You are here
Home > JALAN JALAN > Desa Madobak, Ugai dan Matotonan, Mentawai, Tempat Belajar Tradisi Masyarakat dengan Tatto Tertua Didunia.

Desa Madobak, Ugai dan Matotonan, Mentawai, Tempat Belajar Tradisi Masyarakat dengan Tatto Tertua Didunia.

kayleeneo1234.blogspot.com

Desa Madobak, Ugai dan Matotonan sebenarnya tidak didesain untuk destinasi wisata, tapi budaya tradisional dan hidup mereka sangat lestari dan unik, membuat desa ini menarik perhatian wisatawan.

Terletak di hulu sungai Siberut Selatan. Untuk mencapai desa ini Anda mulai dari Muara Siberut, Anda harus mengambil rute Purou-Muntei-Rokdok-Madobak-Ugai-Butui-Matotonan.

Setiap desa memiliki keunikan budaya masing-masing.

More: Hanya Untuk Yang Bernyali Besar, Kamu Harus Melihat Tradisi Unik Manene Di Tana Toraja Ini.

1. Seperti apa sih desa Desa Madobak, Ugai dan Matotonan?

Mentawai--010
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Madobak, sangat terkenal dengan air terjun Kulu Kubuk yang dingin. Air terjun ini memiliki dua tingkatan dengan tinggi 70 meter.

Setiap desa juga terkenal dengan rumah tradisionalnya, secara lokal dikenal dengan Uma, dan upacara tradisionalnya yang dipentaskan oleh Sikerei atau Shaman.

Mentawai--046
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Upacara tradisional ini biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan memasuki rumah baru, tujuannya untuk mengusir roh-roh jahat.

Shaman di ketiga desa ini masih setia mengenakan celana dalam dan ikat kepala (Luat) yang terbuat dari manik-manik berwarna-warni. Beberapa penduduk lokal masih memiliki tato tradisional Mentawai yang terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa.

Mentawai--078
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Tato ini dibuat dengan menggunakan paku dan jarum dan dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Menurut penduduk lokal, proses membuat tato ini sangat menyakitkan, kalau mau, an kuat, bolehlah kamu coba.

Anda tidak boleh melewatkan budaya tradisional mentawai yang unik ini!

2. Bisa lihat ama berkegiatan apa saja di sana?

Mentawai--068
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Mengunjungi ketiga desa ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Kehidupan alami mereka dapat terlihat dari rumah kayu Uma, sagu yang diproses menjadi makanan pokok mereka, kapal motor di pinggir sungai dan budaya lokal mereka yang beraneka ragam.

Di pedesaan ini, penduduk menggunakan kayu untuk memasak. Melihat penduduk mengambil sagu dengan ember mereka merupakan kegiatan menarik untuk disaksikan, jang lupa diabadikan, tetapi harus tetap sopan, dan selalu senyum.

3. Untuk sampai ke sana bagaimana caranya?

kayleeneo1234.blogspot.com

Kamu bisa mengunjungi pedesaan ini melalui sungai Rereget. Sungai ini merupakan jalan menuju hulu dari pantai di Muara Siberut. Dengan waktu sekitar tiga jam untuk sampai ke Madobak, empat jam ke Ugai dan lima atau enam jam ke Mototona dengan meggunakan kapal motor.

Selama musim ramai, waktu perjalanan akan sedikit singkat. Kamu disarankan untuk menggunakan kapal motor yang kecil yang dikenal dengan pompong.

Mentawai--007
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Jarak antara Muara Siberut dan Matotonan, merupakan desa peling terpencil, sekitar 40 km. Sayangnya, sungai Rereget berliku-liku dan menanjak. kamu bisa melihat pohon-pohon sagu di kedua belah sisi sungai.

Untuk mengunjungi Muara Sibertu dari pintu kedatangan di bandara internasional Minangkabau, kamu harus ke pelabuhan Muara Padang dengan menggunakan bus. Dari sana, pengunjung menggunakan kapal motor untuk menyebrang Samudera Hindia menuju pulau Siberut.

