You are here
Home > NULIS NULIS > Alasan Kenapa Gak Harus Liburan Ke Singapura.

Alasan Kenapa Gak Harus Liburan Ke Singapura.

Siapa yang gak mau ke Singapura? Dengan segala kemodernitasnya, “gayanya” yang berbeda dengan Negara di kawasan Asia Tenggara. Tapi kita bakal kasih tau alasan untuk nggak usah liburan ke Singapura.

Untuk ngejar prestise? Gak nyampek!

Mau bangga udah pernah liburan ke Singapura? Merasa udah orang tajir gila abis? Anda lucu sekali. Anda mungkin bisa 3 kali maen ke singapura, tetapi belum tentu bisa maen ke Raja Ampat sekali aja.

Ke Singapura 3 hari 2 malam ada paket mulai dari 2.000.000 IDR, tetapi ke Raja Ampat bisa 3 kali lipatnya. Harga tiket pesawat return CGK-SIN belum bisa beli tiket JOG-UPG one way (di musim normal). Anda masih mau merasa sebagai orang mampu kalau sudah ke singapura? Fikirkan ulang.

I don’t know what to do.

Ini setidaknya hanya untuk anak Indonesia yang sudah pernah maen ke Dataran Tinggi Dieng, ke pantai di gugusan Gunung Kidul Jogja, ke Ubud Bali, Uluwatu, Tanah Lot, Gili Trawangan, suku Badui di Cisolok Sukabumi, ke Tana Toraja, ke Karimun Jawa, Madura, atau tempat exotic lainnya.

Kalau maennya Cuma ke RT sebelah, bisa takjublah ke Singapura, maklum jarang piknik. Cuma gedung gedung bertingkat, sungai yang gak niat jadi sungai, pantai buatan yang pasirnya tiap beberapa waktu di reffil, (pasir pantai koq d reffil). Sungguh gak tau mau ngelakuin apa.

Hanya Tentang Patung Merlion.

Katanya, gak ke Singapura kalau belum foto atau ke Patung Merlion (kalau kata bosku itu patung Singa Kumur2) Kirain patungnya yang keren gila super duper abis gitu, yang memancarkan ketakjupan maha dewa, ya ela, bener kata bos, hanya patung singa yang ngeluarin air dari mulutnya, udah, gitu doang.

Paling banter yang bisa dilakuin di situ foto-foto, trus di pamer ke sosmed (FYI, pamer kegiatan liburanmu itu adalah level terendah bagaimana menikmati liburan!) Habis itu, ya habis, gak tau lagi mau ngapain, lah yang foto bisa dipastiin separo lebih wong Indonesia koq.

Mahal!

Yups, ini pasti, 1 Dolar singapura setara kurang lebih 9500 Rupiah (Kurs 16-12-2014). 9500 di Indonesia bisa untuk beli makan, di Singapura hanya dapat gantungan kunci doang di Chinatown. Rokok? 1 bungkus sekitar 12 Dolar Singapura atau sekitar 120.000 Rupiah, bisa sampe kuning tuh mulut kalau di pakai beli rokok di Indonesia.

Air mineral yang sekitar 70ml? 1.7 Dolar Singapura, sekitar 15.000 Rupiah, bisa beli segalon di Indonesia. Jadi anda bawa 2 Juta rupiah, hanya untuk beli korek korek kupinglah di sana, belom makan, beli oleh-oleh, hotel, dan kawan kawan. Salam gigit jari deh.

Gaya hidup manusianya flat!

Ke MRT jalan cepat pake headset, nonton streaming, gak ada ngobrol-ngobrol, bercanda, bersosialisasi, atau ketawa, kalau makan ya makan saja, gak bisa sambil ngegosip kayak di warteg, di tempat perbelanjaan juga gitu, kalaupun ramai itu pasti biasanya orang Indonesia, sungguh gak asik mereka, kasian, tersetting default seperti robot.

Kotanya gak rock n roll.

Berharap ada anak muda nongkrong-nongkrong di lampu merah trus ngobrol-ngobrol gitu? Bisa ngerokok sambil omong kosong ama temen temen gitu? Minum air putih di MRT? Ngeliat yang jualan makanan di pinggir jalan protokol? Bercanda kere ama bromancemu pas lagi liburan? Ngeliat graffiti atau coret coretan hasil kreativitas fandalisme?

Semuanya bakal susah kamu dapetin, kalo kamu bisa ndapetin, kemungkinan besar anda sendirilah pelakunya, dan kamu bakal didatangi sama polisinya sana, kalau beruntung bisa city tour ke kantor mereka untuk di introgasi, karena kamu sudah dicurigai intuk melakukan kegiatan criminal. Gak asik bang-nget!

Kota sejuta satu ribu CCTV.

Anda mau masuk MRT, jumlah CCTVnya bisa lebih banyak dari 1 kecamatan di Jakarta, di dalam MRT, CCTVnya nangkring sesuka hati, di perempatan jalan, CCTV kayak mata yang siap mengawasi, ke pusat perbelanjaan, CCTVnya ada nawar barang juga, ke objek wisata, CCTV CCTV CCTV CCTV, pokoknya CCTV everywhere, yang akan mengawasi pergerakanmu, sekali kamu terdeteksi tercurigai menurut suka suka keamanan di sana, anda zonk!

Imigrasinya gak “sugeng rawuh” kayak di Jogja.

Kalau lihat review imigrasi-imigrasi di ASEAN dari blog para backpacker atau travelista, imigrasi Singapura adalah mimpi buruk, karena ya malaikat aja gak tahu siapa yang bakal “ketarik” suka suka hati petugas imigrasi aja. Jika anda belum pernah di giring seperti tahanan perang dunia II di imigrasi woodland (kalau masuk singapura lewat JohorBahru) dan dibawa ke lantai 6 menggunakan lift yang pakai kode-kode seperti di film-film Hollywood, dan diintrogasi seperti Tenaga Kerja yang kabur dari majikannya.

Status ketraveleran sejati anda musti dikaji ulang pada munas travelista. Itu pengalaman tak terlupakan bung! Kenapa ketat, karena secara default, imigrasi di sana sudah di setting untuk curiga, jadi tipsnya biar gak ketarik, hanya banyak banyak mendekatkan diri kepada-Nya sajalah.

Banyak objek wisata di Indonesia yang jauh jauh jauh lebih indah.

Ini adalah alasan terakhir yang utama, jelajahi Indonesia, anda akan menemukan surga surga baru di sana, yang super duper awesome maksimal, dan jadilah manusia tanpa batasan manusia lain yang menjadikanmu bukan seperti manusia. Rupiahmu jauh lebih baik untuk saudaramu di tanah air beta ini, untuk memajukan kepariwisataan Indonesia.

 

 

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments