You are here
Home > JALAN JALAN > Apa Sih Rata-Rata Alasan Orang Berwisata?

Apa Sih Rata-Rata Alasan Orang Berwisata?

Apa sih sebenarnya motivasi orang melakukan perjalanan wisata? Kenapa ia berwisata? Alasannya apa?. Kalau kita ambil dari pendapat Mcintoch, Goeldner, dan Ritchie (1995) *anak pariwisata pasti familiar dengan nama-nama itu* 🙂

Yah, dari teori mereka menyatakan ada beberapa hal yang memotivasi orang melakukan perjalanan wisata, apa saja? Yuk liat.

Motivasi memenuhi kebutuhan fisik, untuk penyegaran tubuh, pikiran, dan berhubungan dengan kesehatan.

clicjeroen / Pixabay

Kebutuhan fisik, tentunya ia, setelah lima hari, atau enam hari bekerja, tentunya fisik akan terasa lelah, selanjutnya munculah motivasi untuk melakukan perjalanan wisata, ke pantai, ke gunung, danau, museum atau manapun yang bisa membuat fisik menjadi semangat kembali.

Menyegarkan kembali tubuh dan fikiran adalah alasan dasar kenapa orang berwisata, karena suntuk dengan kegiatan sehar-hari adalah alasan teratasnya. Sekarang ini, siapa sih yang tahan gak berwisata kalau udah lelah? Hampir semua orang melakukannya, dan inilah motivasi kebanyakan orang kenapa melakukan perjalanan wisatanya.

Motivasi untuk mengenal budaya orang lain.

arnoldus / Pixabay

Budaya yang dimaksud dalam pariwisata tidak selalu tentang yang tradisional, atau etnik, budaya dalam pengertian pariwisata sangat luas, yaitu segala kegiatan manusia yang dilakukan secara sadar dan memberikan hasil yang baik untuk manusia itu sendiri, mulai dari manusia itu lahir, atau bahkan masih di dalam kandungan, sampai dia meninggal, dan dimakamkan, mulai dari manusia itu bangun tidur, sampai dia kembali ketempat tidurnya, itulah budaya dalam arti luas dalam pariwisata, tidak terpaku pada yang tradisional.

Budaya orang jepang yang disiplin, berjalan cepat, berpakaian rapi adalah budaya yang menarik untuk orang Indonesia, berjas, berdasi, tensi kerja yang tinggi, adalah budaya modern di New York yang tentunya bisa dijadikan ala an untuk berwisata, proses kelahiran suku di Afrika, sampai ke proses kematian di Toraja, semua itu budaya dari manusia yang bisa dikenal.

Intinya kita ingin mengenal budaya, habbit, lifestyle, hobby dari orang atau kelompok orang lain untuk mendapatkan pengalaman baru. Kecenderungannya wisatawan ini datang dari benua eropa, senang belajar budaya orang lain.

Motivasi untuk berhubungan atau bersosialisasi dengan orang lain.

rawpixel / Pixabay

Ada orang yang secara fisik di pekerjaanya tidak menuntut begitu banyak, secara fikiran juga tidak begitu berat, mungkin tidak ingin mengenal budaya atau kebiasaan orang lain, ya mungkin motivasinya untuk bersosialisasi atau berhubungan komunikasi dengan manusia lain, ini karena sifat manusia sebagai mahluk sosial.

Seorang, programer yang setiap hari bekerja dengan software ata hardware tentunya membuat dia jarang berkomunikasi dengan manusia, oleh sebab itu dia butuh ketika liburan ke tempat yang banyak orang untuk bisa bersosialisasi, biar dia merasa nyaman, ke Pasar Beringharjo Yogyakarta mungkin, jalan jaln belanja sambil tawar menawar membuat ia kembali sebagai manusia, bukan robot.

Motivasi ini banyak dibutuhkan oleh orang kantoran, pekerja tehnik, atau karyawan yang setiap hari bekerja dengan alat pendukung lainnya.

Motivasi untuk memperoleh status (prestise)

StockSnap / Pixabay

Nah. Motivasi ini yang paling banyak dijadikan orang ketika melakukan melakukan perjalanan wisatanya. Apakah salah? Tentu tidak, karena setiap orang mempunyai alasan sendiri.

Motivasi ini sebenarnya hanya ingin pengakuan dari sisi eksternal dirinya, dia ke Singapura bukan untuk kebutuhan fisik, mengenal budaya, atau bersosialisasi, tetapi hanya untuk status, bisa agar dianggap (mungkin) mampu berwisata ke luar negeri, untuk gengsi di komunitasnya, menunjukan siapa dirinya.

Sebenarnya tidak hanya tentang sesuatu yang mewah, mahal atau glamour, ada orang yang ingin berwisata dengan backpacker contohnya, dengan kesederhanaan, dia ingin membuat kesan dirinya ke orang lain bahwa dia petualang mungkin, padahal dengan cara liburan mewah sebenarnya bisa saja.

Jadi intinya orang yang mempunyai motivasi menunjukan dirinya seperti apa yang ia mau dengan melakukan kegiatan wisatanya.

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments