You are here
Home > NULIS NULIS > Aku Bukan Anak Gunung, Anak Pantai, atau Anak Freedive, Aku Hanya anak yang mencintai Indonesia dengan Traveling.

Aku Bukan Anak Gunung, Anak Pantai, atau Anak Freedive, Aku Hanya anak yang mencintai Indonesia dengan Traveling.

Berwisata menikmati indahnya alam dan keberagaman budaya di indonesia ini adalah pengalaman yang indah. Banyak cara yang muncul dalam menikmati indahnya alam dan budaya indonesia, menjadi anak backpacker, ada yang gaya koper, atau yang suka naik ke gunung, ada yang suka di pantai, ada yang suka di laut. Suka menggunakan transportasi umum, atau pribadi, menginap di hotel berbintang, atau hanya menyewa homestay untuk bersama-sama.

Pada akhirnya, gaya menikmati indahnya Indonesia itu bukanlah masalah besar. Walau kadang, hal ini sering dijadikan perselisihan, bertarung sengit menunjukan bahwa gayanya yang paling keren.

“Enakan di gunung, dingin, bisa lihat apapun dari ketinggian, dan menantang” kata anak gunung.

Anak pantai tak mau kalah “ahh, enakan di pantai, banyak kegiatan, bisa main pasir, air, dan bisa ramai-ramai dengan resiko yang kecil”, dan banyak lagi berdepatan tak penting tentang cara ini.

Di ujungnya, semuanya sama koq, menikmati indahnya alam Indonesia dan bersyukur kepada Tuhan. Karena yang terpenting dari semuanya adalah bukan pada ganyanya, tetapi seberapa santunkah engkau ketika berwisata? seberapa pedulikah engkau terhadap lingkungan, masyarakat, dan budaya?

Jadi, masih penting gaya liburannya?

More: 14 Lokasi Diving Terbaik di Indonesia yang Membuatmu Lupa Daratan.

Anak gunung vs anak pantai, anak kemping vs anak hotel, anak backpacker vs anak koper. Kenapa memilih salah satu ketika kita bisa memilih semuanya.

If Grass was a Girl
Aku bebas memilih gayaku.

Kenapa sih kita dipaksa untuk fanatik terhadap suatu gaya tertentu dan akhirnya membuatmu kaku di situ. Memaksa untuk menjadikan pilihanmu yang benar, dan yang lainnya tidak sekeren kamu.

Akhirnya kamu terkukung sama pilihanmu dan susah berkembang.

Padahal kamu punya pilihan untuk memilih semuanya, dan menikmatinya.

Aku bukan anak frediving, aku adalah anak Indonesia yang suka menyelami indahnya bawah laut Indonesia.

Karimunjawa
Aku bukan anak freediving, aku travelers yang suka melihat bawah lautIndonesia.

Aku bukan anak freediving yang merasa gayanya yang paling keren. Aku bukan freediver, tetapi bukan berarti aku tidak mempelajari apa itu freediving.

Sebelum open water ke kedalaman Indonesia, latihan rutin akan kutempuh, membeli segala equipment, belajar teknik equalizing, belajar tenang, belajar etika di dalam laut, sehingga dalam menikmati indahnya bawah laut aku tak ada masalah, dan akhirnya bisa menikmati laut tanpa harus merusaknya.

Aku anak pantai, tapi tak akan jadi masalah ketika aku naik ke puncak Semeru.

This Land is Mine
Aku anak pantai, bukan berarti gak mau maen ke gunung.


Ketika aku lebih sering main di pantai, lebih banyak menikmati waktuku bersama teman-temanku di pinggir laut bukan berarti aku tak paham naik gunung.

Naik gunung itu bukan hanya tentang menakhlukan puncak gunung, tapi yang terpenting adalah untuk menakhlukan ego diri sendiri. Bukan tentang kerennya dirimu bisa sampai di puncak duluan, tetapi seberapa pedulinya kamu dengan team-mu. Mendaki gunung itu tentang introspeksi bahwa kita itu tidak ada apa-apanya di alam ciptaan Tuhan ini.

Diajak ke kota-kota ya oke, ke desa-pun tak masalah, makan di restoran mewah mah gak masalah, ke lesehan pinggir jalan juga asik-asik aja.

Business time.
Walau aku kadang urakan, tetapi aku bisa rapi juga koq.


Aku gak akan malu-maluin ketika kamu ajak ke restoran sepi tenang elegan gitu, aku bisa koq menanggalkan kaos oblongku, sendal outdoor-ku kemudian sedikit rapi memakai kemeja, sepatu klimis dan rambut mengkilat.

Ketika kamu ajak aku ke lesehan aku juga senang, aku gak akan sok menjadi orang paling higinis sedunia, tidak doyan ini dan itu, karena yang aku tahu, kebebersamaan itu jauh lebih dari segalanya, apalagi itu ketika liburan bareng.

Mau naik pesawat, naik mobil, motor, kapal, kereta api, atau naik bis antar kota antar provinsi, semua adalah favoritku.

Pierre, Time traveler
Mau naik motor juga abang mau koq neng.


Kenyamanan dan keamanan adalah yang utama, bukan apa moda transportasinya, karena aku paham, bahwa traveling itu kadang bukan semata tentang tujuannya, tetapi tentang indahnya perjalanan.

Di perjalanan, di moda transportasi apapun, akan selalu ada cerita keren yang akan menjadi candaan dimasa depan.

Liburan terkonsep mulai dari tempatnya, sampai dresscode-nya biar hits di Instagram, atau liburan cuek, suka-suka, kere hore, semuanya tak masalah, asalkan bahagia.

Rest
Yang penting gue bahagia.

“Karena bahagiaku tak akan kugantungkan kepada apapun di eksternal diriku, bahagiaku itu terbentuk, karena aku yang buat”
Kalau bahagiamu terkotak-kotakan harus seperti apa di luar sana, sepertinya konsep bahagiamu harus dikaji ulang. Liburan mau yang terkonsep dan harus ini itu tak akan jadi masalah asalkan itu jelas dan bisa buat bahagia, atau liburan yang rock n roll, suka-suka, tak terikat apapun.

Gaya backpacker dan menginap di losmen, homestay atau penginapan sederhana aku suka, mau gaya koper, menginap di hotel berbintang atau ressort romantis di tengah sawah juga kesukaanku.

traveler
Aku suka semua, asal itu bersama kamu.


Tak akan mengeluh karena menginapnya di penginapan tanpa AC atau air panasnya, karena itu akan menjadi kengangan indah yang akan membuat masa depanku berterima kasih karena tak pernah mengeluh dan selalu bersyukur.

Ketika diajak menginap di hotel berbintangpun aku sadar, aku akan mengeluarkan rupiah lebih banyak, tetapi semuanya gak akan ada masalah, karena fasilitas pelayanan yang aku dapatkan tentunya akan sebanding.

Pengalamanku berwisata di negeri ibu pertiwi ini tidak akan terkekang oleh gaya tertentu, karena tujuanku untuk menjadi saksi kehebatan Tuhan di bumi ini.

Woman ... See
Aku bersyukur telah dilahirkan di negeri sesurga ini.


“Cara akan ada banyak jenisnya, tetapi tujuanku hanya satu, yaitu mencintai indahnya keragaman budaya dan alam di Indonesia ini”

Aku tak mau dikotak-kotakan ke dalam kelompok yang bukan diriku, yang aku tau aku cinta Indonesia.

Merah Putih Berkibar di Udara
Aku anak yang cinta Indonesia.


Akhirnya, aku tak kamu dipaksa untuk terkotak-kotakan dalam kelompok yang bukan diriku, aku bebas memilih gaya mana yang ingin aku pilih. Aku bukan oportunis, tetapi caraku mencintai indonesia itu universal, akan kulakukan dengan berbagai gaya.

 

Foto keren ini beberapa bisa kamu lihat di flickr mas Reza F di sini.

Bagikan artikel ini ke temanmu.

Comments

comments

One thought on “Aku Bukan Anak Gunung, Anak Pantai, atau Anak Freedive, Aku Hanya anak yang mencintai Indonesia dengan Traveling.

Leave a Reply

Top