You are here
Home > NULIS NULIS > Alasan Kenapa Liburan Adalah Terapi Paling Ampuh Untuk Kamu yang Sedang Patah Hati.

Alasan Kenapa Liburan Adalah Terapi Paling Ampuh Untuk Kamu yang Sedang Patah Hati.

Pernah patah hati? wouw, rasanya seakan dunia tak berwarna, badan tak berisi jiwa lagi, otak entah kemana, hati hancur lebur tak karuan, dan hidup berasa seperti tak berguna lagi.

Depresti tingkat rooftop, stress level maha akut, dan perasaan yang tak karuan, pokoknya patah hati itu merontokan semua kata bijak ke frase belum tercipta.

Bagaimana agar patah hati itu bisa terobati? membuat dunia kembali berwarna, jiwamu kembali lagi, otakmu berfungsi normal kembali, hatimu tertata rapi kembali.

Salah satu metode pemulihan patah hati terampuh adalah dengan traveling, liburan, jalan jalan. Koq bisa? kita akan memberikan alasan kenapa traveling baik bagi kamu yang lagi sakit patah hati. Semoga berguna.

1. Traveling menghapus semua tentang kenangan masa lalumu, sampai ke recycle bin. ctrl+shift+del.

Snorkling
https://www.flickr.com/photos/courtneyanne/

Alasan pertama adalah, dengan traveling, kamu akan bisa menghapus semua kenanganmu bersamanya, kenangan yang harusnya tidak lagi bersemayam di hatimu. Ada banyak keindahan dari sang pencipta yang bisa kamu lihat ketika traveling, dan itu akan membuatmu lupa dengan apa yang sudah terjadi.

Di teriknya panas mentari menyinarimu, di gugusan pulau di Wakatobi, berada di ujung kapal yang akan membawamu menyelami indahnya lautan Indonesia, bercumbu dengan karang dan indahnya ikan, tentu akan dengan gampang menghapus kenyataan yang ada di dirimu, gundah gulananya hatimu akan hilang bersama snorkelmu masuk ke kedalaman air lait.

Traveling menghapus dengan cara yang halus, karena ia mengalihkan ke jatuh cinta yang lebih tinggi, cinta kepada alam, sesama dan kepada Tuhan yang telah menciptakan dunia yang super epic ini.

2. Traveling membantu kamu untuk menemukan kembali dirimu yang sebenarnya.

Menemukan
irene-travelogue.com

“Pergilah traveling jika ingin menemukan dirimu yang sebenarnya”.

Dengan melakukan perjalanan, dirimu akan terproses dalam kawah candradimuka, di situ kamu akan menemukan dirimu yang harusnya seperti apa, bukan menjalani sesuatu karena keinginan emosional saja, tetapi tentang kebutuhan emosional.

Menjelajahi pedalaman suku anak dalam di Jambi, bercengkrama dengan masyarakat lokal, berinteraksi, berkomunikasi tentunya akan membantumu menemukan dirimu itu harusnya bagaimana.

Kamu akan banyak mengenali dirimu lebih dalam ketika traveling, yang harusnya kamu jalanin seperti apa, yang jangan kamu lakuin itu harusnya bagaimana. Kamu akan sensitif akan pesan yang dikirim oleh hatimu.

3. …dan membentukmu menjadi sesuatu yang baru dari proses perjalanan liburanmu.

Menjadi baru
polimoli.com

Selanjutnya dengangan traveling akan membentukmu menjadi manusia yang baru. Proses liburanmu akan menempa dirimu untuk menjadikannya sesuatu yang baru dan lebih baik.

Ketika liburan kita berinteraksi dengan lingkungan, dengan alam, dengan manusia lainnya, akan banyak pelajaran dari sana yang ikut membantumu untuk terbentuk menjadi manusia yang jauh lebih peka tentang diri sendiri dan ke lingkungan sekitar.

4. Menyadarkan diri kalau untuk menjadi lebih baik, level keberanian kita akan di uji terlebih dahulu.

angkor wat
https://www.flickr.com/photos/massimo_riserbo/

Traveling akan mengajarkan ke kita kalau kita ingin menjadi lebih baik, harus naik kelas dulu, dan untuk naik kelas kita harus di uji, dan pada kesempatan ini kamu lulus uji dan naik ke level kehidupan yang bisa membuatmu lebih baik.

Segala masalah yang datang adalah ujian yang itu semua akan menyadarkan kita kalau itu adalah sesuatu yang indah tetapi tebungkus sempurna dengan ujian kepada kita. Yakinlah ujian ini adalah bingkisan terindah Tuhan untuk kita.

