu bukan sisa sisa loh, bukan bekas juga, pokoknya makan aja deh, enak juga. Secara, kualitas makanan di hotel pasti yang terbaiklah.

18. Anak Engineering yang selalu terabaikan, padahal merekalah yang kerjanya paling gak ukur tobat.

Mulai dari AC yang kurang dingin, TV, air panas, sampai minta paku, bahkan sampai yang gak masuk akal juga pernah dilakukan anak engineering. Tetep semangat ya kalian.

19. Anak perhotelan terlihat sempurna dibalik kemeja elegan, tetapi kadang rapuh di dalamnya.

lintashariini.blogspot.com

Dengan berjas, dasi, pantofel, gaya klimis, bahasa tertata rapi, sudah sedikit mengasumsikan kalau anak perhotelan sukses dibidangnya. *narik nafas* itu yang terlihat, terbiasa tersenyum, walau hatinya terluka.

Yaps, tak bisa dipungkiri, anak perhotelan manusia juga, kadang lemah, down, gagal, galau, gagal move on dan segala penyakit era modern ini.

Tetapi prinsipnya, be profesional, be personal, dibalik kesusahan kamu, tak usah diragukan lagi, akan tetap selalu ada senyum terbaik dari anak perhotelan untuk tamunya yang terbaik.

20. Anak perhotelan itu adalah mereka yang tidak pelit membagi senyuman terbaik.

Seperti pepatah tiongkok, “orang susah tersenyum dilarang buka toko” ya sama dengan anak perhotelan, DILARANG KERJA DI DUNIA PERHOTELAN KALAU TIDAK BISA TERSENYUM.

Anak perhotelan akan hidup di land of hospitality, kerajaan penuh dengan keramah tamahan, yang mengaruskan selalu memancarkan aura positif, dengan indikator paling sederhana dan wajib adalah, tersenyum 🙂

21. Ketika yang lain liburan tanggal merah, Anak Hotel tetap masuk kerja.

Jalan-jalan Pantai
https://www.flickr.com/photos/muhammadazzqi/

Ini yang paling menyedihkan dan menyesakkan hati terdalam.

Di saat teman teman upload foto main main di pantai, naik ke gunung, maen ke kota lain, touring, kemping, nyobain kuliner dan gila gilaan bersama, atau melakukan kegiatan lain, anak perhotelan harus tetap masuk kerja dan berkubang dengan banyaknya tamu.

Tetapi, kalau bisa menikmati kerjaan tersebut, aslinya setiap hari adalah liburan, karena ketemu dengan orang liburan, kecuali kerjanya di bisnis hotel.

22. Anak perhotelan adalah barisan para pekerja keras yang mencintai pekerjaan kami sepenuh hati. Kebayang kan berjodoh dengan anak perhotelan?

Waiters Race
https://www.flickr.com/photos/piaser/

Tidak diragukan lagi, dari segala proses yang anak perhotelan dapatkan, dari diragukan hidupnya ketika memilih jurusan perhotelan, dicibir teman teman dengan predikat babu bersertifikat, melalui proses kuliah yang berat, magang kerja yang kadang membosankan, dan kerja dengan tensi yang tinggi, bisa mensejajarkan anak perhotelan dangan para pejuang kerja keras lainnya di luar sana.

Dengan apa yang beranai dilakukan, berbahagialah kamu yang bisa menarik hati anak perhotelan, mereka sudah teruji oleh kerasnya dunia, jadi kerasnya denganmu, pasti terlewati dengan indah. Amin.

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

183 thoughts on “Hanya Anak Perhotelan yang Merasakan Beberapa Hal ini.

    1. ada salah satu hadis Nabi Muhammad SAW dengan artinya kebersiahan itu adalah sebagian dari iman. rasanya anak perhotelan yang selalu menjalankan hadis Nabi Muhammad SAW ini. betul egak sahabat Hidup Anak perhotelan

  1. Stop untuk bahas omong kosong!! Better Sekolah jadi Manusia saja, Bisa sekolah Banking, Bisnis, Bahasa, but pleasee hindari sekolah to becoming Jongos !! No Point at all

    1. Buat denny…emang saudara pikir kerja di Bank atau department atau bidang lainnya bukanlah seorang Pelayan…pola pikir saudara itu sempit….sekolah perhotelan itu lebih unggul, mereka menggunakan hati dan otak dalam suatu pekerjaannya….nggak seperti saudara…..Banyak BUKTI nya…. kalau saudara mungkin kerjanya cuman pake OTOT doang…..

