You are here
Home > NULIS NULIS > Cara Menikmati Liburan yang Indonesia Banget.

Cara Menikmati Liburan yang Indonesia Banget.

Setiap orang memiliki karakteristik perjalanannya dan karakteristik berwisatanya, termasuk wisatawan dari Indonesia. Wisatawan Indonesia memiliki perilaku ini jarang ada di luar sana, yang hanya dimiliki secara spesial oleh orang Indonesia, sepertinya langsung diberikan Tuhan tanpa perantara. Apa saja keahlian wisatawan Indonesia? cek ki dot.

1. Pergi rame rame ama saudara atau temen.

Pergi Ramai-ramai

Karakteristik wisatawan Indonesia pada umumnya adalah organized mass tourism, yaitu jenis berwisata ramai ramai dengan teman teman atau saudara. rasa sosial orang Indonesia yang tinggi menjadi latar belakangnya. Biar kere, asal rame rame.

2. Lebih banyak foto-fotonya dari pada menikmati objek wisata.

Foto foto

Fenomena anak muda kekinian, yang ingin selalu eksis. Satu kali berwisata, 16GB memori langsung full, padahal cuma ada 12 gaya foto didalamnya. Ya inilah kenyataannya,

3. Sibuk ama sosial media dari pada berkomunikasi ama temen temen.

Social Media
https://www.flickr.com/photos/peterras/

Ini turunan dari no dua, setelah foto foto, update di sosial media adalah keahlian orang Indonesia. Pertama tama twit pict, selanjutnya di edit pake filter super kece di instagram, kalau cewek, fotonya di kolase buat kotak kotak, selanjutnya upload di path, terus ganti poto prodil di BBM, trakhir upload full album ke facebook. Keren banget dah, masih sempet sempetnya. Wisatawan mancanegara gaka da yang seperti itu, karena level berlibur mereka lebih tinggi. Pamer adalah level terendah menikmati kegiatan wisatamu.

4. Maaf, ada wi-fi nggak mbak?

Couldn't connect to the internet
https://www.flickr.com/photos/adityafajar/

Ini efek sambungan dari nomer dua dan tiga di atas, ketika ke hotel, kafe, restoran, tempat makan, atau dimanapun ada pelayannya, pasti tanya “password wi-fi nya apa ya?”  untuk menghemat kuota ketika liburan. Indonesia banget.

5. Maunya gratisan.

Yah, tidak semua, tapi kebanyakannya sih ia. Secara naluri, siapa sih yang gak mau gratisan, tanpa mengeluarkan nominal rupiah sudah bisa maen ke objek wisata? Kalaupun bayar, sebisa mungkin diakali dengan lewat tempat pemungutan retribusi dikurangi orangnya, atau rela muter jalan jau jauh, agar misa menghindari tempat pemungutan retribusi.

6. Kalaupun mau bayar, prinsip ekonomi banget, mengeluarkan sedikit mungkin rupiah, tetapi mendapatkan sebanyak mungkin fasilitas.

stevepb / Pixabay

Sebenarnya semua orang juga sperti itu, tetapi di sini, fenomena ini terjadi sangat frontal. Kontras antara keinginan mendapatkan fasilitas terbaik dengan membayar sedikit itu terpampang nyata. Cuma nginep di hotel non berbintang, tetapi isinya protes aja, kenapa kamar mandinya gak bersih, makanannya gak enak, AC-nya gak dingin, orangnya gak ramah, ya ela bu, kalau mau yang bgus semuanya ya ke hotel bintang 5 sana, jangan di kelas melati. Atau, naiknya pesawat Loin Air, dengan harga promo, dan tetap protes kenapa panas, sumpek, tempat duduknya sempit dan sebagainya.

7. “Niat gak sih pengelolanya, gak ada tempat sampah disini” *kemudian buang sampah sembarangan* #talkMoreDoLess

Ini lagi, tipikal wisatawan Indonesia, kuat banget protesnya, tapi aksinya nol. “Pengelola objek wisatanya gak bagus nih, udah tempat parkirnya sempit, tempat makannya jauh, trus di objek wisatanya gak ada tempat sampah!” Padahal dia tadi masuknya gak lewat tempat pemungutan retribusi.

8. Gak kece kalau belum nulis “Gue was here

NO SCRATCHING
https://www.flickr.com/photos/kro_royal/

Semoga saja spesies wisatawan seperti ini segera punah.

Kenyataannya di beberapa objek wisata, kreatifitas wisatawan itu masih tak terbendung, akhirnya mereka meluapkan pada dinding dinding atau media apapun yang ditemuianya yang sekiranya bisa ditulisi nama mereka atau pernyataan bahwa mereka pernah ke situ. Sungguh miris.

9. Barang bawaan yang gak perlu kadang dibawa semua. #rempongunited

Untuk jaga jaga, siapa tau nanti dibutuhkan

Itulah alasan kenapa pergi liburan ke Bali 3D2N saja barang bawaan bisa satu koper di bawa semua.

Mulai dari hair dryer, celana panjang 3, celana pendek 4, kaos 6, topi 1, handuk 1, sepatu untuk jalan jalan 1, untuk di pantai 1, untuk di perjalanan 1. Udah deh, libuannya gak seberapa lama, seperti mau pindah rumah.

10. The culture of “meet and talk with doing nothing” alias nongkrong.

Pexels / Pixabay

Udah deh, ini yang Indonesia banget, NONGKRONG.

Sampai budaya ini dibahas di salah satu majalah di amerika sana, budaya yang nggak ada di negara lain, di GNFI juga dibahas, cek disini deh, pencet.

Karena budaya ini juga bisnis kelontong Seven Sebelas, Lingkaran K, sampai ke Indomaret Piont, menjamur bak jamur di musim hujan. Ini juga yang membuat strategi makanan cepat saji dari Amerika berubah.

Pokoknya nongkrong di indonesia itu kadang irasional, ngumpul ama temen rame rame, pesennya sedikit, ngobrolnya lamaaaaa, dari ngobrolin tempe bacem, politik negara, bola, sampai teknologi terbaru dari ferrari.

Makanya di beberapa kafe ada yang “last ordernya” 2 jam sebelum tutup, karena apa? ya nongkrong itu tadi.

11. Peringatan bahaya hanya jadi accesories belaka.

DILARANG BERENANG DI SINI. | DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. | DILARANG FOTO MENGGUNAKAN FLASH. |

Yah, itu semua hanya pelengkap syarat objek wisata belaka, ada larangan kan hakekatnya untuk dilanggar. Dari prinsip hidupnya saja sudah salah, ya udah deh, Indonesia juga, aturable.

12. Hanya ke objek wisata yang sudah terkenal.

JESHOOTS / Pixabay

Psychocentric, adalah tipikal wisatawan yang mau cari aman, akhirnya memilih objek wisata yang sedah umum saja.

“Udah deh, kita ke Bali, ke Kuta aja, Tanah Lot, Uluwatu, GWK ama Kintamani, gak usah cari yang aneh aneh, ntar malah cari masalah”

Ke Singapura, ya udah, ke China Town, Sentosa, foto foto depan Universal, ke garden by the bay ajah, gak usah neko neko, ntar ilang, malah malu maluin.

Kecenderungannya memang seperti itu, itu sebabnya kunjungan wisatawan di objek wisata terkenal akan sangat banyak dan padat ketika liburan, karena jenis wisatawan seperti ini banyak berkeliaran.

13. Suka mendatangi objek wisata yang sama berkali kali.

Ini masih tipe wisatawan psychocentric, karena takut mencoba objek wisata yang tidak seperti biasanya, akhirnya mereka memilih untuk mengunjungi objek wisata yang sama untuk beberapa kali, padahal setiap tahun ke bali, pasti ke Kuta, Tanah Lot, Uluwatu atau Kintamani, tetapi ya tetap saja ke objek wisata itu.

14. Kalau bareng keluarga suka bawa bekal untuk dimakan rame rame.

Sebenarnya ini sangat umum dan lumrah, di luar negeri juga mereka kalau berwisata biasanya bawa bekal, tetapi kenapa menjadi khas juga di indonesia, karena biasanya semua masakan di bawa dari rumah dalam kondisi sudah siap makan, dan emak udah bangun dari subuh untuk nyiapin segala macam bekal untuk liburan bersama keluarga (Makasih emak…)

Bawa tikar, dan makannya di bawah pohon, sederhana, tapi ngangenin. Jangan lupa sambel, ayam goreng ama telur goreng, dan sprite, pasti jadi menu andalan.

15. Kadang suka gak masuk akal.

Pexels / Pixabay

Wisatawan di Indonesia itu kadang unpredictable, penuh kejutan, dan gak masuk akal.

Kadang di pantai yang panas masih ada juga yang pakai jaket tebel. Pulang dari pantai, sehabis melihat sunset, menjelang magrib, udah mau gelap, tapi sunglasses masih kepakai.

Dengan alasan biar selalu update, Smartphone, BB, Tablet PC beserta power bank-nya yang segede batako di bawa juga. Atau yang ekstrim, untuk yang pacaran, motornya di bawa ke pinggiran objek wisata, di standar dua, duduk deh di situ, sambil nggak tau ngapain, wisatawan Indonesia banget, penuh kejutan!

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

3 thoughts on “Cara Menikmati Liburan yang Indonesia Banget.

  1. Menikmati liburan bersama keluarga akan jauh lebih asik dan menyenangkan dengan berkemah, selain bisa memperdekat hubungan antara orang tua dan anak, juga bisa memberikan pelajaran kepada anak untuk mencintai bumi dan lingkungan sekitar. Anak-anak dijamin bahagia karena saat berkemah, mereka bisa menyalakan api unggun dan jangan lupa untuk bawa hammock yaitu tempat tidur gantung yang cocok banget untuk bersantai saat liburan.

Leave a Reply

Top