5. Memaksamu untuk jujur ke dirimu sendiri tentang harusnya kamu bagaimana.

bed with a view
https://www.flickr.com/photos/lecates/

 

“Tak ada kebohongan dari indahnya liburan, semua tersaji polos”

Kadang hal tersulit itu adalah jujur ke diri sendiri. Dengan liburan, kamu akan diajarkan tantang bagaimana jujur ke diri sendiri. Sesakitnya kamu, dirimu akan memberikan sinyal untuk tidak bohong tentang perasaan yang ada.

Liburan akan menjadikanmu manusia polos yang dengan jujurnya bisa berkata kalau ini indah, dan yang ini tidak baik. Menjadikan kejujuranmu bisa menjadi baik, setidaknya ke dirimu sendiri.

6. Di tenangnya liburanmu, di situ kamu bisa introsfeksi diri. “Mungkin aku yang terlalu banyak menuntut selama ini hingga jadinya seperti ini. Dari tempat ini, maafkan aku”.

Jujur ke diri sendiri
www.geriabalivacation.com

Di heningnya ubud, hamparan sawah hijau di depanmu, dari kamar ressortmu, menatap ke jendela, hatimu akan berbicara ke dirimu. Berkata tentang kejujuran yang sebenarnya hatimu rasakan, bokan logika dari otakmu. Tentang bagaimana dirimu selama ini.

“Mungkin aku yang salah selama ini, terlalu menuntut dia terlalu banyak sehingga dia pergi”

“Mungkin, dia lelah dengan semua perlakuanku ke dia, yang seakan menjadikan dia seorang malaikat yang harus ada dan baik ke diri kita”

“Dari dalamnya riuh hatiku, Maafkan aku yang telah berbuat tak seharusnya ke dirimu, semoga ini jadi pelajaran ke kita bersama”

Kamu bisa berkata jujur lewat proses liburan, percayalah kepada kekuatan traveling.

7. Dengan traveling mungkin saja bisa mempertemukanmu dengan orang baru di luar sana, dan belajar sesuatu yang baru.

Menemukan kembali
www.loveorabove.com

Kemungkinan bertemu dengan orang lain di luar sana. Sangat banyak orang yang lebih pantas dengan dirimu di sana. Dari survey majalah luar, menempatka traveling menjadi 10 dari awal pertemuan dan kemudian melanjutkan sampai jenjang pernikahan. So, kenapa kamu tidak mencoba dan membuktikan kalau riset ini benar.

Mulai dari langkah pertama di depan rumahmu, kesempatan untuk ketemu dengan orang lain sudah terbuka lebar, pelajaran baru dari setiap manusia itu akan memperkaya hidupmu. Beranilah menyapa siapapun yang ada di sekitarmu.

8. Kamu bisa belajar membuka hati lebih lebar untuk menerima sesuatu yang jauh lebih besar lagi.

Membuka hati
www.hipwee.com

Kemudian, traveling akan menajarkanmu untuk berani membuka hati. Tidak trauma dengan apa yang terjadi, karena kamu yakin itu semua adalah pelajaran terinah untuk kamu. Membuka diri adalah awal baru di kelas barumu untuk mendapat pelajaran yang levelnya lebih tinggi dari yang sebelumnya.

Level kedewasaanmu berfikir akan mulai diuji kembali ketika kamu barani membuka dirimu, tetapi jangan takut karena dibalik semuanya, ada hadiah indah di setiap ujungnya.

9. Selanjutnya traveling mengajarkanmu untuk berdamai dengan masa lalu, dan siap dengan masa depan.

Fighting the blues
https://www.flickr.com/photos/grandhi/

Ketika proses menghapus dan mengisi lagi dirimu dari proses liburannmu telah terbentuk, kemudian liburan akan mengajarkanmu untuk berdamai dengan masa lalu, agar tak ada perang di masa depanmu. Mendesain ruang hati untuk menyambut indahnya sesuatu di depan adalah bukti dari siapnya dirimu untuk menempatkan sesuatu yang baru di ruang hatimu, dan menjadikan dia tamu terbaikmu.

Masa lalu adalah guru yang mengajarkan berjuta pengalaman yang akan menjadi perisai ketika kita melanjutkan langkah ke masa depan.

10. Jalan jalan menjadikanmu lebih bijak dan dewasa untuk menentukan kemana arahmu dan bagaimana menembakkan busurmu.

loneliness is such a sad affair
https://www.flickr.com/photos/yagui7/

Akhirnya liburan bisa menjadikanmu orang yang jauh lebih bijak dan dewasa dalam berfikir dan bertindak. Mengajarkan untuk kritis dalam menjalani kehidupan di depan, dewasa untuk menentukan sendiri kemana akan berlabihnya kapalmu, dan kapan harus menaikan atau menurunkan jangkar, melebarkan layar atau menggulungnya kembali.

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments