You are here
Home > INFO & TIPS > Alasan Kenapa Kamu Jangan Sering-sering Minta Oleh-oleh ke Teman yang Pergi Liburan.

Alasan Kenapa Kamu Jangan Sering-sering Minta Oleh-oleh ke Teman yang Pergi Liburan.

Liburan adalah bagian paling indah dari hidup, seperti menghapus dahaga di tengah teriknya panas suasana kantor atau kuliah. Suasana riang gembira datang untuk menyongsong liburan indah.

Menetukan destinasi, transportnya, akomodasi, atraksi wisata yang akan dikunjungi. Mengatur itinerary perjalanan se-epic mungkin, hingga kegilaan kecil yang harus dilakukan. Sangat indah, walau hanya dibayangkan.

Diawali dengan akhirnya mulai menabung, menghemat, memotong anggaran di sana sini, rela manahan hati untuk tidak membelanjakan uang untuk hal yang gak begitu penting, sampai rela makan mie saja di rumah dari pada nongkrong di kafe tenang, sepi, elegan nan mahal itu. Hanya untuk sebuah liburan.

Ahirnya, liburan itu datang, senyumpun merekah indah bak mertua yang segera diberikan cucu lucu. Sampai di detik keberangkaan liburan, di bandara, sambil menunggu pesawat, sedikit menyempatkan waktu untuk share location dan memberi captions bahwa kamu adalah orang paling bahagia yang akan pergi liburan jauh, sampai harus pake paspor pokoknya.

Semua keindahan yang terbangun, senyum yang merekah, sontak menjadi layu, manakala komen di bawah captionsmu tadi hanyalah request dibelikan oleh-oleh ini, dibawain barang ini, minta dibelikan makanan ini, nitip kaos, jam tangan, sepatu, lukisan, kursi lipat, rendang, onderdil motor, sampai ke nitip pakaian dalam. Ada banyak request yang lebih mengarah ke modus pemalakan paksa, yang membuat logika langsung kabur dari tempatnya.

Tangan bergetar, muka pucat, mata melotot, mencari alasan apa yang harus terucap. Tak tega menolaknya karena kalian adalah sahabat, teman, saudara terbaik kami. Tetapi apa daya, tak ada dana untuk itu semua.

Perlu kamu tahu, yang kamu lakuin ke saya itu, jahat! Bukalah sedikit hatimu untuk memahami posisi ini, kenapa sih kamu gak bilang “save flight ya” atau “have a nice holiday” atau kalimat lain yang bisa memotovasi kami, bukan malah menambah beban kami. Seharusnya ada gerakan untuk #StopMentalMintaOleholeh dicanangkan langsung oleh ASITA, biar liburan menjadi tetap indah, karena nitip oleh-oleh itu kadang merusak kebahagiaan yang sudah dibangun lama, dan kamu harus tahu, kenapa menitip oleh-oleh itu harus kamu kurang-kurangi:


More: Menilik Keindahan Matahari Terbenam dari Seluruh Indonesia yang Super Duper Pecah.

Kita liburan itu udah bela-belain hemat di sana sini, lah kamu koq pengen ngerusak rencana kami. Kamu jahat!

It's time to buy a souvenir
Kamu jahat.

Liburan itu kadang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Waktunya, tempatnya, akomodasi, yang semuanya itu berujung kepada pertimbangan faktor keuangan. Akhirnya itu membuat harus berhemat di sana sini, memotong anggaran lain untuk dialihkan untuk liburan, menabung, menyisihkan pendapatan untuk liburan.

Prioritas pengeluaran untuk oleh-oleh itu kadang tak masuk anggaran, karena angkanya besar. Intinya, yang penting bisa liburan dulu deh. Lah, kamu mau dengan enaknya nitip oleh-oleh? please, jangan rusak rencana indah liburan kami ya?

Kalau nitip barang, kemungkinan kamu ganti duitnya juga kemungkinannya kecil kan?

Kalaupun seandainya kami bisa menyempatkan membelikan oleh-oleh titipanmu yang gak lumayan murah itu, ya bukannya gimana ya, dari pengalaman yang sudah-sudah dari nenek moyang kami, itu kemungkinannya kecil diganti duitnya, gantinya hanya pakai kata “makasih, ih oleh-olehnya lucu” padahal beliinnya pake saldo sisa-sisa kami loh, itu gak lucu.

Mau bayarin transport untuk muter-muter nyariin oleh-olehmu?

Singapura
Muter-muter itu butuh biaya juga.


Karena titipannya lumanyan banyak, karena teman-teman juga banyak, akhirnya muter-muter deh nyariin oleh-olehnya. Memakai transport ini, ganti lagi, transit, ganti lagi, itu tidak murah bung, mau mbayarin?

Barang bawaan kami udah cukup meribetkan, please, jangan ditambahin lagi ya?

Kalau liburan, kami sangat memikirkan bagaimana packing yang baik agar tidak meribetkan ketika liburan. Tetapi semuaanya seakan sirna ketika titipan oleh-oleh bisa lebih banyak dari barang bawaan kami.

Kalau over luggage, kamu mau tahu? padahal itu mahal loh.

What's in my bag August 12, 2012
Bawaan kami sudah ribet loh.


Selanjutnya, karena liburan low budget kami tidak mendapat fasilitas bagasi yang cukup besar. Tetapi karena titipan oleh-olehnya banyak, akhirnya kami bayar over-luggage, dan FYI, itu tidak murah loh, bisa seharga kamar hotel kami mungkin.

Lagian liburan tidak hanya untuk ribet mikirin oleh-oleh untuk kamu.

Chinatown
Tidak hanya oleh-oleh.


Kami, ketika liburan memikirkan dari waktunya, destinasinya, akomodasinya, lokal transport, tempat makan, objek dan daya tarik wisatanya, guide, tips, dan banyak lagi, nyaris hampir full otak kami, dan sepertinya gak ada sisa untuk mikirin titipan oleh-olehmu yang kadang aneh-aneh itu.

Walau budget liburan pas-pasan, dan akhirnya membelikan kamu gantungan kunci, dikatain pelit! bisa tega gitu ya kamu?

Ya, walau akhirnya kami sempatkan membeli beberapa pernak-pernik kecil seperti gantungan kunci atau tempelan kulkas, nanti biasanya dikatain “pelit”. “ah, liburan ke Singapura aja bisa, masa oleh-olehnya cuma gantungan kunci?” Lah, ni orang belum pernah di ajak maen keluar RT kayaknya.

Kalaupun dibeliin, ya jangan berharap terlalu besar, itu udah syukur banget bisa disempatkan.

singapura china town
Ucaplah terima kasih. Source: https://www.flickr.com/photos/137300524@N08/26862659025/in/dateposted-public/

Ketika kamu sudah dibelikan oleh-oleh, walaupun kecil, bersyukurlah, jangan lihat nominalnya, lihatnya proses yang cukup panjang sampai oleh-oleh itu ada ditanganmu. Menyisihkan uang, sampai fikiran kami, itu sudah menunjukan bahwa kamu selalu kami ingat, walau kami sedang jauh liburan di seberang sana.

Di libuk hati yang paling dalam, kalian tetep ada di hati kami koq, walau tanpa ada oleh-oleh.

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

2 thoughts on “Alasan Kenapa Kamu Jangan Sering-sering Minta Oleh-oleh ke Teman yang Pergi Liburan.

Leave a Reply

Top