    2. Peluang kerja di dunia perhotelan lebih luas dari yg lain kalau menurut saya.. bukan cuma di dalam negri, diluar negri pun tenaga kita di cari, bisa mengais dollar, euro, dirham, poundsterling, dll sambil jalan2 tentunya..
      Mau jadi jongos kah, babu kah, manajer bank atau apalah, itu pilihan.. *peace

      1. Buat deny,,,Gua jongos hotel,,di byar 50 jt 1 blan,,,ga nyesl Gua masuk perhotelan “banking juga jongos kli”,,think positive,that’s all..”buat anak hotel smngat trus”think big”,,

        1. Coba berani gak denni kerja di hotel,1mg aja,dgn cara ngomong dan berfikir seperti,baru 3jam sdh di tendang kluar.pegawai bank juga jongos,bos saja lebih menyedihkan,dia jongos duit dan karyawannya,kurang wawasan sih…

    3. Hehehe.. pasti belom pernah kerja di Hotel ya.. Rasain dulu bro.. enak gilaaa,,
      Everyday is my Holiday.. makan makanan enak gratis,, villa gratis,, selain gaji dapet service fee tiap bulan,, pembagian bonus keuntungan hotel taunan,, THR di atas GAPOK, tips dari tamu..dan buanyaaakkk bonus2 laennyaaa… anda bisa dapet di tempat laen?? no.. no..no..
      ane bukan anak perhotelan.. tp kerja di hotel and finally I find my new world 😛 plusss anak perhotelan asik2 lhoooo…

    1. ini fakta menyakitkan lebih tepatnya, yang lain liburan, lah disini tetap kerjaaa… tapi kalau dinikmati, anak hotel tuh setiap hari liburan koq,…ahahahaha

      1. Gak juga kok. Kan kalau sehari masuk kerja pas tanggal merah dapat ganti libur 2 hari. Kumpulin aja tuh buat liburan panjang. Lagian sekarang tempat wisata mana yang jalannya gak macet pas tanggal merah?

  2. Please advice this words ” banyak yg kemampuan bahasanya MEMPRIHATINKAN seperti Accounting, Store, Purchasing”

    Karir saya berawal dari Receiving sampai sekarang Alhamdulillah sudah menjadi FC di salah satu hotel di Bali, semua teman2 di receiving, store, purchasing justru memiliki kemampuan bahasa inggris yang sangat baik karena mereka dituntut untuk memahami segala jenis barang kebutuhan hotel baik food, beverage, engineering dan general yg mostly are imported items and having very detail specification before using.

    Mohon JANGAN RENDAHKAN salah satu departmen pun ketika anda bekerja di Hotel karena semua dept mempunyai sumbangsih untuk kemajuan hotel dan achievement suatu hotel tidak bisa dilihat hanya dari front liner saja.

    Saya berharap anda mengkoreksi tulisan anda terutama untuk poin no 8.

    Regards.

    1. Wah, makasih om, sarannya..Memang nggak boleh meninggikan atau merendahkan departemen manapun di hotel om, setuju…
      Tulisan ini hanya curhatan saja om, melihat fenomena empiris yang terjadi yang dirasakan subjektif saja, pingin polos menulis yang dirasakan….
      But, over all, thanks om, bisa nambah wawasan saya 🙂 salam perhotelan….

    2. Sama..saya jg FC d jakarta…agak tertohok baca poin yg ini…please write wisely ya next time..buat yg nulis saya ga tau namanya..hahaa..jgn bikin FC2 yg jago bahasa inggris kaget begini bacanya kaya saya..

  3. Majuu terus dunia pariwisata… Tolak kebijakan Presiden Jokowi ttg pelarangan meeting dinas di hotel besar…

    *)Salam dari Bumiminang Hotel Padang, (4stars)

  4. Ahahahaha
    Anak hotel banget. Susah jelasin ke orang tentang dunia perhotelan. Lebih baik diamin aja
    Teman saya kaget ketika saya jawab gaji di hotel itu berapaan. 😀

  5. saya sebagai seorang bagian dari FO department ingin menambahkan,, bahwa disela2 waktu istirahat yang sedikit, merokok sedikit dibelakang hotel merupakan surga kecil kami juga.. hahaha!!

    1. Ricky saya tamatan S1/keperawatan (Bachelor of Nursing)besar hapaarn saya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke S2namun ekonomi saya kurang mendukungapakah ada beasiswa untuk master dlm subjek2 keperawatan? Thx be4. .

  6. Artikelnya bagus. Buat penyemangat anak perhotelan dan yg ingin terjun ke dunia hotel. Apa yg di tuliskan diatas itu saya pernah merasakannya. Karena saya pernah bekerja di hotel. 😀

  7. kadang memang lelah dengan pekerjaan di hotel..tp saya sgt senang dpt pengalaman bekerja di hotel..walaupun saya sekolah dijurusan komputer..hidup anak perhotelan.😃😊

  8. We serve the Guest with heart and smile..we serve them when they were celebrating Lebaran..Christmast..and any other occasion..we keep our profesionalism to make them happy..when they dont know excatly what we were feel..

    That was HOTELIER….

  9. Artikel yang hebat… kebetulan saya bukan anak kuliahan sih, Namun sepengalaman saya kerja apapun gak ada yan enak sih, selalu ada sisi BT nya, tidur aja kalo kelamaan mah bikin pusing 😛

  10. Selain food hotel juga menyajikan beverage jangan lupa bahwa disetiap hotel saat ini juga memiliki tenaga ahli di bid beverage yg disebut bartender dan ini juga membutuhkan pengetahuan khusus.

    saya bekerja di hotel 9 th sekarang saya bekerja di perusahaan swasta,dan perlu anda ketahui bahwa manajeman terbaik adalah manajeman hotel.

    Ga perlu diragukan lagi untuk salary rata2 untuk rank and file saja bisa 3 sampai 4 juta saat ini untuk daerah jawa tengah.jadi jangan meremehkan anak perhotelan karna anak perhotelan selain punya otak yang cerdas,innovative juga memiliki performance and attitude yg baik.

  11. Ya,itu salary level terendah bayangkan kalo anda ada di level superior,saat ini perusahan swasta yg bukan perhotelan saja tertarik melihat performa pekerja hotel tapi kebanyakan tidak sanggup membayar lebih.

    mas sabda bisa diatur mas…hehe….

  12. memang sebagian besar benar apa yang ada diatas, tapi kata” yg dipakai diatas tidak mencerminkan kalau kalian hotelier, mungkin yg bikin lagi stress karna okupansi tinggi?

    1. Untuk Program Lembaga Kursus dan Pendidikan di Kridawisata kami mempunyai anagargn dana sebesar Rp. 3.780.000,-untuk biaya perkuliahan selama 1 semester Rp. 3.000.000,- dan seragam Rp. 680.000,- biaya pendaftaran Rp. 100.000,- jadi total Rp. 3.780.000,-di luar biaya Praktek industri di semester ke 2.perkuliahan akan berlangsung mulai 1 Agustus 2012. untuk info lebih jelas dapat menghubungi 0721 700541 0721 700506admindfe

  13. Tolong ,mana ada bacic 3 sampai 4 jt di jawa tengah,mereka dapat segitu kalo hotel rame dapat uang service lah,boleh bangga tp jangan berlebihan..itu saja saran dari saya

  14. Ketertarikan di dunia perhotelan dimulai dari saya masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. karena melihat om saya, yang bekerja di kapal pesiar… dalam hati bergumam.. “enak bgt. Jalan2 keluar negeri.. duitnya banyak” setelah saya lulus kuliah dari managemen perhotelan, akhirnya saya bisa berangkat ke kapal pesiar, joint pertama kali di trieste italy di bidang F&B selama 5 thn.. lalu saya banting setir dari F&B ke FO, di dept FO saya lebih cepat berkembang karena saya memiliki 5 bahasa. English, italy,spanish,portugese dan sedikit french.. klo diitung2 buat belajar ampe 5 bahasa berapa biayanya???? No. it’s free… di dalam kapal pesiar, ada tempat kursus untuk para pekerjanya.. mantap kann

  15. Enaknya kerja di hotel itu ada uang service hehehe at least gaji loe yg cm 2.5jt dapat terbantu dengan tambahan uang service yg 1jt sumthing (bintang 3).. hehehe klo berkarir ditempat lain untuk mencapai 3jt sumthing harus menunggu waktu lama apalagi klo jabatannya clerk.. jgn sama khan dengan yg level top management ya.. Semangat Hotelier..

  16. Chef Komang, grammar-nya dong perbaiki. Rasanya kata “were” dikalimat terakhir anda gak tepat. Pake bhs Indo aja deh. Juga yg lain2 yg nulis pake Bhs Inggris. Jangan pake grammar-nya google translate…. *peace

  17. saya lebih suka lembaga pendidikan atau diklat pelatihan seperti sekolah kapal pesiar dan perhotelan yang kuliahnya 1 tahun saja, 6 bulan di kelas dan 6 bulan praktek kerja langsung, ini lebih terarah di banding kuliah yang 3-4 tahun tapi pas lulus bingung mau ngapain (tidak semua)

  18. Thankyou for this article. Perkenalkan saya mahasiswi perhotelan ^^ Setelah baca ini jadi makin semangat jadi anak hotelwe have a passion for excellence !! And we are HOTELIER jadi mahasiswa perhotelan juga ga gampang loh. Dan jadi mahasiswa perhotelan di ajarkan untuk membangun GRADES! Proud to be hotelier

  19. Semangaaattt para junior2 ku,kita adalah pekerja keras yg InsyaAllah sudah siap dalam kerasnya kehidupan sehari hari,
    Masalah jadi babu,pengusaha pun juga babu bagi costumer nya kok

  20. Hahaha se7 banget.. apa lagi saya di bagian front office, biar tamu ngamuk2 marah2 hrs ttp senyum, sabar, padahaalll dalam hati rapuh.. sedih berbie.. hahaha..
    Saya suka artikel ini.. bikin tambah semangat bekerja dan makin bangga jd lulusan perhotelan n kerja dihotel..
    Semangat..! 😀

  21. Semua pekerjaan sama saja, ada enak tdk enaknya. Tetapi perhotelan tentu butuh extra ketelitian, kreatifitas, kerja keras, dan otak. Saya sendiri mengalami 7 tahun bekerja di hotel dan berasal dr sekolah perhotelan.

    Yg di tuliskan mungkin sudah benar, cuma nulisnya yg pake emosi. Yg awalnya bacanya udah enak pas masuk tengah2 agak melenceng dr dunia perhotelan yg sepenuhnya di kerjakan ikhlas jadinya terpaksa demi tuntutan peran. Situ sehat bung?!

  22. Departement Engineering gk pernah di anggap sebagai bagian dari mereka..
    Tanpa adanya engineering… Sales sebanyak apapun nyari tamu… Front desk sebaik apapun menyambut tamu, house keeping se bersih apapun kamarnya… Kalau ac gk berfungsi… Sia-sia semua usaha kalian.

  23. Dan satu hal yang paling membanggakan kerja di hospilality Industri perhotelan adalah. kita bagga karena secara tidak langsung kita menggaji/ memberi upah kepda pegawai sipil, karena di ambil dari pajak kita, dan ujung ujungnya di makan dan di korup sama beberapa oknum Pegawai sipil.

  24. Mau tanya.., anak2 hotel itu ada yg disuruh benerin2 kipas, ac, potong pohon2, pokoknya disuruh yg bukan tanggung jawabnya gak sih?
    Saya kerja di hotel, aku pikir kerjanya sudah ada bagian2 nya sendiri. Tapi saya malah jd ngerjain semuanya. Ya, kerja di depan resepsionis, nyapu, ngepel dan melakukan semuanya.
    Menurut kalian itu wajar g?

    1. tergantung manajemen dan SDM yang ada boss.
      misal km di suruh benerin AC padahal ada anak engineering yang lagi “nganggur”. itu baru nggak masuk akal.
      tapi kalau disuruh bantu nyiapin kamar, karena ada orang HK yang lagi sakit. atau disuruh bantu cuci piring karena tamu penuh dan semua anak F&B lagi sibuk bikin makanan buat tamu. ya itu wajar.

      ini saya malah lebih parah, ditarik suruh kerja di hotel, tapi gak jelas posisinya apa. ada tamu pesan kamar ya saya yang catat, tamu mau datang ya nyiapin kamar, pagi” kalau ada tamu ya nyiapin sarapan, gula/kopi/teh habis ya keluar belanja. kamar ada yang tivinya ga mau nyala ya benerin, owner minta laporan keuangan ya bikin terus kirim. tapi saya gak masalah karena memang karyawannya baru 2 orang.
      jadi ya intinya liat sikon brow. ada kerjaan ya kerjain, ga ada kerjaan ya bantu yang lain.

    2. Tergantung hotelnya, kalo hotel kecil yah wajar saja, namanya jg perusahaan kecil yah pasti profitnya jg kecil, jadi perusahaan memaksimalkan dengan merekrut karyawan multi tasking

  25. Kalo ngomong gaji pasti berbeda beda tiap hotel, tapi u/hotel buntang 2 ke atas u/staffnya 2-4 jt just for gapok belum termasuk servis, because pikir aja secara logika, mana ad org yg mau kerja sampe mau banting tulang bolak balik tapi di gaji rendah, hmm saya sih cuman bilang ad bberapa dept di Hotel yg sgt bagus jika di masuki tapi ad jg dept yg agak tidak di hargai walaupun sgt memberikan sumbsngsi kpd perusahaan. So intinya gaji tinggi tapi tetap tidak ad kejelasan hidup baik secara materi atau waktu, karena hotel adlh perusahaan swasta yg BIASANYA hanya memikirkan profit perusahaan tapi mengkesampingkan sisi kemanusiaan karyawan. So tergantung bgaimana cara kt menilai gmna kerja di hotel, kalo sya sih masih menilai kerja di hotel masih negativ, kecuali jadi bellboy, tipsnya bnyak :D, tanpa mengurangi rasa hormat mhon maaf jika salah kata

  26. Haha setuju banget hotelmemNg terbaik,dulu sempat berfikir perhotelan babu ternyata noo!!! Seruuuu gila!
    Perhotelan best deh ,anak jurusan hotel bisa jadi akutan,tabog,tkj dll tp apa bisa mereka masuk perhotelan?jreng jreng !
    Ganyesel masuk perhotelan!banyak belajar bahasa dsb like it

  27. Ini nama authornya smma kayak nama dosenku deh, gaya bahasanya juga. Jadi keinget, kalo jamnya pak sabda jadi paling demen berebut duduk depan. Udah ganteng, penyampaian materi enak, sayang dah punya cewek sama kalo ujian bikin tangan kriting. Jadinya patah hati deh kami. Hahahaha

  28. Ini nama authornya smma kayak nama dosenku deh, gaya bahasanya juga. Jadi keinget, kalo jamnya pak sabda jadi paling demen berebut duduk depan. Udah ganteng, penyampaian materi enak, sayang dah punya cewek sama kalo ujian bikin tangan kriting. Jadinya patah hati deh kami. Hahahaha

    Gagal fokus, tapi tulisannya asli kece banget dan bener banget kecuali yg smooking. Gedeg klo ada asap rokok

  29. Oiya tambah lagi, kalopun udah kuliah dan akhirnya suami gak ngijinin kerja, cewek perhotelan mah ibuable dan istriable banget. Contoh gampang nih ya, nata kasur gak sembarangan, kamar dan rumah rapi bak di hotel tiap hari, masakan dari western-nusantara juga okelah bang, mendidik anak bisa sabar gak emosian, smile everyday walau kurang piknik.
    Kurnng giman lagi coba? Hahahaha

    1. Kemungkinan itu bisa terjadi, mungkin tepatnya di Food and beverage product, yang akan memproduksi sebuah makanan dan minuman, di beberapa perusahaan akan membutuhkan SDM yang memahami bidang gizi, di usaha jasa makanan untuk maskapai penerbangan biasanya sangat membutuhkan orang gizi di F&B Product-nya. 🙂

  30. Pingback: URL
  31. Pingback: make money online
  32. Pingback: на сайте
  33. Pingback: Suplier Baju Anak
    1. Yaa, minimal kita faham dasar dari bahasa inggris, kalo belum bisa mungkin bisa belajar mulai sekarang, terkadang kita menggunakan bahasa isyarat mereka juga faham kok..

  34. Yahh, seperti itulah..
    banyak yg sedikit mengerti perhotelan namun selalu mengatakan hal yg negatif.
    tidak semua, yg jelas kami melayani dengan maksimal terhadap para Raja yg mendatangi tempat kerja kami.

  35. betul sekali .. (y)
    paling takut itu ketika ownernya datang nginap di hotelnya ..

    tapi tetap semangat .. begitulah jiwa anak perhotelan .. (y)

    ngomong” ada yang udah kerja di hotel nggak nih ..? kalau aku sekarang di SUTANRAJA HOTEL CONVENTION & RECREATION MANADO, aku di HK, ROOMBOY & PUBLIC AREA .. kalian ..?

  36. Perhotelan the best lah…di judge pembantu itu hal biasa..bahkan sahabat giw nanyain,”buat ap loh skolah perhotelan kalu lulusnya mala jdi pembantu” pertanyaannya yg nyesek..mereka itu gak tahu yg sebenarnyaasebenarnya mengeluarkan asumsi yg tdk mereka tahu kejelasannya

Leave a Reply

Top