You are here
Home > NULIS NULIS > Fakta Tentang Kuliah Pariwisata yang Harus Kamu Tahu.

Fakta Tentang Kuliah Pariwisata yang Harus Kamu Tahu.

Baca juga: 20+ Kampus pariwisata yang wajib kamu pertimbangkan.

Kuliah, ketika masih SMA atau SMK kebanyakan adalah impian, dan tidak sabar untuk segera merasakan indahnya kuliah, seperti yang terlihat di FTV pada stasiun TV swasta yang selalu berakhir indah.

Kemudian berubah menjadi neraka ketika telah masuk dan merasakan ketirnya bangku kuliah yang selalu dibanjiri tugas dari dosen, yang kemudian membuat pengen kembali ke masa SMA yang (ternyata) lebih manis.

Kuliah dan segala drama romantikanya selalu indah untuk diketahui. Dari sekian banyak jurusan, mungkin kita akan membahas tentang prahara apa sih yang sebenarnya terjadi kalau kamu memilih kuliah di jurusan pariwisata.

Baca juga: Mitos kuliah jurusan pariwisata.

Kuliah pariwisata itu tidak gampang!

Wokandapix / Pixabay

Industri pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri, harus ditopang oleh banyak industri lain, harus multi disiplin dan multi dimensi. Dari dasar inilah, kamu anak pariwisata akan belajar banyak hal.

Mulai belajar Manajemen pariwisata, Statistik pariwisata, ekonomi pariwisata, hukum di pariwisata, psikologi pelayanan, marketing pariwisata, ekowisata (ilmu lingkungan), wisata maritim (belajar ilmu kelautan) belajar banyak bahasa, mulai Inggris, Jepang, Mandarin, Perancis, Sampai Jerman, kemudian kamu akan belajar FIlsafat pariwisata, geografi pariwisata, Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Budaya, dan tentunya masih banyak lagi.

Sekali Lagi, kuliah pariwisata itu tidak gampang loh, tetapi tidak gampang bukan berarti sulit juga.

Buku bacaan anak pariwisata itu bukan Naked Traveler atau lonely planet.

StockSnap / Pixabay

Karena masih namanya kuliah, buku bacaannya bukan tentang indahnya review jalan-jalan, info jalan-jalan, atau buku enak ringan lainnya.

Bukunya ya tetap buku tebel, bisa bahasa inggris, baca jurnal-jurnal, referensi, kajian, dan masih seperti mahasiswa pada umumnya. Buku tentang jalan-jalan itu cuma sebagai hiburan, sama seperti yang dirasakan anak psikologi, hukum, ekonomi, atau kedokteran.

Kuliah pariwisata pasti belajar hitung-hitungan.

stevepb / Pixabay

“Ah, pilih kuliah pariwisata saja, biar nggak ngitung-ngitung” Eits, jangan salah, itu jebakan!

Ketika kamu kuliah pariwisata, hitungan itu pasti kamu temukan, di statistik pariwisata contohnya, mahasiswa pariwisata harus bisa membuat regresi kunjungan wisatawan di suatu destinasi.

Contohnya di Lombok, kunjungan wisatawan tahun 2010-2015 sudah ada, nah mahasiswa pariwisata harus bisa mem prediksi, kira-kira kunjungan wisatawan tahun 2016-2020. Ngitung sampai jereng tuh!

Itu baru regresi sederhana, belum yang berganda. Mampus. hahahaha.

Kuliah pariwisata itu kerjaannya tidak jalan-jalan terus!

ph-niks / Pixabay

Harus jalan-jalan memang ia, tetapi kalau dibilang kerjaannya jalan-jalan terus, sepertinya itu harus dikaji ulang.

Satu semester ada di kelas juga banyak koq, tugas cari referensi di perpustakaan dari pagi sampai malam juga banyak koq, kuliah sehari full juga sering.

Ya, intinya, kuliahnya pasti jalan-jalan, tetapi gak jalan-jalan terus.

Mahasiswa pariwisata kerjanya tidak hanya di hotel, dinas pariwisata, atau tour and travel!

StockSnap / Pixabay

Kuliah ekonomi tidak harus jadi ekonom, kuliah hukum, tidak jadi pengacara atau jaksa juga, kuliah sastra tidak selamanya jadi sastrawan.

Kuliah pariwisata juga begitu, mahasiswa pariwisata belajar tentang proses perjalanan manusia serta imblikasinya di tujuan perjalanannya, aspek ontologi. Intinya belajar tentang itu, yang akhirnya ilmu itu bisa diaplikasikan diberbagai industri, tidak hanya di hotel, travel, atau dinas pariwisata.

Alumni pasriwisata ada yang bekerja di Kereta Api, Usaha makan dan minum, transportasi, jadi guru di SMK Pariwisata, jadi dosen, peneliti, travel journalist, telepon operator, perbankan, dan masih banyak industri lain yang membutuhkan.

Kuliah pariwisata, usaha perjalanan wisata, dan perhotelan itu berbeda.

Free-Photos / Pixabay

Mungkin karena mereka selalu ada di kampus yang sama, jadi orang mengira kuliahnya sama juga, padahal tak selamanya sama.

Pariwisata itu lebih luas dari perhotelan dan usaha perjalanan wisata (UPW), tetapi perhotelan dan usaha perjalanan wisata adalah bagian dari pariwisata.

Jadi, kalau kuliah pariwisata di kebanyakan kampus pasti akan mendapatkan kuliah tentang perhotelan dan usaha perjalanan wisata, tetapi tidak sampai sedalam kalau kuliah perhotelan dan UPW langsung yang harus sampai praktek.

Kuliah jurusan pariwisata itu pastinya menyenangkan.

SplitShire / Pixabay

Ini dasarnya bukan promosi loh yah. Dasarnya adalah fakta, ketika kamu kuliah pariwisata, fikiranmu akan dibuat luas, memahami satu hal dari banyak sudut, lihat saja poin pertama.

Ketika ingin mengembangkan sebuah objek dan daya tarik wisata, kamu akan belajar kebudayaan, belajar seni, belajar banyak hal yang akan membuat kamu semakin terbuka dengan ilmu baru, pandangan baru, dan pastinya itu menyenangkan.

Setidaknya buat kamu yang passionnya memang di pariwisata.

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Top