Mentawai--006
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Jadwal kapal dari Padang ke Siberut hanya dua kali seminggu; minggu malam (kapal Sumber Rezeki Baru) dan kamis malam (kapal Simasin) perjalanan ini sekitar satu hari berarti kapal kembali ke Padang pada hari Selasa dan Jumat malam.

Harga tikenya Rp 105.000 sampai Rp 125.000. Selain itu juga, ada kapal tambahan beroperasi pada Minggu pertama dan kedua setiap bulan. Kapal Ambu-Ambu berangkat pada Sabtu malam dari Muara Padang dan kembali dari Siberut ke Padang pada Minggu malam. (Semoga belum berubah, tapi kayaknya sudah berubah)

Jika kamu mengambil jalan dari Tuapejat, yang merupakan ibu kota dari distrik Mentawai; dari bandara internasional Minangkabau Anda bisa menyewa pesawat kecil seperti Tiger Air atau SMAC ke Tuapejat di Pulau Sipora. Setelah itu, Anda bisa menyewa kapal untuk perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam ke Muara Siberut.

4. Nginepnya dimana?

Martine,Thomas et Couki - Mentawaï - Sibérut - SUMATRA
https://www.flickr.com/photos/84942480@N03/

Karena tidak ada pilihan lain, pengunjung bisa tinggal di rumah penduduk setempat, tapi jangan kuatir, penduduk di desa Madobak, Ugai, Matotonan sangat bersahabat dan ramah.

Melupakan empuknya kasur, tetapi kamu bisa menemukan surga kesederhanaan itu menikmati dan bersyukur, di situlah kemewahannya..

5. Kegiatan Asik yang harus diikuti.

Séance chaman Sikéré mentawaï - Sibérut - SUMATRA
https://www.flickr.com/photos/84942480@N03/

Selain mengunjungi air terjun Kulu Kubuk di desa Madobak atau area  perbatasan Taman Nasional Siberut di desa Matotonan, kamu dapat berinteraksi dengan kehidupan keseharian masyarakat lokal, seperti ketika mencari sagu, berkebun, atau berpartisipasi dalam upacara tradisional mereka, yakin deh pengalaman itu gak akan terlupakan.

6. Bisa belanja apaan?

Mentawai--061
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Di pedesaan ini, pengunjung bisa memesan kalung, wadah dan tas yang terbuat dari batang sagu atau kerajinan yang lainya.

Pengunjung juga bisa memesan sagu sebagai suvenir. Mungkin kamu malas untuk membeli, tetapi usahakan walau sedikit, belilah itu, bukan untuk kamu, tetapi untuk mereka, agar menjadi lebih baik.

7. Makanan yang bisa kamu coba.

Mentawai--085
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Bagi masyarakat Mentawai, sagu merupakan makanan utama. Masyarakat Mentawai biasa memakan sagu dengan ikan dan babi.

Desa-desa di sini juga memiliki padi, tak usah takut menikmati makananyang ada, dimakan rame rame akan buat apapun itu jadi jauh lebih nikmat.

Mentawai--041
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

8. Tipsnya?

Mentawai--051
https://www.flickr.com/photos/waxhead/

Untuk mengunjungi pedesaan ini, anda harus ditemani pemandu wisata yang memahami masyarakat dan budaya setempat di mentawai untuk meyakinkan keamanan dan kenyamanan kamu selama perjalanan.

Kamu bisa membayar pemandu wisata dari agen perjalanan di bukittinggi atau di pelabuhan Muara Siberut.

Jangan takut untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, mereka sangat baik koq, asal jangan melakukan hal hal yang berlebihan aja. 🙂

 

Sumber indonesia.travel

Special Thanks to Mr. Wayne Hodgkinson for power full photo.

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

Leave a Reply

Top